Arabella Maheswari

Arabella Maheswari
Chapter 36



Setelah kepergian Bella dari depot,seluruh pengunjung depot mual-mual karena merasa jika makanan yang mereka makan basi,bahkan ada sebagian yang mengeluarkan belatung.


Hoooekkk...Hoooekkk...


"Apa yang kau jual ini Heii bapak..!! Sialan!!! Kalau jualan itu yang benar..!!"


Semua pun pergi serayap menghujat dengan berbagai kalimat kotor dan kasar.Pemilik Depot itupun merasa sangat binggung dengan kejadian yang menimpanya malam ini.


"Kenapa bisa seperti ini pak?"Tanya pegawai yang memang tidak ikut memasak semua menu di situ.


"Pasti ada yang iri pada bapak dan membuat makanan di sini jadi basi."Tutur pemilik depot melemparkan Tuduhan palsu demi nama baiknya.


"Bukan hanya Basi pak tapi ada belatungnya.. Hoooekkkk..." Pegawai itu lari ke kamar mandi dan muntah-muntah.


Sial...!! Aku.. harus ke ki Broto untuk meminta bantuan..!!


Dengan terpaksa pemilik depot itu menutup Depotnya lebih awal dari biasanya.Sementara di warung kecil yang berada di seberang jalan,ibu itu segera menyuruh suaminya memasang plastik yang berisi sehelai rambut Bella ke atas pintunya.


"Untuk apa ini Bu?"Tanya sang suami yang mulai menaiki kursi untuk memasang benda itu.


"Ibu juga nggak tahu pak,tadi ada wanita cantik yang nyuruh ibu masangin ini di pintu."Jawab ibu itu menjelaskan.


"Sudah Bu."Sang suami pun turun."Apa dia paranormal Bu?"


"Sepertinya bukan pak,tapi ya sudah ibu nurut saja pak mungkin dengan ini dagangan kita lumayan laku daripada biasanya yang sehari cuma dapat lima sampai empat orang."Tutur ibu itu yang sudah lelah sebab setiap hari harus merugi.


"Sebenarnya bapak nggak suka pakai Jimat-jimat gini,soalnya takut dosa buk."


"Ibu juga tadi sudah ngomong begitu pak,tapi kata dia ini bukan jimat tapi cuma rambut.Ibu bilang iya saja soalnya ibu lihat juga isinya cuma rambut,bahkan tadi ibu lihat sendiri kalau rambut itu ngambilnya dari kepalanya bukan rambut mayat atau semacamnya."Imbuh ibu itu menyakinkan suaminya.


"Semoga ini bentuk dari pertolongan Tuhan ya buk."


"Amin bapak."Jawab ibu itu tersenyum.


"Pak saya pesen Ayam gepreknya dua ya,emm minumnya teh hangat saja."Sahut dua orang pelanggan yang sudah berdiri di salah satu meja.


"Baik Tuan tunggu sebentar."Ucap ibu itu yang langsung membuatkan pesanan pelanggan itu.


Syukurlah ya Tuhan. Batin ibu itu merasa senang.


πŸš—πŸš—πŸš—


πŸŒ™Mobil NathanπŸŒ™


"Kamu tadi ngapain sih bell?"Tanya Nathan penasaran.


"Cuma nolong sedikit saja Nath,mengambil apa yang sudah menjadi hak ibu itu."Tersenyum menatap Nathan.


"Apa kamu tahu hal-hal seperti itu?"


"Hmm sebenarnya tahu sedikit Nath,tapi jarang Tampak juga kalau energinya lemah."


"Maksud kamu?"


"Makhluk yang nggak bisa terlihat sama mata manusia biasa,seperti Jin yang berbentuk makhluk seperti pocong atau Kuntilanak.."Jawab Bella menjelaskan.


"Hah... Kamu bisa lihat hal seperti itu?"Tanya Nathan kaget.


"Hmm iya kalau dia punya energi kuat jika lemah aku cuma bisa rasain kehadirannya saja lewat suara atau perasaan yang nggak nyaman."Tersenyum.


"Sejak kapan kamu tahu hal seperti itu Bell?"


"Nggak tahu juga pastinya kapan tapi aku sering lihat di tempat-tempat yang seperti tadi."Jawab Bella.


"Kata kamu takut dengan arwah gelandangan itu,lantas kenapa kamu nggak takut dengan makhluk seperti itu..??"


"Kalau arwah kan berbentuk orang dengan wajah pucat,jadi aku takut.Tapi kalau seperti pocong dan lain-lain kan cuma jin yang menjelma jadi sosok itu jadi aku anggepnya boneka yang punya wajah jelek,bahkan wajah mereka saja seperti gumpalan daging dan nggak ada bentuknya jadi aku nggak takut."Kata Bella yang membuat Nathan mengeleng-gelengkan kepalanya.


"Kau memang manusia aneh Bell,masa nggak takut sama begituan? Berarti tadi kamu berbicara dengan salah satu dari makhluk itu?"


"Hmm iya dengan si cantik kuntilanak,mereka selalu senang kalau aku panggil cantik."Jawab Bella terkekeh."Kasihan ibu tadi,warungnya sepi gara-gara jalannya ada yang menghalangi jadi aku memberikan sedikit pelajaran pada pemilik Depot yang nggak mau di ajak kerja sama."Imbuh Bella menjelaskan.


"Lantas rambutmu tadi untuk apa?Siapa yang memberitahu hal itu?"


Nathan meminggirkan mobilnya dan menyentuh rambut panjang Bella lalu menciumnya.


"Wangi..Kau bilang tadi jarang keramas?"


Bella kembali terkekeh."Aku hanya asal ngomong sebab aku sendiri binggung harus menjelaskannya seperti apa."


"Astaga....."Nathan kembali melajukan mobilnya.


Dia benar-benar wanita spesial,aku bahkan tidak menyangka jika dia tahu hal yang seperti itu.Aku jadi tahu sebenarnya Bella adalah wanita yang rendah hati,dia tidak pernah memamerkan kelebihannya jika tidak sedang terdesak.Aku jadi ingin tahu bagaimana nasip warung ibu itu sekarang..


Drrrttt...drrrtttt ...drrrtttt...


Nomer siapa ya..


Via telfon πŸ“²


"Ya Hallo."


"Ini aku Ika Bella."


"Hmm ya Ika ada apa?"


"Kakakku menemukan ponsel dan motor Dika di jalan persawahan,tapi kak Dika nggak ada Bell,ini juga Ayah sama ibu kak Dika ke rumah mereka pikir kak Dika nginep di rumah aku.Aku khawatir banget Bell."Kata Ika menangis terisak.


"Aku ingin ke sana Ika,tapi ini sudah terlalu malam,emm besok pagi aku akan ke rumahmu agar kau bisa cerita lebih banyak lagi."Jawab Bella menyarankan.


"Iya Bella,aku juga nggak nyuruh kamu ke sini malam ini kok.Cuma aku mau nanya saja mungkin kamu tahu tempat nongkrong kak Dika atau kamu tahu dia ngomong apa saja saat terakhir kalian bertemu?"


"Dua hari lalu saat aku mau pulang pagi itu,aku cuma mengobrol biasa pada Dika,itu saja.."


"Ya sudah Bella,aku tunggu kedatanganmu besok,nanti aku shareloc ya."


"Hmm baik,yang sabar ya."


"Iya terima kasih."


"Sama-sama."


Tut..Tut...Tut...


Bella menarik nafas panjang dan ingin mencerna semua kejadian yang terjadi akhir-akhir ini,Karin saja belum di temukan sekarang sudah di tambah dengan hilangnya Dika.Pikiran Bella masih menaruh curiga pada Bastian,dia merasa jika Bastian itu terlihat sedikit aneh.Yang paling menarik perhatian Bella adalah liontin yang di pakai Bastian,saat dia menatap liontin itu rasanya dia melihat ada sesuatu di liontin itu.


"Apa ada hal yang terjadi Bell."Ucapan Nathan membuyarkan lamunan Bella.


"Dika menghilang,dan kakaknya Ika menemukan ponsel dan motor Dika yang tergeletak di jalan persawahan."Kata Bella menjelaskan.


"Ohh Tunangan temanmu tadi?"


"Hmm dia termasuk lelaki yang baik dan sopan."Menarik nafas lembut."Aku merasa ada sesuatu yang ganjal di sini,aku masih berusaha mencari tapi belum menemukannya.Aku boleh bertanya sesuatu Nath."Tutur Bella memutar tubuhnya ke arah Nathan.


"Katakan saja Apa?"


"Apa Bastian mendalami suatu ilmu?"


Deg...!!!


Nathan menarik nafas panjang mendengar pertanyaan Bella. Apa aku harus menjawab semuanya dengan sebenarnya?-


Holla...


Silahkan like πŸ‘


Komentar πŸ’¬


Klik β™₯️


Vote juga please 😘


Salam Arabella Maheswari πŸ˜‰