
Setibanya di kediaman Bastian, sebuah pesta besar tengah berlangsung di sana. Vero merasa terkesima melihat semua dekorasi yang terlihat mewah dan elegan. Vero di giring oleh Bastian lewat jalur belakang sebab Vero harus di rias dahulu seperti seorang pengantin pada umumnya.
"Terimakasih sayang." Ucapnya saat Bastian membukakan pintu kamar untuknya.
"Sama-sama sayang, cepat masuklah agar acara ini bisa segera berjalan." Jawab Bastian dengan nada datar.
"Hmm baik." Vero mencium pipi kanan Bastian dan segera masuk ke dalam untuk menjumpai perias pengantin yang sudah berada di dalam.
Sebuah gaun indah terpajang di kamar tersebut, membuat mata Vero berkaca-kaca melihatnya. Sehingga Vero tidak menyadari jika kedua perias yang ada di dalam terlihat sangat aneh, wajahnya terlihat pucat dengan mata merah yang menatap ke arah Vero. Kuku nya yang runcing perlahan menghilang setelah mereka sadar jika Vero tengah melihat ke arah mereka. Dengan senyum aneh mereka menyuruh Vero duduk di meja rias dan segera merias wajah Vero dengan kuku-kuku panjang mereka.
.
.
.
.
.
Sementara Bella dan Nathan sudah memilih untuk memesan sebuah gaun pengantin yang sesuai dengan keinginan Nathan. Sepulangnya dari butik, Bella memutuskan untuk pergi ke Kafe untuk bernyanyi beberapa lagu, karena sebentar lagi Bella tidak akan melakukan hal itu mengingat jika tiga minggu lagi dia sudah Syah menjadi istri dari Nathan. Bella tidak ingin mempermalukan keluarga Nathan jika dia terus bernyanyi di kafe setelah pernikahannya nanti.
Saat lagu kedua melantun, terlihat Farel dan Lena datang bersamaan dan hal tersebut cukup membuat perhatian Bella tersita. Tangan Bella melambai menyapa keduanya serayap tersenyum sebelum Bella kembali melanjutkan untum bernyanyi.
Setelah tiga lagu Bella bawakan, dia turun panggung dan menatap ke arah Lena dan Farel dengan senyuman penuh curiga.
"Apa yang kau lakukan Bella?" Protes Lena merasa aneh di tatap oleh Bella seperti itu.
"Ingat hei Lena! Kau sudah punya kekasih? Kenapa kalian jalan berdua." Jawab Bella curiga pada Lena dan Farel.
"Kita hanya berteman, bukan begitu Lena?" Sahut Farel.
"Hmm ya." Jawab Lena seolah sedang berbohong.
"Tidak ada pertemanan antara pria dan laki-laki, kecuali adanya perasaan." Tutur Bella mengedipkan matanya ke arah Lena, membuat wajah Lena langsung berubah warna.
"Itu urusan mereka sayang."
"Hmm ya, tapi selesaikan masa lalumu dahulu sebelum menjalin hubungan baru. Karena aku tidak membenarkan jika kalian berdua mempunyai hubungan yang merugikan orang lain." Jawab Bella meneguk air mineral di depannya.
"Tidak ada seperti itu." Protes Lena lagi.
"Ya sudah maaf jika aku salah." Tutur Bella menepuk lembut punggung Lena.
"Emm aku mau bercerita sesuatu Bella."
"Katakan saja."
"Kemarin waktu aku berkerja, ada pria yang mengaku sebagai pacar Karin, dia bertanya padaku soal kabar Karin. Aku bilang aku tidak tahu, lantas dia menanyakan soal alamat rumahmu. Ku bilang jika kau juga tidak tahu menahu soal keberadaan Karin, apa aku sudah berkata benar Bella?" Kata Lena menjelaskan.
"Hmm ya, itu lebih baik daripada terlalu banyak bicara sebab aku juga tidak tahu harus menjawab seperti apa. Jika aku jelaskan kebenarannya, aku juga tidak yakin ini semua bisa di terima dengan baik."
"Sudahlah, sebaiknya jika ada pertanyaan seputar itu. Lebih baik jika diam saja, karena jasad mereka saja bahkan tidak ada jadi memang sangat sulit untuk menjelaskan semuanya." Sahut Nathan menyela.
"Ganti topik, kenapa kalian membahas hal itu lagi? Aku bahkan masih mengingat rupa makhluk itu seperti apa." Protes Farel tidak ingin membahas tentang makhluk astral atau sejenisnya.
Semua tertawa mendengar ucapan dari Farel karena dia ternyata lebih penakut daripada Lena yang seorang wanita.
.
.
.
🚗Mobil Nathan🚗
Beberapa kali saat melalui jalan yang tidak terkena sorotan dari lampu jalan, sebuah sosok Ibu berkebaya berdiri di pinggiran jalan. Sosok itu menampakan diri namun hanya terdiam dengan raut wajah sedih yang selalu di perlihatkan dalam rentetan mimpi Bella setiap malam.
Siapa Ibu-ibu itu? Kenapa tidak berbicara namun menampakkan diri seperti itu. Tepukan lembut pada pundak Bella, membuyarkan semua lamunan Bella.
"Kau memikirkan apa?" Tanya Nathan.
"Bukan apa-apa, em Nath, apa besok aku sudah boleh berkerja?" Nathan mendesah lembut mendengar pertanyaan dari Bella.
"Apa kau kekurangan uang sayang?"
"Hanya satu bulan sayang, daripada kau berkerja tapi tidak fokus gara-gara persiapan pernikahan kita, bukannya lebih baik seperti itu."
"Hmm baiklah." Jawab Bella mendesah lembut.
"Kau mau membeli sesuatu?" Tanya Nathan.
"Tidak ada Nath."
"Apa aku boleh tidur bersamamu malam ini." Bola mata Bella langsung memutar ke arah Nathan dan menatap Nathan tajam.
"Kau berkata apa hah!" Runtuk Bella kesal.
"Maaf, aku salah berbicara. Maksudku, aku ingin tidur di kamar yang sama, kau tahu kan apa alasanku?" Jawab Nathan menjelaskan.
"Bukannya lutut mu nanti sakit?" Tanya Bella lirih.
"Aku akan membawa kasur lipat sebab sekarang kan sudah berbeda cerita, jika kemarin aku masuk diam-diam jadi tidak ada persiapan. Tapi jika sekarang, aku sudah mendapatkan izin darimu. Bagaimana?"
"Hmm ya asal kau tidak kabur saja."
"Aku tidak akan kabur sayang, aku bukan seorang pengecut seperti para mantan suamimu dulu."
Bella tidak menjawab pertanyaan itu, sebab dia memang tidak ingin membahas tentang masalah tersebut. Nathan yang tahu hal itu, hanya tersenyum tipis serayap fokus melihat ke arah jalan.
.
.
.
.
.
Vero merasa menjadi ratu malam ini, gaun mewah yang di pakainya membuat perasaan nya begitu bahagia. Para tamu undangan yang selalu melontarkan pujian untuknya, semakin membuat Vero tenggelam di antara sekumpulan makhluk yang wujud aslinya bermacam-macam. Vero belum menyadari jika yang berada di sekelilingnya saat ini bukanlah manusia tapi makhluk astral yang merupakan sekutu dari makhluk peniru Bastian.
Bastian mengiring Vero menuju ke tempat duduk yang di sediakan untuk kedua mempelai. Tidak ada pembukaan atau semacamnya seperti kebanyakan dalam pernikahan, mereka berdua hanya mengucapkan ikrar janji suci di depan semua tamu undangan yang berada di sana. Vero seakan terhipnotis, dia sadar saat semua tamu undangan bertepuk tangan ke arahnya serayap berteriak memberi selamat.
"Nyonya lapar ya." Kata Mbok Darmo yang tiba-tiba sudah berada di hadapan Vero.
"Iya Mbok." Jawab Vero meringis sambil menahan rasa nyeri di kepala yang tiba-tiba menyerang.
"Biar Nyonya ikut saya Tuan, saya sudah siapkan makanan khusus untuk nyonya." Tutur Mbok Darmo tersenyum aneh.
"Kamu ikut Mbok Darmo dulu sayang, aku akan menemui para tamu-tamu." Pinta Bastian.
"Apa tidak masalah jika aku meninggalkan para tamu?"
"Tidak masalah, kau terlihat pucat. Makanlah dahulu, setelah itu kau bisa kembali ke sini." Jawab Bastian membelai lembut puncak kepala Vero.
"Mari Nyah." Tangan Mbok Darmo meraih jemari Vero untuk pertama kalinya, Vero merasa aneh sebab tangan Mbok Darmo sangat dingin seperti tidak ada aliran darah berada di tubuhnya.
"Mbok Darmo sakit?"
"Kenapa berfikir seperti itu Nyah." Tanya Mbok Darmo tertawa cekikikan, membuat bulu kuduk Vero langsung berdiri sebab tiba-tiba dia mengingat perkataan dari penjual depot di depan.
"Tangan Mbok dingin banget."
"Sudahlah Nyah silahkan makan."
Kecurigaan Vero langsung menghilang setelah melihat makanan yang sudah tersaji di meja makan, aroma masakan itu terasa menusuk hidungnya seolah makanan itu sudah menjadi candu untuknya. Tanpa fikir panjang Vero duduk di meja makan dan menyantap hidangan tersebut dengan lahap. Mbok Darmo hanya berdiri dan memandangi Vero yang tengah memakan daging busuk serta belatung yang sudah menjadi makanan favoritnya.
Beberapa saat kemudian semua hidangan di meja habis dan sudah pindah pada perut Vero, dia sangat merasa kenyang sehingga punggungnya di sandarkan pada kursi meja makan. Bibirnya tersungging menatap ke arah langit-langit, dia tidak pernah merasa sepuas ini pada makanan. Hingga perlahan, matanya meredup seolah ada bius yang di bubuhkan pada makanan tersebut. Tubuhnya lunglai dan Vero tertidur dengan posisi duduk dengan sebuah senyuman yang menghiasi bibirnya.-
Review nya lama lagi😩maaf yah🙏
Harap sabar, pasti up kok👍
Silahkan like,Share dan Vote yah😁
Terimakasih 😁