
🚗Mobil Nathan🚗
Beberapa menit mobil Nathan melaju, namun tidak ada obrolan sedikitpun. Nathan merasa tidak enak dengan kejadian tadi yang menimpa Bella, sedangkan Bella sendiri sedang pura-pura marah pada Nathan.
"Maaf untuk tadi." Tutur Nathan memulai obrolan.
"Sudah ku bilang jika tidak akan ada bedanya aku memakai baju seperti ini, semua lelaki selalu bersikap seperti itu kepadaku." Jawab Bella melirik kesal ke arah Bella.
"Kamu kelihatan lebih baik dengan baju sopanmu itu Bell."
"Ya itu menurut pendapatmu kan, bagi orang lain tidak akan ada bedanya. Lain kali tidak perlu mengajakku ke acara seperti itu, kau harus tahu, selain aku wanita yang aneh, mungkin aku juga pembawa sial..!!" Kata Bella fokus melihat ke arah depan.
"Apa hubungannya dengan itu? Clien ku saja yang br#ngsek, tidak perlu kau merasa seperti itu." Jawab Nathan yang selalu memberi semangat meski nadanya sedikit kasar.
"Hmm ya... Aku hanya berfikir soal Karin dan Dika, apa mereka mengalami hal mengerikan karena dekat denganku?" Menatap ke arah Nathan.
"Itu sudah takdir Bella, tidak ada manusia yang membawa sial atau apapun itu.."
"Kamu tidak pernah tahu Nath, aku sudah bertahun-tahun seperti ini. Aku di usir ayahku karena dia berucap seperti itu padaku, bahkan terakhir kali aku bertemu keluarga Karin. Emm mereka melarang Karin berteman denganku karena menganggap aku seperti itu. Dan setelah semua kejadian yang terjadi akhir-akhir ini membuatku sedikit percaya atas ucapan jika aku wanita pembawa sial." Tutur Bella menjelaskan.
Nathan meminggirkan laju mobilnya sebab mendengar nada bicara Bella yang sudah membahas hal yang tidak-tidak.
"Percayalah padaku Bella, kamu hanya butuh waktu untuk bersabar sedikit lagi." Nathan langsung memutar badannya ke arah Bella yang saat ini sedang melihat lurus ke arah depan.
"Dasar anak kecil...!! Kamu tidak tahu betapa melelahkannya hidupku ini..!! Dulu aku memiliki Karin yang selalu ada untukku, tapi sekarang! Satu-satunya orang yang berarti di hidupku menghilang secara tiba-tiba. Rasanya aku sudah tidak bersemangat melakukan apapun dari kemarin." Tutur Bella serayap menunduk sebab matanya mulai berkaca saat ini.
Ya siapa yang tidak lelah dengan kehidupan yang di jalani Bella, jika dia wanita biasa mungkin saja dia sudah mengakhiri hidupnya dari dulu. Bella bertahan sampai sejauh ini karena adanya Karin yang selalu mendorong dia untuk tidak menyerah pada keadaan. Namun sudah beberapa hari ini tidak ada kabar apapun dari Karin. Bella mencoba percaya dengan bukti yang di perlihatkan oleh Bastian, namun tetap saja dia lebih mempercayai sahabatnya daripada seseorang manapun.
"Ku pikir kau wanita dewasa Bella??" Kata Nathan yang tahu jika mata Bella mulai berkaca saat ini.
"Apa maksudmu anak kecil..!!" Jawab Bella yang masih tidak melihat ke arah Nathan sebab dia tidak ingin menangis di depannya.
"Bukannya wanita dewasa selalu berfikiran luas, sebab tentu pengalaman hidupnya sudah sangat banyak. Tapi ada kalanya juga seorang wanita dewasa harus menangis, sebab seseorang menangis itu terkadang bukan karena dia ingin menyerah, tapi agar perasaannya bisa menjadi lebih baik." Tutur Nathan tersenyum tipis.
"Aku tidak ingin menangis.." Jawab Bella merasa tersinggung dengan ucapan Nathan.
"Aku tidak menyebut kamu ingin menangis, kenapa kau jadi tersinggung seperti itu." Kata Nathan yang memang bertujuan agar Bella merasa lebih baik.
"Yah... Terserah..! Kenapa kau berhenti Nath." Tanya Bella yang masih tidak melihat ke arah Nathan.
"Tidak perlu malu, jika ingin menangis, menangis saja agar perasaanmu terasa lebih baik." Tutur Nathan yang tidak memperdulikan pertanyaan Bella tadi.
"Aku tidak sedang ingin menangis heii Nathan..!!" Jawab Bella yang masih tidak mengaku.
"Terus kenapa kau tidak melihat ke arahku?" Menarik nafas panjang."Aku akan jadi penganti Karin, jika kau ingin bercerita soal apapun ceritakan saja padaku." Imbuh Nathan.
"Kau pasti akan meledekku." Jawab Bella yang selalu menutupi perasaannya dengan suara ketusnya.
"Jika terdengar tidak baik, aku akan berprotes. Aku perduli padamu Bell, dan aku menyanyangimu, jadi terima protesanku sebab aku melakukan itu karena aku tidak ingin kau kenapa-napa." Tutur Nathan yang nada bicaranya mulai terdengar kasar.
"Hmm baik nanti ku jemput." Nathan mulai melajukan mobilnya lagi.
"Hmm terserah...!! Apa bisa aku menolak keinginanmu itu." Bella menyandarkan punggungnya pada tempat duduk mobil.
Aku ingin sekali membantumu Bella, Tapi aku binggung harus memulai semuanya dari mana? Masalahmu bahkan tidak bisa di jangkau oleh nalar manusia, dan sedikitpun aku tidak tahu menahu tentang dunia seperti itu..
Kau sangat membuatku merasa nyaman Nath, dan sekarang aku sangat takut jika suatu saat kamu akan mendapatkan dampak dari kesialan dariku...
🏠🍽️🏠
Jam empat sore, warung kecil yang di beri bantuan oleh Bella terlihat sudah tutup. Pasangan suami istri itu merasa bersyukur dengan ini, mereka sempat melihat ke arah depot yang berada di depan. Di sana tidak ada pembeli satupun sejak tadi pagi sebab memang sebenarnya makanan di sana sangat tidak enak jika tidak mendapatkan bantuan dari makhluk tidak kasat mata.
"Kok tumben warung depan sepi Buk." Tutur sang suami serayap membersihkan piring-piring kotor.
"Ibu nggak tahu pak, sejak wanita cantik itu datang ke sini, kenapa semua jadi berbanding terbalik begini pak?"
"Bapak ingin bertemu dengan wanita itu Bu, agar Bapak bisa bertanya dengan jelas."
"Hmm iya Pak, ibu juga jadi penasaran dan sedikit ragu. Ibu takut kalau semua yang kita dapatkan ini nggak halal, tapi yah itu pak, wanita itu kelihatannya cuma wanita biasa dan bukan paranormal."
"Semoga saja ini semua cuma pertolongan Tuhan lewat dia ya Buk, kita ini cuma orang awam dan nggak tahu apa-apa."
"Iya pak, semoga juga wanita itu ke sini lagi biar hati Ibu juga tenang dengan uang yang kita hasilkan dari warung ini adalah uang halal."
🍽️🍽️🍽️
Sementara di depot, sudah seharian ini Ki Broto berada di sana dan masih berusaha mencoba mengambil rambut yang di tanam oleh Bella di depan depot itu.
"Bagaimana ini Ki, masa nggak bisa juga."
"Tenagaku sangat terkuras di sini, aku bahkan tidak tahu ini ilmu macam apa dan kenapa depotmu jadi sepanas ini?" Tutur Ki Broto yang terlihat bermandikan keringat.
"Iya Ki padahal saya sudah menyalakan kipasnya." Jawab pemilik depot menjelaskan." Emm Ki bagaimana jika aki mengirimkan makhluk Aki yang paling kuat untuk mengangu warung di depan, aku tidak rela melihat warung depan jadi ramai seperti tadi. Lihatlah depotku sekarang, aku bahkan tidak mendapatkan satu pelanggan pun dan harus terpaksa meliburkan karyawanku."
"Sabarlah ..Malam ini aku akan ke guruku untuk mencari bantuan." Tutur Ki Broto sambil terus berfikir.
Aku yakin jika ilmu wanita itu setara dengan guruku .. Aku akan kesana nanti.-
Holla yang masih setia😁
Silahkan like 👍, komentar 💬, klik♥️,Vote juga please 😘,dikit nggak apa-apa asal ikhlas wkwkwkw..
Terima kasih
♥️Salam sayang♥️
Love you All 😘