Arabella Maheswari

Arabella Maheswari
Chapter 27



Bella kembali menatap liontin milik Bastian yang cukup menarik perhatiannya,dia menarik nafas panjang sebab ingin menenangkan perasaanya agar tidak terbawa emosi dengan semua omong kosong yang di lontarkan Bastian.


"Apa kau masih tidak percaya Bella?"Tanya Bastian memastikan.


"Hmm baik,aku akan mencoba percaya Bas."Tersenyum tipis.


"Termasuk percaya jika aku menyukaimu??"Bastian kembali beradu manik dengan Bella.


"Sangat percaya Bas."Jawab Bella membalas tatapan manik Bastian.


Aku tidak akan melepaskanmu Bastian jika kamu terbukti ada hubungannya dengan menghilangnya Karin secara tiba-tiba..Aku sangat mencurigaimu sebab kenapa kau orang yang pertama harus tahu masalah ini..


"Lantas bagaimana tanggapanmu Bella??"


"Tidak ada."Jawab Bella singkat.


"Aku akan menerima kekuranganmu."Imbuh Bastian yang tidak dapat menahan lagi perasaannya.


"Maaf aku tidak bisa Bas,masih banyak hal yang perlu kufikirkan termasuk memikirkan soal menghilangkannya Karin secara tiba-tiba."Tersenyum tipis.


"Dia menikah Bella bukan menghilang."Jawab Bastian kembali menyakinkan.


"Untuk saat ini aku percaya,tapi jika aku menemukan bukti lain..!! Aku tidak akan pernah melepaskan orang yang sudah membuat sahabatku menghilang."Ucap Bella menatap tajam ke arah Bastian.


Deg...!!! Hati Bastian mulai bergetar takut melihat tatapan Bella yang seakan mengiris perasaannya.


"Apa kau menuduhku berbohong Bella"Tutur Bastian yang masih mencoba bersikap lembut.


"Tidak juga..Hanya saja aku lebih mengenal Karin daripada siapapun juga,Emm baik aku permisi."Berdiri."Aku membatalkan janjiku padamu weekend besok,jika kau ingin memecatku sekarang karena hal itu.Aku akan keluar dari perkerjaan ini sekarang juga..!"Ucap Bella tegas serayap melenggang keluar ruangan Bastian.


"Aaaaaggggghhhh sial...!!!"Bastian mengobrak-abrik isi mejanya setelah melihat kenyataan jika Bella berbalik mengancamnya."Aku sudah salah dalam melangkah,jika dia sampai tahu aku membunuh sahabatnya bagaimana?Aku harus segera menemui Ki Joko seger agar dia cepat menemukan cara menakhlukan Bella."Ucap Bastian serayap mengepalkan kedua tangannya erat.


Bella melenggang menuju ruang karyawan untuk mengambil tasnya,dia berniat pulang hari ini.Bella bahkan tidak perduli jika harus kehilangan perkerjaanya,yang ada di fikirannya sekarang adalah mengetahui kejelasan soal Karin.Saat dia hendak keluar,tidak sengaja dia berpapasan dengan Dika.


"Apa kau sakit Bell?"


"Tidak Dik."


"Lantas kenapa kau pulang?"


"Aku tidak bisa fokus berkerja,jadi percuma saja.Apa kau sudah mendengar kabar soal Karin yang akan menikah?"Tanya Bella menatap lekat Dika.


"Hmm semua karyawan membicarakannya."


"Apa kau percaya pada berita itu?Kau juga lumayan kenal dengan Karin Kan?Dia bukan tipe orang yang tertutup apalagi denganku,bagaimana mungkin dia tidak berbicara apapun padaku lantas keluar gosip seperti itu.Aku merasa ada yang aneh Dik."


Sekilas Dika melihat sekelebat bayangan pak Bastian yang tengah bersembunyi di balik tumpukan kardus.


Aku mau berbicara jika aku juga tidak percaya pada berita itu,bahkan kemarin aku melihat raut wajah Karin yang ketakutan setelah dia berpamitan akan ke ruangan Aldo untuk menemani Bella meminta seragam baru.Dan saat aku ingin mencari tahu semua itu,kantor Aldo sudah tertutup sampai saat ini,aku bahkan tidak melihat Aldo sejak pagi kemarin sampai sekarang.Aku merasa ada yang aneh dari pak Bastian,kenapa dia bersembunyi di situ jika dia tidak melakukan apa-apa.Sebaiknya aku berpura-pura tidak tahu saja dan mencari waktu yang tepat untuk bercerita pada Bella,rasanya pak Bastian mempunyai kepribadian yang sulit untuk di tebak.


"Emm mungkin saja berita itu benar Bell."Tersenyum."Anggap saja Karin akan di jodohkan atau apa gitu, sehingga dia harus memutuskan semuanya dengan cepat."Jawab Dika yang tahu jika Bastian sedang mendengarkan pembicaraan mereka sekarang.


"Entahlah Dik,aku pulang dulu ya."


"Besok kau masuk kerja?"


"Aku tidak tahu,aku duluan."Menepuk lembut pundak Dika dan keluar dari pintu belakang.


Dika berekspresi biasa saja dan kembali berjalan, lalu dia berhenti saat melihat pak Bastian yang sedang berpura-pura menelfon seseorang.Dika menunggu telfon tersebut selesai dan tersenyum ke arah Bastian yang saat ini melihat ke arahnya.


"Emm kebetulan bapak di sini,tadi Bella izin untuk pulang."Tutur Dika yang tidak ingin Bastian curiga.


"Hmm begitu,dia sakit atau apa?"


"Saya nggak tahu pak,dia hanya bilang akan pulang begitu saja."Tersenyum.


"Hmm ya sudah kembali berkerja."


"Baik pak permisi."Dika menunduk sebentar dan berjalan melewati Bastian yang masih menatapnya lekat.


Setibanya di sana Bella tersenyum saat mendapati William yang kebetulan tengah berada di luar dengan dua orang temannya.


"Haii Bella..."Kata William yang langsung berdiri dan menyambut kedatangan Bella.


"Haii juga Will maaf menganggu waktumu."


"Ahh tidak... Duduklah.."Ucap William mempersilahkan Bella duduk dan ikut bergabung.


"Sepertinya bukan kekasihmu Will."Tutur teman William yang langsung terpesona dengan sosok Bella.


"Memang bukan,dia adalah teman kekasihku."Tersenyum."Kenapa tidak datang bersama Karin?"


Deg...!!!


Pertanyaan itu sontak membuat mata Bella langsung melebar,sebab itu berarti William tidak tahu jika kabarnya Karin akan menikah.


"Kau serius tidak tahu soal kabar Karin?"


"Hmm tidak... Dari semalam aku mencoba menghubunginya tapi nomernya mati."Ucap William menjelaskan."Memangnya ada apa sih Bell?"Imbuh William yang merasa curiga melihat raut wajah Bella saat ini.


Sebaiknya aku tidak bilang jika Karin menghilang...Sepertinya William tidak tahu apa-apa soal ini ..


"Aku mau mengatakan jika Karin pulang kampung jadi untuk sementara waktu dia tidak bisa menghubungimu."Tersenyum.


"Ahh begitu... Kenapa dia tidak berpamitan langsung saja."


"Ponselnya hilang saat di jalan,aku sendiri baru tahu tadi saat dia menelfonku dengan nomer ayahnya."Ucap Bella terpaksa berbohong.


"Hmm ya sudah jika seperti itu,aku tadi berniat akan menjemputnya hari ini,jika dia pulang kampung ya sudah aku tidak jadi menjemputnya."Tersenyum ke arah Bella.


"Kau tidak berniat mengenalkan dia pada kita Will?"Sahut teman William yang sedari tadi memperhatikan Bella.


"Kau mau berkenalan dengan temanku Bell?"Tanya William.


"Aku Bella."Bersalaman sebentar dengan kedua teman william."Baik aku permisi Will."Ucap Bella yang langsung berdiri setelah bersalaman.


"Baru juga kenalan sudah mau pergi."


"Hmm maaf aku banyak keperluan,permisi semua.."Bella tersenyum sebentar dan berjalan pergi.


"Bukannya dia si janda yang terkenal itu Will,yang katanya mengerikan."Ucap salah satu teman William.


"Huuusss..!! Jaga bicaramu,kalian lihat dia mengerikan nggak?"


"Mengerikan apanya,malah cantik banget ya kelihatannya.."Tutur salah satu teman William.


"Itu berarti kalian jangan sepenuhnya percaya pada gosip yang belum tentu kebenarannya,jadi nongkrong nggak?mumpung doi aku lagi nggak ada."


"Ya sudah ayo ganti baju."


Ketiganya pun langsung berjalan masuk ke kost-annya masing-masing.-


Holla๐Ÿ™‹


Terimakasih yang masih setia ๐Ÿ˜˜


Silahkan like ๐Ÿ‘


komentar ๐Ÿ’ฌ


klik'โ™ฅ๏ธ


Vote juga please ๐Ÿ˜˜


salam sayang โ™ฅ๏ธ


Arabella Maheswari ๐Ÿ˜‰