
Malam ini Bella berdandan seperti biasanya, layaknya saat dia bernyanyi di kafe dulu, dia memakai Dress coklat muda yang terlihat menutupi mata kakinya. Bella sedikit risih dengan Dress yang di kenakannya saat ini, namun saat dia mengingat jika dress ini adalah uang pemberian dari Karin, dia jadi bersemangat untuk memakainya.
"Harusnya kau melihatku di sini Karin, aku sudah melakukan semua yang kau inginkan saat terakhir kita berbincang. Tapi aku merasa kehidupanku semakin buruk saja sejak itu, katakan padaku Karin, cepat katakan apa sudah saatnya aku harus menyerah dengan semua ini." Gumah Bella sambil menatap lekat ke arah cermin.
Tidak Bella, jangan menyerah, aku ingin melihatmu bahagia, kita harus menikah bersama ya, kau harus janji untuk itu...
Bella teringat ucapan Karin yang selalu di lontarkannya saat Bella ingin menyerah dan merasa lelah dengan hidupnya. "Aku sedang berusaha mendapatkannya Karin, aku ingin sekali memenuhi keinginanmu yang itu. Tapi jika kamu menghilang seperti ini, untuk apa aku memikirkan sebuah pernikahan lagi.." Ucap Bella yang matanya mulai berkaca-kaca." Aku berjanji Tuhan, jika memang terjadi hal buruk dengan Karin, aku akan mengejar orang tersebut sampai ke ujung dunia. Aku mohon, berilah pentunjuk untuk masalah ini..."
Tok..Tok..tok...
Bella mengusap air matanya dan segera berjalan keluar kamar untuk melihat siapa yang bertamu. Bella sempat berfikir jika itu Nathan, Namun dia melirik jam yang masih menunjukkan pukul 17:30, padahal Nathan bilang jika dia akan menjemputnya pukul 18:00.
Apa itu Nathan? Kenapa sudah menjemputku jam segini?
Saat sudah berada di depan pintu, langkah Bella tiba-tiba berhenti sebab dia mencium bau sesuatu yang aneh.
Apa ini bau masakan tetangga? Ahh tidak mungkin sebab jarak rumahku cukup jauh dari sana..
Bella mencium bau kentang bakar yang menyengat, dia juga merasakan suasana sekitar yang terasa begitu dingin, hal ini menandakan jika ada makhluk lain yang tengah berada di sekitar Bella saat ini.
Tok...tok...tok..
"Iya sebentar.." Ucap Bella setengah berteriak. Apa ada makhluk lain di balik pintu itu.
Bella bergegas membuka pintu rumahnya dan sangat terkejut melihat sosok yang saat ini tengah berdiri di sana menatapnya tajam.
"Ka Karin..." Bella langsung memeluk Karin sebab merasa sangat senang, namun dengan kasar Karin mendorong tubuh Bella agar menjauh darinya.
"Jangan menyentuhku...!!! " Tutur Karin kasar.
Apa ini?? Tidak, tidak mungkin Karin seperti ini? Bau badannya juga sangat aneh. Heiii..!! Sial..!! Apa itu yang ada di leher Karin? Hmm,, Kau mau mengelabuhiku makhluk sialan..!! Pantas saja kau mendorongku, apa tubuhmu terasa panas saat aku menyentuhmu tadi...!!!
"Kamu kenapa begitu Rin? Kamu nggak kangen sama aku?" Tutur Bella yang sedang berakting padahal dia tahu jika sosok di depannya bukan Karin.
"Kangen..!! Nggak tuh!! Aku malah senang bisa terlepas dari wanita sialan sepertimu..!!"
Jika itu benar Karin, itu pasti sudah sangat menyakitiku..
"Kenapa kamu ngomong gitu Rin? Kata Bastian kamu nikah ya?" Kata Bella memancing pembicaraan.
"Ya hahaha hahaha, aku menikah dengan David, mantan terindahmu sekaligus mantan terburukmu.." Karin tertawa aneh membuat Bella semakin yakin jika ini bukan sahabatnya.
Karinku tidak pernah tertawa seperti itu sialan..!! Yah, aku akan menuruti cara mainmu saat ini..!!
"Kenapa kamu tega Karin, kamu tahu kan aku sangat membenci pria itu?" Jawab Bella seolah merasa kecewa.
"Kau harus tahu Bella jika aku juga sangat membencimu, karena kamu tanganku jadi cedera seperti ini..!! Kamu sadar nggak, kalau kamu itu wanita pembawa sial..!!" Tutur Karin kasar.
"Terus apa tujuan mu berpura-pura baik padaku selama ini?"
"Aku hanya ingin membuat kamu semakin sakit hati karena ulahku hahahaha. Kamu itu wanita menyedihkan Bella, hidupmu akan seperti ini terus..!! Ingat setelah ini jangan hubungi aku lagi..!! Jangan mencariku lagi..!! Karena aku ingin hidup bahagia dengan David..!!" Imbuhnya dengan mata yang hampir keluar.
Kamu tidak bisa mengelabuhiku makhluk sialan..!!!
"Tapi Karin."
Bella terus melihat gerak-gerik makhluk itu, cara berjalannya pun berbeda. Karin jadi lebih mirip seorang laki-laki daripada seorang perempuan. Bahkan telapak kaki Karin terlihat berbulu, Bella menjadi paham siapa yang perlu di curigai setelah ini.
"Kamu bodoh Bastian, kamu melakukan ini semua karena bertujuan ingin mengelabuhiku bukan..!! Tapi ini semakin membuktikan jika kamu ada sangkut pautnya dengan Karin. Besok aku akan berpura-pura percaya dan akan mengikuti cara mainmu seperti apa!! Siap-siap saja aku akan mencincang habis tubuhmu sampai aku tahu jika kamu memang melakukan hal buruk pada sahabatku..!!" Kata Bella serayap tersenyum aneh.
๐ฅ๐ฅ๐ฅ
.
.
Di gubuk reot milik Bastian yang biasa di jadikan persembahan, terlihat Bastian pergi berdua bersama seorang wanita club malam yang sudah di perdaya oleh Bastian dengan paras tampannya yang menawan.
"Sayang kita akan kemana?" Katanya serayap bergidik ngeri melihat sekitar.
"Di sana." Menujuk sebuah gubuk.
"Kenapa kau membawaku ke tempat seperti ini?" Tanyanya lagi serayap memegang erat lengan Bastian.
"Aku ingin main puas bersamamu cantik, jika di tempat seperti ini, tidak akan ada yang menganggu kita. Tenanglah, mari masuk." Tutur Bastian lembut sambil membukakan pintu lalu menutupnya kembali.
Bastian mengiring wanita itu untuk masuk kedalam gubuk tersebut, dia menyuruh sang wanita duduk sementara dia beralasan akan membuatkan minuman untuk sang wanita. Bastian berjalan menuju dapur, dan di sana sudah tersedia sesaji. Bastian mulai komat-kamit dan menaburkan kemenyan agar makhluk itu segera datang.
Beberapa saat melakukan ritual, terciumlah bau kentang bakar yang sangat menyengat. Tidak lama kemudian ada asap hitam dan munculnya sosok makhluk itu yang masih berwujut Karin.
"Apa sudah kau lakukan tugas dariku." Tutur Bastian lirih.
"Hmmmmm.." Jawabnya mengeram.
"Bagus, aku akan beri imbalan untuk tugasmu hari ini."
Bastian kembali komat Kamit dan berubahlah makhluk itu ke bentuk aslinya dengan tubuh tinggi besar berbulu dan mata yang menyala merah, lalu dengan cepat makhluk tersebut berubah menjadi asap hitam dan merasuk kedalam tubuh Bastian. Kini Bastian berubah bertingkah laku seperti seekor binatang, dia berjalan ke arah depan dengan mata yang menatap liar. Dengan kasar dia mendekap wanita club tersebut dan mengendusnya seperti hewan yang tengah mendapatkan sebuah mangsa. Bastian langsung melucuti baju wanita itu dengan cara merobeknya.
"Bas jangan begini, aku nanti pulang pakai baju apa?" Protes wanita itu serayap merasakan sentuhan liar dari Bastian sekarang.
Bastian hanya mengerang menjawab pertanyaan tersebut, dia langsung melucuti bajunya sendiri dan mensetubuhi wanita club itu. Awalnya wanita tersebut mendesah hebat saat Bastian melakukan hal itu, namun lama-kelamaan desahan itu berubah jadi sebuah teriakan yang sangat mengerikan. Bastian mulai tidak terkendali, dia bermain sangat kasar hingga membuat k#maluan wanita itu mengeluarkan darah. Hingga di akhir persetubuhan itu, Bastian mengigit leher wanita tersebut dan menghisap darahnya sampai habis. Wanita tersebut mati dengan wajah penuh darah dan mata melotot, makhluk itu segera keluar dari tubuh Bastian dan masuk ke dalam liontin kalung milik Bastian yang tergantung di lehernya.
Bastian kembali tertawa renyah sambil menjilati sisa darah segar wanita yang sudah terkulai di hadapannya. Kalung yang di kenakan menjadi menyala merah dan itu menandakan jika persembahannya di terima dengan baik.
"Setelah ini, kamu tidak akan curiga kepadaku Bella. Kamu akan segera menjadi milikku, aku akan memperlakukanmu lebih manis dari Nathan s#alan itu. Aku akan merebutmu dari nya hahaha...hahahaha...hahahaha..." Gumah Bastian yang merasa tidak terkalahkan.-
๐ฉ๐ฉ๐ฉ
Andai ada yang seperti di atas, rasanya mengerikan banget ya๐
Tetep setia teman-teman ๐
silahkan like ๐, komentar ๐ฌ,klikโฅ๏ธ,Vote juga ๐, terimakasih ๐โฅ๏ธ
salam sayang โฅ๏ธ
๐Bella dan Nathan๐