Arabella Maheswari

Arabella Maheswari
Chapter 48



Bastian langsung membahas soal Karin,sebab dia merasa sangat tidak sabar dengan pendapat Bella setelah Bastian mengutus makhluk itu untuk menyamar sebagai Karin.


"Emm iya Bas, maaf sebelumnya jika aku tidak mempercayaimu." Tutur Bella memasang wajah sedih." Semalam Karin datang ke rumah, dia berbicara sendiri jika dia memang sudah menikah dengan David." Imbuh Bella yang sedang berakting.


"Hmm syukurlah jika kau sadar akan itu." Jawab Bastian tersenyum penuh dengan kemenangan.


"Iya selama ini aku salah menilai Karin, ku fikir dia baik padaku." Imbuh Bella agar Bastian semakin percaya.


"Kau jangan terlalu percaya dengan seseorang tak terkecuali aku Bella, banyak manusia yang suka memakai topeng kepalsuan."


"Hmm ya kau benar." Bella memicingkan matanya melihat ke arah kalung Bastian yang terlihat jelas jika ada sesuatu yang ada di dalam sana tengah melihat ke arah Bella saat ini." Kalungmu sangat bagus Bas, apa itu yang di namakan batu merah delima yang harganya miliaran rupiah." Imbuh Bella akan menyentuh kalung tersebut namun Bastian menghindarinya." Ohh maaf.." Tutur Bella menarik tangannya kembali.


"Emm ini kalung keberuntunganku, jadi aku tidak rela jika ada seseorang menyentuhnya sekalipun." Kata Bastian beralasan.


"Hmm begitu, maaf. Baik jika begitu aku permisi dulu." Tersenyum ke arah Bastian.


"Mau makan siang berdua?" Ajak Bastian tiba-tiba.


"Hmm boleh." Jawab Bella yang langsung mengiyakan ajakan itu.


"Astaga aku senang sekali." Kata Bastian tersenyum bahagia sebab dia merasa sudah merebut simpati dari Bella.


"Hmm iya, aku duluan Bas, sampai jumpa nanti siang." Bella tersenyum sejenak dan pergi meninggalkan Bastian yang masih melihat ke arahnya.


Akhirnya kau percaya kepadaku Bella.. hahahaha haha hahaha...


Mata Bastian melebar saat dia merasakan sekelebat bayangan melintas di hadapannya.


"Sial...!! Kenapa semakin hari aku semakin merasa terancam dengan arwah gadis Sialan itu..!!" Runtuk Bastian serayap cepat-cepat berjalan ke ruangannya.


.


.


.


Para pengunjung terlihat mengantri untuk di layani Bella sebab sudah beberapa hari Bella tidak masuk kerja. Lena yang mengetahui hal itu, langsung membantu Bella membuatkan nota agar perkerjaan Bella menjadi sedikit ringan.


"Artis Mall ini sudah berkerja, aku jadi sepi Job jika seperti ini." Goda Lena pada Bella yang saat ini tengah serius mencatat.


"Untung saja aku tidak pernah kelelahan, jadi tidak masalah untukku Lena. Biasanya Karin yang membantuku." Tutur Bella lirih.


"Aku juga temanmu Bell, jangan seperti itu." Tersenyum.


"Kau tidak tahu aku sedekat apa dengan Karin, sudahlah nanti saja kita bahas di rumah oke."


"Hmm oke." Tutur Lena yang mencoba untuk tidak berbicara macam-macam di sini meskipun di dalam hati sekalipun.


.


.


🌁 Ruangan Nathan🌁


Sejak tadi pagi Nathan tidak bisa fokus bekerja sebab memikirkan Bella yang saat ini tengah berkerja bersama Bastian kakaknya. Dia hanya mengaruk-garuk kepalanya sambil melihat laporan-laporan yang berserakan di atas mejanya. Farel yang tengah berada di sana hanya memperhatikan Nathan yang sejak tadi mirip seperti orang gila.


"Edo...!! Cepat ke ruangan saya." Pinta Nathan yang langsung meletakkan gagang telfon pada tempatnya.


Beberapa saat kemudian, Edo langsung masuk ke dalam ruangan Nathan.


"Ada apa Pak?" Tanyanya serayap berdiri di depan meja milik Nathan.


"Bereskan laporan ini, sekalian kamu periksa juga. Saya sedang tidak fokus untuk memeriksa, bawa pulang ke rumahmu jika memang kau tidak mau kerja lembur di kantor. Aku akan membayarmu tiga kali lipat untuk kerja lemburmu ini." Pinta Nathan sambil mengusap-usap kepalanya yang terasa pusing.


"Hm baik Pak siap." Edo langsung membereskan berkas yang berserakan dan membawanya keluar ruangan.


Nathan meneguk minuman di hadapannya serayap menatap ke arah langit-langit ruangannya. Dia kembali kesal saat mengingat jika Bella tengah berkerja di sana bersama Bastian.


"Sial ..!! Kenapa dia tidak memahami jika perasaan ini sungguh tidak nyaman..!!" Teriak Nathan dan membuat Farel mengeleng-gelengkan kepalanya.


"Apa kau sudah semakin gila Nath??" Sahut Farel.


"Aku sangat takut kehilangan dia Rel, dan sekarang dia berkerja bersama Bastian di sana, rasanya aku ingin kesana sekarang juga dan mengajaknya keluar." Jawab Nathan terlihat menahan rasa cemburu yang membakar tubuhnya saat ini.


"Ya sudah lakukan..!!" Jawab Farel menyemangati.


"Dia akan membenciku jika aku melakukan hal itu, dia selalu tidak perduli dengan perasaanku yang seperti ini. Aku sangat merasa gila memikirkan wanita itu."


"Menurutku Bella tipe setia Nath jadi kau tenanglah, jika dia berhasil di rebut Bastian itu berarti dia bukan jodohmu. Simpel kan?" Jawab Farel santai.


"Oke terserah.. Aku tidak akan berkomentar lagi." Farel kembali menatap layar ponselnya lagi, sebab dia tidak ingin mencampuri urusan Nathan yang sifatnya memang sekeras batu.


Semakin parah saja sifat posesif Nathan.. Batin Farel.


Gimana bisa fokus kerja kalau begini terus.. Nathan memandangi layar ponselnya dan tertulis kontak milik Bella. Beberapa kali tangannya akan menombol tapi dia mengurungkan niatnya. Bella akan marah jika aku melakukan ini.. Nathan pun meletakan kembali ponselnya di meja.


Temen aku benar-benar sudah gila karena janda hahahaha... Batin Farel.


.


.


.


Siang ini Bella terlihat tengah makan siang bersama Bastian di sebuah restoran yang cukup dekat dengan Mall tersebut. Sejak dari awal datang, Bella tidak pernah terlepas dari pandangan Bastian namun Bella terlihat pura-pura tidak tahu dan bersikap biasa saja pada Bastian.


Di tengah acara makan mereka, Bella merasa ada yang menyentuh kakinya di bawah. Perasaan tidak enak langsung menjalar di sekujur tubuh Bella setelah itu. Awalnya dia berfikir jika itu hanyalah kaki milik Bastian yang tidak sengaja tersentuh oleh kakinya, tapi semakin lama rasanya semakin membuat perasaan Bella tidak nyaman.


Hiks...hiks...hiks...


Tidak...!!! Apa aku salah dengar.. Batin Bella melihat sekitar yang hanya terdapat beberapa orang yang sedang fokus makan di sana.


Kaki Bella kembali tersentuh dan dia langsung melebarkan matanya ke arah Bastian.


"Ada apa?" Tanya Bastian melihat raut wajah Bella yang ketakutan.


Hiks...hiks...hiks...


"Aku dengar seseorang menangis." Jawab Bella lirih.


"Siapa??" Bastian memperhatikan sekitar yang terlihat lumayan sepi.


"Entahlah.." Tutur Bella melanjutkan makannya.


Hiks...hiks...hiks...


Jika salah dengar tidak mungkin jika sampai terdengar sejelas ini.. Batin Bella yang merinding mendengarkan tangisan itu. Aku lebih baik berhadapan dengan pocong atau semacamnya daripada harus berhadapan dengan sosok arwah penasaran seperti ini. Aku merasa lebih takut melihat wajah pucat mereka yang.. Uhhh Astaga hawanya terasa sangat dingin di sini...


hiks..hiks...hiks...


"Em Bella, aku akan membayar ini semua, setelah itu kita kembali." Tersenyum manis ke arah Bella.


"Hmm baik." Jawab Bella tersenyum aneh.


Bastian berdiri lalu berjalan menuju kasir yang hanya berjarak sekitar tiga meter dari tempatnya makan. Hampir saja Bella tersedak saat dia melihat sosok wanita yang di lihatnya dulu, sedang bergelayut di kaki kiri milik Bastian. Wajahnya pucat tertunduk namun Bella tahu jika saat ini dia sedang menatap ke arahnya dengan mata yang terlihat memutih. Bella menelan salivanya sambil terus melihat ke arah kaki Bastian yang tengah berada di depan kasir.


Apa Bastian tidak merasa berat? Siapa wanita itu? Kenapa arwahnya mengikuti Bastian seperti itu? Bella mengalihkan pandangannya sejenak namun langsung tersentak kaget saat melihat Bastian yang sudah berdiri di hadapannya.


"Kau baik-baik saja Bella?"


"Hmm ya Bas aku baik-baik saja." Melirik ke arah kaki Bastian dan ternyata sosok itu menghilang.


Uhh syukurlah.. Aku sangat takut dengan arwah penasaran seperti itu.. Batin Bella.


"Serius kamu tidak apa-apa Bella?"


"Tidak Bas, mari kita pulang." Dengan wajah aneh Bella berdiri dan berjalan bersama Bastian menuju ke arah luar restoran.


Apa dia melihat sesuatu? Kenapa ekspresinya seperti itu..! Bastian memperhatikan dirinya sendiri sebab dia takut jika Bella melihat sesuatu dan mengetahui sesuatu yang tidak seharusnya di ketahui.-


Holla🙋


Terimakasih buat teman-teman yang masih setia.


Dukung terus Arabella Maheswari yah biar bisa up setiap hari...


Silahkan like 👍


Komentar🗨️


Klik♥️


Vote juga boleh😘


Terima kasih😁


Salam Bella dan Nathan ♥️