
Saat air mata Bella hampir saja mengalir tiba-tiba Bastian menerobos masuk,wajah Aldo yang tadinya sangat bersemangat untuk mencaci Bella berubah menjadi sangat ketakutan.Sedangkan Bella sendiri menarik nafas panjang untuk meredam kekesalannya agar tidak sampai menangis di hadapan orang lain.
"Ada apa ini?"Tutur Bastian berpura-pura tidak tahu.
"Ini pak dia minta seragam baru padahal dia sendiri yang sudah mengecilkan seragamnya sampai seperti ini."Menunjuk Bella dengan gerakan tidak sopan.
"Emm saya tidak memaksa juga pak,jadi tidak masalah jika tidak boleh.Baik saya permisi.."Tutur Bella yang tidak ingin memperpanjang masalah.
Tangan Bastian kembali meraih lengan kecil milik Bella sebab dia melihat kesedihan terpancar di mata Bella saat ini."Apa kau baik-baik saja Bella?"Tanya Bastian memastikan.
"Saya baik-baik saja pak."Mencoba tersenyum."Ini memang kesalahan saya sebab saya sendiri yang sudah mengecilkan seragam ini,jadi biar saya membeli kain sendiri untuk membuat seragam yang lebih pantas lagi."Tutur bella menjelaskan serayap membalas tatapan mata Bastian saat ini.
Jangan tatap aku seperti itu Bella,itu sangat menyakitiku.Aku pastikan Aldo akan membayar mahal untuk raut wajahmu saat ini..
"Beri dia seragam itu Aldo..."Bastian menahan emosi yang saat ini berada di dalam hatinya.
"Tapi pak?"
"Berikan atau kau ku pecat...!!"Ancam Bastian yang masih melihat ke arah Bella.
Aku merasa sangat aneh dengan cara Bastian menatap ku seperti itu...
"Baik pak."Aldo mengambil satu stell seragam di sebuah lemari yang terletak di sudut ruangan itu."Ini pak."Memberikannya pada Bastian.
"Kau tidak perlu membelinya Bella."Memberikan seragam baru pada Bella.
"Aku akan membelinya sendiri pak."Tutur Bella yang terlanjur sudah merasa kesal.
"Terimalah tidak usah memperdulikan ucapannya."Jawab Bastian dengan nada yang sangat lembut.
Dengan terpaksa Bella menerima seragam tersebut."Hmm terima kasih banyak pak."
"Sama-sama Bella."
"Baik saya permisi .."Bella menunduk sebentar dan pergi keluar dari ruangan tersebut.
Bastian langsung memutar bola matanya ke arah Aldo setelah Bella hilang dari pandangannya.
"Kau sudah membuat kesayanganku bersedih seperti tadi Aldo.."Ucap Bastian lirih namun terdengar sangat mengerikan.
"Bapak jangan tergoda dengan kecantikannya yang tidak wajar itu."Tutur Aldo yang masih membela diri,padahal Bastian sudah mendengarkan semua obrolannya.
"Aku memang sudah tergoda Aldo...Tidak perlu kau ikut mengaturku seperti itu,Ayahku saja tidak berani berbicara seperti itu padaku..!!"Tutur Bastian yang langsung memotong jari telunjuk tangan kanan Aldo yang tadi di pakainya untuk menyentuh Bella.
"Aaaahhhhhhgggggg."Teriak Aldo membuat seseorang yang berada di luar reflek bebelok melihat di celah pintu yang tidak tertutup sempurna.Matanya terbelalak melihat darah segar keluar dari tangan kanan Aldo,menetes dan tercecer di lantai.
"Ampun pak,Ampuni saya..."Tutur Aldo sambil menahan perih yang mulai merayap di sekujur tubuhnya.
"Ampun katamu...!! Kau sama saja menyakiti hatiku saat kau membuat dia bersedih seperti itu..!!"Bastian menghadiahkan satu jotosan membuat Aldo tersungkur di sudut tembok ruangan itu.Seseorang yang berada di balik pintu membungkam mulutnya dengan kedua tangannya sebab tidak ingin sampai mengeluarkan suara.
"Ampun pak,saya ti tidak akan melakukan hal itu lagi."Ucap Aldo terbata-bata menahan rahangnya yang terasa perih.
"Ini sudah tidak bisa di maafkan Aldo...!!!"Bastian berjongkok dan menusuk perut Aldo dengan belati yang dan menggerakannya ke bawah hingga isi perut Aldo terburai keluar.Mata Aldo melebar serayap menatap ke arah pintu sambil berucap*To...tolong ...*Bastian segera melirik ke arah pantulan cermin dan terlihat jelas wajah yang tengah berada di balik pintu sekarang.
Astaga...Kebetulan yang sangat pas...Aku membutuhkan tumbal perawan untuk nanti malam,dan aku tahu siapa yang harus ku persembahkan untuk makhluk itu malam ini...
Akan kubereskan mayat Aldo nanti saja,aku mau mencari tahu biodata soal gadis tersebut...Agar aku bisa menghampirinya nanti malam.. Bastian masuk ke ruangannya dan menutup pintunya rapat.
***
Siang itu sepulang kerja Bella pergi ke pusat perbelanjaan untuk membeli beberapa baju dan makanan kucing.Beberapa kali Bella melakukan panggilan pada Karin namun tidak ada balasan.Sebelum pulang tadi Bella sempat mencari Karin namun Lena berkata jika Karin sudah pulang lebih dulu sebab tidak enak badan.Bella hanya berniat menanyakan keadaan Karin namun tetap tidak ada respon,Bella pun memasukan ponselnya ke tas dan memutuskan menelfonnya setibanya di rumah.
Bella masuk ke pett shop dan membeli makanan untuk kucingnya terlebih dahulu,setelah itu dia melanjutkan perjalanannya masuk ke salah satu toko baju yang ada di sana.Beberapa saat kemudian Bella keluar dengan membawa beberapa kantung belanjaan yang cukup membuatnya terlihat kwalahan dengan jemari kecil yang di milikinya.
Secara kebetulan Nathan sedang mengadakan meeting di luar dengan beberapa cliennya di sebuah restoran yang saat ini tengah di lalui oleh Bella.Nathan melihat sekelebat bayangan Bella dan memincingkan matanya untuk memastikan jika itu benar-benar Bella.
Wanita itu...Kenapa belanja sebanyak itu?
"Emm maaf mendadak saya harus pergi,apa tidak masalah jika anda menyelesaikan sisanya dengan sekertaris saya."Tutur Nathan tiba-tiba
"Baik pak tidak masalah,"Tersenyum.
"Urus sisanya saya ada urusan."Berbisik pada sekertarisnya.
"Siap pak."
Nathan mengambil dompet dan memberikan satu lembar uang pada sekertarisnya untuk ongkos taksi."Uang taksi,emm maaf saya harus pergi,terima kasih sudah berkerja sama dengan perusahaan saya."Mengulurkan tangan.
"Kami juga merasa senang bisa berkerja sama dengan Anda."Menyambut tangan Nathan.
"Baik permisi."Nathan tersenyum sejenak dan bergegas melangkah pergi.
Sementara Bella merasa kwalahan membawa belanjaannya sebab terlalu banyaknya kantung belanjaan."Harusnya kan di jadikan satu saja bukan seperti ini,jari tanganku tidak muat membawa ini semua,uhhh... Halte busnya jauh lagi..."Tuturnya tetap berjalan dan sesekali berhenti untuk membetulkan posisi tangannya.
"Heii Bella.."Teriak Nathan.
"Aku nggak salah dengar kan."Bella menoleh sejenak dan melihat Nathan berjalan ke arahnya yang berjarak 10 meter dari tempatnya berdiri."Astaga....Dia..!! Kenapa bertemu di sini."Melihat kantung belanjaan."Aku tidak ingin dia melihatku membeli ini,nanti dia pikir aku mengikuti kata-katanya padahal aku melakukan ini untuk karin sahabatku,aku harus segera pergi...Ahhhggg menyusahkan sekali.."Bella mempercepat langkahnya untuk menghindari Nathan.
Kaki Nathan yang panjang membuat dia lebih bisa berjalan cepat daripada Bella yang mempunyai postur tubuh lebih kecil dari Nathan.Bella setengah berlari saat Nathan berada di jarak sekitar 5 meter,Nathan sendiri tidak habis fikir kenapa Bella selalu berlari jika bertemu dengannya seperti sekarang.Karena kurangnya hati-hati,Bella kembali tidak melihat jalan dan...
Bruuuukkkkkk...
Kaki Bella tersandung jalan dan membuat belanjaannya tercecer berantakan.-
Terima kasih yang masih setia😚
Silahkan like 👍
Komentar 💬
Klik♥️
Vote juga please 😚
♥️salam sayang♥️
Arabella Maheswari 😉