
🏠Rumah Bella🏠
Bella membereskan semua baju lamanya ke dalam kardus,dia melipatnya secara rapi agar kardus tersebut dapat memuat semua bajunya sehingga dia tidak harus mencari kardus bekas lagi.Kemudian Bella memasukkan baju barunya yang tadi di belinya ke dalam lemari pakaiannya,bibirnya tersungging sambil mengangkat kardus tersebut dan menaruhnya di tempat sampah depan rumahnya.Setelah meletakkan kardus tersebut Bella kembali masuk rumah lalu meraih ponsel yang tergeletak di sofa ruang televisi.Dia langsung mengklik kontak Karin dan menghubunginya sebab dia merasa khawatir sejak tadi.
Via telfon📲
"Astaga kemana saja sih?"Bella tersenyum saat telfon tersebut langsung di angkat oleh Karin."Kata Lena kamu tadi sakit?"
"Hmm iya Bell,hari ini aku akan pulang ke rumah Bell."Kata Karin menjelaskan.
"Loh ada apa Rin?Apa ada hal penting?Kenapa mendadak?"Tanya Bella kaget.
"Nanti kalau sampai rumah baru aku ceritakan,aku menelfonmu agar kau tidak merasa khawatir padaku,dan aku berpesan padamu untuk menjauhi pak Bastian."
"Pak Bastian?Bukannya kemarin kau yang menyuruhku mendekatinya?"
"Hmm Bella aku pamit dulu,nanti ku ceritakan padamu oke."
"Hati-hati ya Rin,kabari aku jika sudah sampai."
"Hmm iya Bell,aku menyayangimu."
"Aku juga Karin."Tersenyum.
Tut...Tut...Tut...
Bella meletakan ponselnya dengan perasaan yang sangat tidak nyaman,dia merasa penasaran kenapa Karin tiba-tiba berbicara seperti itu padahal baru tadi pagi dia masih menjodoh-jodohkan Bastian padanya.
"Karin ada-ada saja sih,sebaiknya aku tunggu kabar darinya saja nanti."Bella beranjak dari tempat duduknya dan masuk ke dalam kamarnya.
***
🏠Kontrakan Karin🏠
Karin mengemas semua barang-barangnya pada tas besar miliknya,dapat di pastikan jika Karin adalah orang yang melihat adegan pembunuhan Aldo yang di lakukan oleh Bastian,bosnya sendiri.Karin belum tahu jika nyawanya terancam saat ini,dia berniat pulang sebab ingin menenangkan pikirannya agar dia bisa bersikap biasa saja saat bertemu Bastian nantinya.Karin bahkan tidak tahu jika Bastian sudah melihatnya tadi,harusnya dia bercerita pada Bella agar semuanya tidak menjadi terlambat seperti sekarang.
Dengan tangan gemetaran dia menarik resleting tas besar miliknya,dia hanya perlu menunggu sebuah mobil sewaannya datang dan segera pergi dari kota ini.
"Astaga...Aku tidak menyangka jika pak Bastian sekejam itu.Apapun kesalahan Aldo tidak seharusnya pak Bastian melakukan hal itu padanya.Aku tidak ingin terlibat masalah ini lebih jauh,biarkan saja aku tinggalkan perkerjaan ini dengan alasan akan menikah,nanti aku akan bicarakan alasan tersebut dengan Bella."Karin menjinjing tas besarnya dan hendak berjalan keluar namun seseorang memukul tengkuknya membuat dia pingsan dan tergeletak di lantai.Lelaki tersebut memakai penutup kepala sehingga tidak terlihat wajahnya.Dia mengangkat tubuh Karin dan memasukkannya pada mobil miliknya lalu segera pergi dari rumah Karin.
Skip
.
.
.
.
Nathan baru saja datang saat Bella tengah berada di atas panggung saat ini, lagi-lagi Nathan kembali menarik nafas panjang sebab semakin terkesimah dengan penampilan Bella yang terlihat anggun dengan dress biru di bawah lutut yang saat ini di pakainya.
Aku tidak yakin bisa menahan semua perasaanku sekarang... Kamu semakin terlihat cantik dengan busana yang kau pakai sekarang Bella..Aku harus bisa lebih menahannya lagi sebab aku tahu ini bukan saat yang tepat untuk mengungkapkan semua perasaanku..
"Astaga...Bellaku lihatlah,dia semakin cantik saja."Puji Farel yang tidak berkedip melihat ke arah Bella saat ini.
"Dia milikku.."Ucap Nathan lirih.
"Heii apa aku tidak salah dengar?Apa kau sudah..."
"Diamlah..Jika tidak ingin mulutmu aku tonjok sekarang."Ucap Nathan merasa kesal kepada Farel yang terkadang terlalu banyak bicara.
"Dasar batu...!! Apa kau sudah bilang jika kau tertarik padanya?"
"Apa kau pikir ini waktu yang tepat hah...!! Aku berucap seperti ini agar kau menjaga sikapmu itu sebelum aku mencongkel kedua matamu saat kau menatap milikku seperti itu."Sifat posesif Nathan sudah semakin terlihat sekarang.
"Hahahaha...Congkel saja mata seluru isi kafe ini,lihatlah mereka melihat Bella sampai sulit untuk berkedip."Nathan menatap tajam kearah Farel dan membuat nyali Farel langsung menciut."Iya...iya Bella milikmu sudah..!! Jangan kau tatap aku seperti itu,apa kau serius dengan itu Nath?Kau tidak takut dengan riwayat hidup Bella yang sangat banyak misterinya."Tanya Farel tidak yakin.
"Asal Bella setia..Aku tidak takut dengan apapun yang terjadi nantinya,sebab percuma jika aku berniat mundur.Rasanya tidak bisa,aku bahkan selalu memikirkannya setiap detik dan hal itu sangat membuatku gila."Ucap Nathan menjelaskan.
"Rahasiakan ini..Aku tidak ingin menambah beban hidupnya."
"Oke Nathan,rahasia terjamin aman,ya sudah aku pergi,sudah ada kamu di sini, aku tadi menemaninya sebentar sebab dia terlihat sendirian."Tersenyum.
"Kau mau kemana?"
"Biasa...Pacar baru hahaha..Sampai jumpa besok di kantor bosku ..."Menepuk pundak Nathan lembut dan berjalan keluar kafe.
Empat lagu Bella bawakan,dia pun turun dan langsung duduk serayap meneguk minuman di depannya seperti biasa.Tangannya langsung merogoh ke tas dan memeriksa ponsel miliknya,dia mendesah lembut setelah melihat belum ada kabar apapun dari Karin.
"Memikirkan sesuatu Bell?"Tanya Nathan yang sedari tadi merasa tidak di anggap.
"Hmm...Aku menunggu kabar dari temanku."Jawab Bella memasukan kembali ponselnya kedalam tas.
"Memangnya temanmu ke mana?"
"Dia tadi pamit pulang ke rumahnya hanya saja ini sudah dua jam lebih tapi aku masih belum mendapat kabar apapun."Raut wajah Bella terlihat gelisah.
"Sudah coba kau hubungi?"
"Hmm nomernya tidak aktif..Dan perasaanku sangat tidak enak.Ahhh...Apa aku berlebihan memikirkan ini, tapi rasanya sungguh tidak nyaman."Menyandarkan punggungnya pada sofa.
"Ingin ku antarkan ke sana?"
"Kau gila..!!"
"Selalu sekasar itu."Ucap Nathan kesal.
"Itu adalah tempat....Ahhhh...Tidak perlu kau tahu itu tempat apa."Melirik malas ke arah Nathan."Mana Farel?Apa kau mengusirnya?"Tanya Bella ketus.
"Kalau tidak berucap kasar kau pasti menuduhku macam-macam,untuk apa aku mengusir temannku sendiri?Dia memang mau pulang sebab ingin berjalan bersama pacar barunya.."Tutur Nathan menjelaskan.
"Ohh...Kau belum punya pacar Nath?"Tanya Bella tiba-tiba.
"Untuk apa bertanya begitu."Melihat ke arah Bella.
"Hanya sekedar bertanya..Dengan wajah tampanmu pasti kau dengan mudah mendapatkan seorang pacar kan?"
"Pertanyaan itu sungguh tidak penting."Jawab Nathan singkat.
"Heiii ini penting tahu..!!Aku pernah di tuduh pelakor sebab terlalu akrab dengan seseorang,padahal kita hanya berteman saja...Itu sungguh mengesalkan,aku menyuruhnya pergi karena tidak ingin membuat pacarnya marah."Ucap Bella bercerita.
"Aku tidak mempunyai pacar atau semacamnya,jadi kau tidak perlu khawatir akan itu."
"Aneh sekali, padahal kau tampan.."
"Aku pemilih...Itulah alasannya."
"Wajarlah..Kau tampan juga kaya jadi hmm harus melihat bibit dan bobotnya kan."Tersenyum ke arah Nathan."Tipe cewekmu seperti apa Nath?Mungkin saja aku bisa mencarikannya."Ucap Bella yang semakin membuat Nathan geram.
"Seperti kamu.."Jawab Nathan melihat ke arah Bella yang langsung melebarkan matanya menatap ke arah Nathan.-
Holla🙋
Terima kasih yang masih setia😘
Silahkan like 👍
Komentar 💬
Klik♥️
Vote juga please 😘
♥️Salam sayang♥️
Arabella Maheswari 😉