
๐Mobil Nathan๐
Bella merapatkan kedua tangannya sebab saat ini perasaannya seperti seseorang yang sedang terserang sakit panas dingin.Jujur dia sudah lama tidak bersentuhan dengan lelaki seperti yang di lakukan Nathan padanya,apalagi dia juga mempunyai perasaan yang lebih pada Nathan.Sedangkan tadi..Hampir setengah jam lebih Nathan selalu mengengam jemarinya dan hal itu cukup membuat hatinya semakin tidak bisa di kendalikan.
Tidak... Jangan gugup..!! Astaga...Aku benar-benar menyukai lelaki ini,perasaanku semakin terasa aneh sejak tadi.Tidak Bella kamu harus melawan perasaan ini sebelum semuanya terlambat..
"Apa kau kedinginan Bella?"Tanya Nathan yang sedari tadi melihat Bella yang merapatkan kedua tangannya.
"Hmm tidak Nath..Aku hanya...Emm sudahlah tidak usah di fikirkan."Jawab Bella tersenyum aneh.
"Jika kau kedinginan aku bisa mengecilkan AC di mobil ini."Tutur Nathan yang memang merasa khawatir.
"Tidak perlu Nath..Emm aku boleh bertanya sesuatu?"
"Hmm bertanyalah.."Jawab Nathan yang masih tanpa ekspresi.
"Kenapa kau tidak mempunyai kekasih?Aku serius bertanya soal ini,sebab aku lihat emm kamu termasuk perfect untuk di jadikan pasangan meski sikap kamu mirip seperti robot."Tanya Bella yang ingin mencairkan suasana.
"Sudah ku bilang jika aku pemilih,aku tidak gampang untuk jatuh cinta sebab aku juga tidak gampang untuk melupakan."Jawab Nathan fokus melihat jalan."Bagaimana dengan dirimu?Apa kau mencintai para mantan suamimu itu,sehingga kau harus menutup diri seperti sekarang?"Tutur Nathan bertanya balik.
"Aku hanya satu kali jatuh cinta pada mantan suamiku yang pertama, selebihnya aku hanya di jodohkan oleh emmm Ayah."Jawab Bella yang baru satu kali ini bercerita tentang masalah itu.
"Jika kau tidak mencintai mereka untuk apa kau menikah?"
"Aku tidak tahu Nath,aku hanya menuruti perintah ayah saja.Sudahlah jangan membahas itu,aku merasa tidak nyaman."Jawab Bella lirih.
"Hmm maaf..."
Nathan memarkirkan mobilnya di depan rumah Bella,keduanya turun dan segera masuk ke dalam.Sementara Bella berganti baju di kamarnya,Nathan sendiri melepaskan jas miliknya dan melipat kemeja putih yang saat ini di pakainya.Terlihat jelas otot-otot tangan Nathan yang kekar dan hal tersebut cukup membuat Bella mematung sesaat sebelum menghampiri Nathan di ruang tamu.
Kenapa lelaki 20 tahun itu terlihat dewasa seperti itu,rasanya aku harus ekstra mengendalikan diri agar aku tidak mudah terhanyut..
"Emm Nath dapurku sangat kecil,apa tidak sebaiknya kita memesan makanan saja?"Kata Bella yang ingin Nathan segera pergi dari rumahnya sebab dia takut jika tidak bisa mengendalikan diri jika terlalu lama bersama Nathan.
"Lantas untuk apa kita membeli semua ini,"Menunjuk belanjaan.
"Hmm iya tapi...Dapurku tidak cukup luas untuk di pakai masak dua orang."Jawab Bella berharap Nathan mengurungkan niatnya untuk memasak.
"Ya sudah biar aku saja yang memasak,tadi kan aku sudah berjanji."
"Terus aku harus melakukan apa??"
"Kau bisa melakukan apapun saat aku memasak, bernyanyi, menonton televisi atau apapun itu,asal..! Antar aku ke dapurmu dulu."Nathan berdiri sambil membawa tas belanjaan.
Rasanya pertanyaanku tadi terlalu konyol..Aku selalu terlihat bodoh di depan anak kecil ini..
Di sebuah dapur yang berukuran 4ร3 Nathan membuka semua belanjaannya tadi sementara Bella berdiri terpaku di belakangnya.
"Biar aku saja Nath."Tutur Bella yang merasa kasian.
"Sudahlah kau diam saja..!!"Jawab Nathan yang selalu terdengar kasar.
"Uhhh... Suaramu...!!"Bella duduk di kursi makannya yang hanya terdapat satu tempat duduk di sana.
Nathan tersenyum sejenak lalu membalikkan badan menatap Bella yang tengah mengerucutkan bibirnya sambil duduk melihat ke arahnya."Kenapa dengan suaraku?Bukannya merdu??"Sahut Nathan.
"Ya sangat merdu sampai gendang telingaku hampir saja robek..!!"
"Sudahlah ..Dimana kau meletakan pisau Bell?"
"Di sampingmu itu apa?"
"Iya maaf aku tidak tahu."Kata Nathan mengambil pisau yang berada tepat di sampingnya.
"Kau terlihat sudah terbiasa masak Nath?Tapi tidak tahu juga nanti rasanya seperti apa."Kata Bella meledek.
"Hmm cicipi saja nanti rasanya seperti apa,jangan terlalu banyak bicara dulu."Jawab Nathan serayap memotong-motong paprika.
Bella hanya mengangguk pelan serayap melihat layar ponselnya yang keadaanya masih tetap sama,tidak ada kabar apapun dari Karin.
Sejak aku kabur dari rumah,aku hanya mempunyai kamu Karin..Namun saat ini kau ada di mana?Apa ada orang yang berbuat jahat padamu atau semua perkataan Bastian adalah benar?
Meong...
Kucing Bella datang dan langsung bermanja pada Bella dengan mengusap-usapkan kepalanya pada kaki Bella.
"Aku pulang cepat puss."Bella mengangkat kucing tersebut dan memangkunya.
Meong...
Nathan sesekali memperhatikan Bella yang seolah sedang mengobrol dengan kucing tersebut.
Meong...
"Aku ingin tidak memikirkan ini puss tapi tidak bisa,kau habis dari mana tadi."Mengusap-usap kepala si kucing.
Meong...
"Jangan terlalu jauh mainnya,kau harus banyak istirahat dan makan agar bayimu sehat.oke,sebentar ku siapkan makanan untukmu."Tutur Bella yang langsung melepaskan kucing tersebut dan menyiapkan makanan kucing di atas piring kecil yang memang sudah di persiapkan.
Meong...
"Sama-sama puss,habiskan makananmu.."Tersenyum dan meletakkan sisa makanan kucing di atas laci.
"Apa kau bisa bahasa kucing bell?"
"Tidak..!"Berdiri di samping Nathan.
"Kenapa kau terlihat sedang mengobrol tadi?"
"Benarkah?Itu cuma perasaanmu saja."Tersenyum."Baunya sedap Nath,semoga rasanya juga."Tersenyum ke arah Nathan yang saat ini tengah melihat ke arahnya,bagi Nathan Bella masih terlihat cantik meski saat ini bella hanya mengikat rambutnya sembarangan.
Aku sangat mengakui Bella,jika kau adalah wanita paling cantik yang pernah ku temui..
Dia semakin terlihat sempurna dengan keahlian memasaknya saat ini,rasanya aku semakin kagum padanya..
Keduanya sama-sama melontarkan pujian meski hanya sebatas di hati saja,mulut keduanya sama-sama terbungkam meski terkadang perasaan itu terasa menggebu-gebu dan ingin segera di utarakan.
***
๐๐๐
๐ Rumah Ki Joko seger๐
Malam itu Bastian datang lagi kerumah tersebut setelah dia mendapatkan ancaman dari Bella tadi siang,Bastian sangat bernafsu dan ingin cepat-cepat bisa menakhlukan Bella sebab sifat Bastian yang memang selalu penuh dengan ambisi.
"Tidak bisa Bas..!!"Turur Ki Joko seger menjawab pertanyaan Bastian yang ingin segera memiliki Bella."Tinggalkan wanita itu,kau sama saja menghidupkan pematikmu sendiri."Imbuhnya memasang wajah serius.
"Buktikan jika kau paranormal yang paling sakti Ki..!! kau bilang bisa membereskan semua kesulitanku tapi ini apa!!kau bahkan menyuruhku mundur?kau tahu jika aku sangat membenci ucapan itu."Ucap Bastian yang terlihat sangat marah.
"Kau menumbalkan temannya itu saja sudah jadi kesalahan bagimu Bas,jika dia tahu semua itu aku tidak yakin kau akan bisa mengatasinya.Kalau kau ingin baik-baik saja,lupakan saja dia,jika perlu kau tidak usah bertemu dengannya lagi."
"Katakan padaku Ki,sebenarnya kekuatan apa yang ada pada diri Bella,aku tadi sempat bertatap muka dengannya dan rasanya Tatapan matanya langsung merobek-robek hatiku."
"Itu bukan kekuatan tapi Bella adalah titisan,dan yang menitis ke tubuhnya bukan sembarang makhluk Bas."
"Maksudnya Ki?"Tanya Bastian semakin ingin tahu.
"Dia sejenis jin putih yang berbentuk kucing,setahu aki jika jin seperti ini sudah menitis satu orang,kekuatannya akan melekat kuat pada orang yang di titis."Tutur Ki Joko seger menjelaskan.
"Darimana dia mendapatkan itu semua Ki,"
"Dia baik Bas,hal itulah yang menuntun dia mendapatkan ini semua,aku melihat seluruh tubuh Bella di lingkari awan hitam namun di dalam tubuhnya masih ada sinar yang tetap melindungi dia.Aki minta sebaiknya kamu tidak berurusan dengannya,kekuatan yang kita miliki sangat bertolak belakang dengannya,aki sudah tidak mau ikut campur Bas,jika kau bersih kukuh untuk mendekatinya,jangan salahkan aki jika dia berhasil membongkar semua aibmu."Kata aki dengan nada kasar.
"Jadi aki lepas tanggung jawab..!!!"
"Aki tidak ingin terjadi apa-apa denganmu."
"Bantu aku atau aku akan menyuruh pemilik liontin ini mengoyak habis tubuhmu itu."Kata Bastian mengancam.
"Aku tidak bisa melakukan apapun Bas,ini semua tergantung kamu,jika kau bisa mengambil simpatinya maka dia akan jadi milikmu.Tapi dia tidak akan mempan dengan semua jimatmu itu,sebenarnya apa yang kau harapkan dari dia..!!"
"Aku ingin menakhlukan dia Ki,aku tidak pernah tertarik pada wanita sampai seperti ini."Ucap Bastian menjelaskan.
Dasar bodoh..!! Dia bahkan tidak tahu jika Bella akan menghancurkan hidupnya,biar saja dia merasakan hal itu,aku juga sudah sangat lelah menuruti semua ambisinya yang terlalu berlebihan.Terserah apa yang akan dia lakukan aku sudah angkat tangan dan lebih menyayangi nyawaku daripada harus berurusan dengan wanita itu.-
Silahkan like ๐
Komentar ๐ฌ
Klikโฅ๏ธ
Vote juga please ๐
Terimakasih ๐
Salam Arabella Maheswari ๐