Arabella Maheswari

Arabella Maheswari
Chapter 53



Nathan tersenyum saat melihat Bella mengikatkan sehelai rambut miliknya di tangan kirinya. Sebab telah terjadi getaran aneh di dalam hati Nathan saat ini, dia merasa benar-benar jatuh hati pada wanita yang berada di hadapannya. Bukan saja paras Bella yang membuat Nathan jatuh hati namun rasa perduli Bella, juga kelembutan Bella yang sesekali terlihat. Hal tersebut semakin membuat Nathan jatuh dan terus jatuh ke dalam hati Bella yang mungkin sudah tidak dapat di ukur dalamnya seperti apa.


"Hmm Ibu, maukah Ibu jadi saksi hari pertunangan kita berdua." Tutur Nathan saat melihat Ibu warung menyajikan makanan di hadapannya.


"Maksudnya Aden?" Jawab Ibu itu tersenyum.


"Ibu lihat sendiri, dia sudah mengikat tanganku seperti ini. Bukannya itu sudah mirip seperti acara pertunangan." Kata Nathan tersenyum ke arah Bella yang saat ini melihatnya kesal.


"Iya Ibu sudah jadi saksi cinta kalian berdua."


Bella menarik nafas panjang dan langsung melepaskan jemari tangan Nathan begitu saja." Kau dengar sendiri sayang." Tangan Nathan langsung merangkul kedua pundak Bella." Emm Bu tolong fotokan kami berdua." Imbuh Nathan mengeluarkan ponselnya.


"Baiklah Aden."


Tanpa berprotes Bella tersenyum aneh saat Ibu tersebut memfotonya berdua dengan Nathan. Bella tidak banyak bicara sebab dia tidak ingin sang Ibu mendengar perdebatan Nathan dengannya yang terkadang sangat tidak penting. Setelah Ibu tersebut berpamitan ke belakang, Bella langsung melirik kesal ke arah Nathan yang tengah melihat hasil foto tadi.


"Kau terlihat sangat bahagia di foto ini." Kata Nathan sengaja mengoda Bella sebab terlihat jelas jika senyuman Bella sangat memaksa.


"Hmm yah terserah! Aku sudah lelah berprotes denganmu." Jawab Bella yang mulai menyantap hidangan di depannya.


"Aku akan menggendongmu jika kau merasa lelah." Mengusap lembut puncak kepala Bella dan mulai menyantap makanan di hadapannya." Terimakasih sudah mengkhawatirkanku." Imbuh Nathan lirih.


"Aku hanya tidak ingin di salahkan oleh Pak Salim jika kau sampai terluka karena berdekatan denganku!"


"Ohh... Begitu.. Kau selalu saja berbohong pada dirimu sendiri. Aku tunggu sampai kau mengakui perasaanmu itu Bella." Jawab Nathan santai.


Bella hanya fokus makan dan tidak merespon ucapan dari Nathan yang selalu membuat jantungnya berdebar kencang. Di tengah makan malam mereka, terdengar suara gaduh yang berasal dari luar. Orang yang berada di luar berteriak-teriak seperti seseorang yang tengah kesetanan. Bella dan Nathan langsung saja menyudahi acara makannya dan berjalan keluar warung. Ibu warung dan suaminya juga akan ikut keluar namun Bella mencegahnya, sebab Bella melihat pemilik depot bersama Ki Broto tengah berada di luar warung tersebut. Mereka berdua tidak dapat menjangkau ke dalam warung karena warung tersebut sudah di tandai Bella sebagai wilayahnya, dan itu berarti seseorang yang mempunyai aura negatif tidak akan bisa masuk.


"Aku ikut." Pinta Nathan.


"Kau di sini saja Nath, emm kau lihat dia membawa siapa? Jadi kau perhatikan dari sini saja." Jawab Bella yang tidak ingin Nathan terluka.


"Aku sudah memakai ini." Menunjukan jari tengahnya.


"Hmm itu hanya untuk melindungimu saja. Percayalah padaku, jika kau ikut, ini malah menyulitkan ku." Tutur Bella memohon.


"Baiklah aku akan di sini melihatmu." Jawab Nathan yang terpaksa menuruti apa kemauan Bella, sebab dia memang tidak tahu menahu soal dunia seperti ini.


"Terima kasih sudah memahami, emm Ibu bapak jangan keluar dari warung apapun yang terjadi, aku ingin berbicara dengan mereka secara baik." Pinta Bella tersenyum.


"Baik Non, astaga semoga Tuhan selalu melindungi Nona."


Bella terkekeh melihat kekhawatiran Ibu warung." Tidak akan terjadi apa-apa Ibu." Jawabnya tersenyum manis serayap melangkah maju keluar warung.


Ki Broto yang tidak percaya dengan ucapan Gurunya sedikit gemetaran saat melihat Bella keluar dengan sebuah benda mengkilap yang terlihat samar pada dahinya. Ki Joko seger sudah memperingati Ki Broto untuk tidak menuruti permintaan pelangganya itu, sebab dia tahu jika Bella bukannlah wanita biasa. Melawannya hanya akan menyerahkan nyawanya sendiri saja, namun Ki Broto tidak mematuhi hal itu demi pelanggannya.


Dengan langkah santai Bella berjalan ke arah keduanya lalu berdiri dengan jarak sekitar dua meter, pemilik Depot menatap Bella kesal sebab dia sudah membuat Depot tersebut rugi besar.


"Ini Ki wanita sialan itu! " Tutur pemilik Depot geram.


"Uhh sikap sombongmu masih saja ada Bapak, ternyata pelajaran itu tidak membuatmu merendahkan diri. Katakan apa yang ingin kalian katakan." Jawab Bella santai.


"Kau siapa!! Itu tanda apa yang ada di dahimu!!" Sahut Ki Broto yang sangat penasaran dengan aura tubuh Bella yang sangat kuat.


"Aku Arabella Maheswari Ki, aku bahkan tidak melihat benda apapun di sini." Bella menyikap rambut depannya sedikit dan memperlihatkannya pada pemilik Depot dan Ki Broto.


"Jangan berpura-pura kamu! Jika kau wanita biasa, benda apa yang kau tanam di Depot itu hingga membuat semua makhluk itu tidak mau menginjakkan kakinya kesana?"


"Ohh itu." Bella mendekati keduanya serayap tersenyum tipis." Aku sudah mencoba baik pada bapak ini." Menujuk pemilik Depot dengan jari lentiknya." Untuk tidak menganggu warung Ibu ini, hmm tapi dia tidak mau, ya sudah aku buat tempat itu menjadi sedikit panas agar sekutumu tidak mau masuk kedalam sana." Jawab Bella lirih namun penuh penekanan.


"Apa yang kau tanam di sana." Tanya Ki Broto yang perlahan mundur sebab aura tubuh Bella sedikit membuat tenaga dalamnya terkuras banyak.


"Aku memberinya ini." Mengambil sehelai rambut dan meniupkannya pada wajah Ki Broto.


"Aaaaggghhhhh panas..!!" Pekik Ki Broto yang tububnya terasa terbakar saat rambut itu menyentuh pipinya.


Bella kembali terkekeh melihat ekspesi dukun andalan pemilik Depot."Ambil rambut itu sialan!!" Teriak pemilik Depot itu emosi.


"Jika aku bisa sudah aku ambil itu dari dulu!" Sahut Ki Broto yang masih mengusap-usap pipinya.


"Kau minta tolong atau mengajak ribut hah! Perbuatan kalian sudah sangat salah di sini! Tapi lihatlah!! Nada bicara kalian bahkan seperti itu!!"


"Serang dia Ki." Pinta pemilik Depot.


"Kamu sebaiknya mundur." Tutur Ki Broto yang mulai mengucapkan mantra-mantra sambil melakukan gerakan yang membuat Bella semakin geli melihatnya.


Tidak ada yang terjadi setelah itu sebab, tenaga dalam Ki Broto terkuras habis sementara Bella hanya tersenyum sambil memperhatikan Ki Broto yang entah sedang melakukan apa.


Wanita macam apa dia!! Batin Ki Broto.


"Sudahlah Ki itu hanya membuang tenagamu saja, aku hanya perlu kerendahan diri dari bapak ini untuk meminta maaf pada pemilik warung ini dengan catatan tidak akan mengulanginya lagi." Kata Bella semakin maju sedangkan Ki Broto semakin mundur. Dia sedang memasang kuda-kuda untuk menyerang Bella sebab dia tidak ingin merasa malu dengan pelanggannya yang sangat menumpukan harapan padanya. Ki Broto setengah berlari dengan mengeluarkan sebuah ajian andalannya, hampir saja Nathan akan berjalan keluar namun dengan cepat tangan Bella sudah menghantam dada Ki Broto hingga tersungkur di tanah dan mengeluarkan darah segar di mulutnya.


"Aggghhhh sakit..!!" Pekiknya karena dadanya terasa sangat sesak.


"Penawaran terakhir manusia bodoh!! " Teriak Bella yang sangat geram dengan kelakuan keduanya." Kalian minta maaf atau aku tidak akan pernah mengambil rambut tersebut untuk selamanya! " Benda di dahi Bella kembali mengkilap sebab Bella sedang merasa emosi.


"Bagaimana ini Ki?" Tutur Pelanggan itu yang masih menuntut pertanggung jawaban dari Ki Broto.


"Kau minta maaf saja, aku sudah tidak sanggup menghadapi wanita siluman itu. Aggghh sakit sekali.." Darah segar terus saja keluar dari sudut bibir Ki Broto.


"Jika seperti ini, aku sangat rugi sudah membayarmu mahal!! Dasar dukun palsu!"


"Akan ku kembalikan semua uangmu!! Aku tidak mau berurusan dengan wanita itu lagi." Jawab Ki Broto yang merasakan sakit yang teramat sangat pada dadanya, rasanya serangan Bella tadi mengunakan tenaga dalam dan sudah menembus jantungnya.


"Ahhh terlalu lama! Aku tidak ada waktu mengurusi kalian!!" Tutur Bella yang akan membalikkan badan namun pemilik Depot itu tiba-tiba menyerang. Bella langsung memutar tubuhnya menghadap ke arah pemilik depot tersebut dan memegang erat tangan kanannya yang terlihat tengah membawa sebilah pisau." Ayo serang!! " Teriak Bella kesal, dia menekuk pergelangan tangan pria tersebut sehingga pisau yang di bawanya jatuh ketanah.


Pemilik Depot meronta kepanasan, sebab telapak tangan Bella rasanya membakar di pergelangan tangannya." Panas.. Ampun ampun.." Teriaknya meronta.


"Panas katamu!! Ini baru panas di dalam dunia bapak, belum di neraka. Kau paham jika kau sudah bersekutu dengan mereka kau akan selamanya tinggal di tempat panas itu!!" Kata Bella tegas.


"Ampun... Saya berjanji tidak akan mengulanginya lagi. Aaaagghhhh sakit sekali." Jawabnya mulai mengeluarkan air mata.


"Bella lepaskan dia." Sahut Nathan yang sudah berada di belakang Bella.


Bella menarik nafas panjang dan melepaskan pergelangan tangan pemilik Depot tersebut. Nathan menyaksikan sendiri jika pergelangan tangan pria tersebut melepuh merah.


"Kau ingin menyakitiku dengan ini!" Bella mengambil pisau yang tergeletak di tanah dan menyayatkannya pada pergelangan tangannya sendiri. Semua yang berada di sana hampir tidak percaya dengan ini, sebab tangan Bella tidak tergores sedikitpun." Kau tahu bapak, aku juga tidak paham kekuatan ini seperti apa!! Tapi sekarang aku paham, jika kekuatan ini di berikan padaku agar bisa memberantas manusia seperti kalian berdua! " Tutur Bella kesal.


"Ampun, saya berjanji tidak akan menggangu dagangan Ibu ini." Jawabnya meringis kesakitan di tambah rasa kaget saat Bella menyayat pergelangan tangannya sendiri.


"Hmm minta maaf pada Ibu itu! Bukan aku! Ibu majulah ke sini." Tutur Bella melihat ke arah Ibu warung yang tegang.


"Iya Non." Ibu tersebut langsung berdiri di hadapan pemilik Depot.


"Saya minta maaf atas kesalahan saya Bu, emm saya yang sudah menjahili warung Ibu agar sepi pembeli." Katanya penuh dengan penyesalan.


"Sudah saya maafkan Bapak." Jawab Ibu tersebut ramah.


"Sudah ku lakukan Nona, saya mohon ambil rambut tersebut dari sana. Saya membutuhkan uang banyak untuk operasi anak saya." Eluhnya menangis terisak.


"Anak Bapak sedang sakit tapi Bapak membiayainya dengan berbuat curang seperti ini. Apa Bapak yakin jika nantinya ini semua tidak akan berdampak buruk pada keluarga Bapak." Jawab Bella mencoba merubah pemikiran pemilik depot tersebut.


"Tidak ada jalan lain Nona."


"Selalu ada jalan lain Bapak." Bella tersenyum sejenak dan melewati pemilik Depot begitu dan menuju ke arah gundukan tanah yang di tandainya dengan sebuah kayu kecil. Bella mengambil lagi rambutnya dan mengengamnya lalu berjalan kembali ke warung." Sudah aku ambil." Memperlihatkan buntalan rambut." Sesekali aku akan ke sini, jika Bapak masih menganggu warung Ibu ini. Aku bukan hanya akan mengusir mereka, tapi aku langsung membakar makhluk itu termasuk memberantas orang ini." Menujuk ke arah Ki Broto yang sudah tidak sanggup berucap.


"Baik Nona saya tidak akan menggangu lagi."


"Hmm ya, saran saya. Tinggalkan dunia itu Bapak, setan hanya bisa memberikan kebahagian sesaat saja namun dia akan merantai tubuh Bapak selamanya. Mari Bu masuk, aku ingin membungkus satu makanan untuk di bawa pulang." Nathan merangkul bahu Ibu tersebut dan mengiringnya masuk, di ikuti oleh Nathan.-


TBC♥️