Arabella Maheswari

Arabella Maheswari
Chapter 47



🌅🌅🌅


07:20


Pagi itu Bella terlihat sudah mengurus kucing kesayangannya yang semakin hari perutnya semakin membuncit. Di memandikan kucing tersebut dan tidak lupa untuk memberikannya makan agar kucing dan bayinya menjadi sehat.


Sejak semalam perasaan Bella terasa sangat bahagia, meskipun mimpi buruk itu masih saja hadir di setiap malamnya. Sikap Nathan membuatnya berbunga-bunga pagi ini, meski dia belum juga jujur atas perasaanya namun tetap saja dia merasa sangat bahagia.


"Heii kau bilang apa pus? Pipiku seperti tomat? Hahaha." Kata Bella berbicara pada kucing kesayangannya.


Meoogg...


"Hmm ya, perasaanku menjadi lebih baik setelah bertemu dengan dia, meskipun dia kasar tapi hmm dia sangat tampan Pus, Astaga... Aku benar-benar sudah gila karena pria itu." Menuangkan makanan kucing pada piring dan memberikannya."Hari ini aku mulai berkerja lagi Pus, kau jaga rumah ya, jangan main jauh-jauh oke." Mengusap lembut kepala kucing sambil duduk berjongkok.


Meooong...


"Doakan Karin cepat ku temukan ya Pus, emm aku merindukannya.." Tutur Bella yang langsung berubah wajah saat teringat soal Karin.


Meonnggg..


"Hmm terima kasih sudah mendoakan, aku akan bersiap untuk berangkat, habiskan makananmu oke."


Bella berdiri dan langsung berjalan menuju kamar untuk menganti bajunya dengan seragam.


Triing...


Satu pesan di terima, Bella meraih ponsel dan membaca pesan tersebut.


🗨️Nathan tampan: Selamat berkerja dan semoga semuanya berjalan lancar, jangan lupa untuk bersarapan pagi ya sayang ♥️Miss you💋


Wajah Bella langsung memerah membaca pesan dari Nathan yang sebenarnya terlihat berlebihan.


"Balas nggak ya.." Gumah Bella merasa binggung." Emm kalau nggak di balas takutnya malah khawatir."


Bella memutuskan untuk membalasnya, berulang kali kata-kata sudah di ketik namun kembali di hapus olehnya sebab Bella merasa kata-kata tersebut kurang pas.


Dddrrrttt....drrrttt...drrrtttt..


Mata Bella melebar saat Nathan menelfonnya, jantungnya berdegup kencang saat ini, dia menarik nafas panjang dan segera menerima panggilan tersebut.


Via Telfon📲


"Hmm ya Nath?" Kata Bella yang mencoba bersikap biasa saja.


"Ku fikir belum bangun, kenapa pesanku hanya kamu baca saja..!!"


Uhh...baru juga senang, nada bicaranya sudah seperti itu lagi. Aku tadi akan membalas pesanmu tapi karena kamu menelfon jadi tidak ku balas.


"Hallo Bella." Imbuh Nathan lagi.


"Hmm.."Jawab Bella kesal.


"Astaga.." Menarik nafas lembut." Apa kau sudah sarapan? Jika belum aku akan mengantarkan sarapan untukmu."


"Aku sudah sarapan tadi, ini juga masih mau berganti seragam dan akan berangkat." Kata Bella menjelaskan.


"Ya sudah, jika istirahat hubungi aku."


"Aku tidak bisa berjanji."


"Hmm baik, yang terpenting janji untuk menjaga hatimu itu harus selalu kau ingat."


"Sudahlah kita kan sudah membahasnya semalam Nath, jangan berlebihan begini."


"Aku mengkhawatirkanmu Bella, Morning kiss untukku mana?"


"Apa yang kau katakan hah..!!"


"Morning kiss sayang, jika tidak kau berikan sekarang juga aku akan ke rumahmu."


"Nath tapi.."


"Aku akan kerumahmu sekarang..!!"


"Oke oke..!! Uhh kenapa kau selalu memaksaku seperti itu??"


"Jika tidak di paksa, kau tidak akan memberikannya. Cepatlah aku menunggu."


"Kita masih berteman Nath, Astaga..."


"Beri aku atau aku ke rumahmu sekarang!!"


"Baik.." Menarik nafas panjang." Ahh rasanya sangat sulit..!!"


"Baik aku kerumahmu.."


Tut...Tut..Tut...


"Ahhh apa ini..! Kenapa dia seperti itu sih? Padahal kemarin sudah di bicarakan dan dia setuju, kenapa dia jadi minta aneh-aneh segala..!! Aku harus cepat agar dia tidak bertemu denganku nanti, astaga rasanya aku semakin tidak bisa mengendalikan perasaanku saat dia berada di dekatku." Gumah Bella serayap cepat-cepat Menganti baju seragamnya.


Dia bahkan tidak berdandan dan berniat untuk berdandan di tempat kerja saja, Bella segera mengambil tas kerjanya dan langsung berjalan ke arah pintu depan.


Cklek...


"Segitunya kau tidak ingin bertemu denganku Bella." Tutur Nathan yang tahu jika Bella berusaha menghindarinya.


"Bukannya kemarin sudah kita bicarakan hal ini, kenapa kau jadi seperti ini." Jawab Bella yang langsung duduk di teras depan rumahnya." Sudah ku bilang, aku tidak ingin melibatkanmu Nath, jika masalah ini sudah jelas, kau boleh bertemu denganku lagi." Bella mulai membuka tas dan mengambil tas kosmetiknya.


"Hmm aku tidak bisa, aku akan mengantar mu meski tidak di depan mall itu langsung." Tutur Nathan duduk di samping Bella sambil melihat ke arah Bella yang sedang merias wajahnya.


"Hmm ya terserah..!! Kau memang selalu berbuat semaumu." Jawab Bella yang sibuk merias wajah dengan kosmetik murahan miliknya.


Nathan tidak membalas ucapan Bella dan malah menatap fokus pada Bella yang tengah memakai bedak." Apa yang sedang kau lakukan Nath??" Runtuk Bella yang merasa tidak nyaman.


"Melihatmu... Apa lagi?"


Bella mengusapkan alas bedak pada pipi Nathan dan tersenyum." Huuufffttt...Nanti aku jadi cantik jika memakai itu." Imbuh Nathan mengusap pipinya untuk membersikan bedak yang menempel.


"Mana mungkin ada wanita yang setinggi dirimu." Jawab Bella membereskan kosmetiknya.


"Hmm ya benar juga, menurutku kau lebih cantik jika tidak mengunakan Make up seperti tadi." Protes Nathan yang masih melihat ke arah Bella.


"Ini tuntutan perkerjaan Nath, sudahlah ayo berangkat." Tutur Bella yang langsung berdiri dan berjalan ke arah mobil tanpa menunggu Nathan.


"Uhhh... Dia selalu meninggalkan ku seperti ini." Gumah Nathan yang langsung berjalan mengikuti Bella.


.


.


.


.


Nathan menurunkan Bella di sebuah toko kelontong kecil yang cukup dekat dengan mall tempatnya berkerja, Bella segera berjalan saat mobil Nathan sudah benar-benar hilang dari pandangannya.


Suara-suara teriakan, kembali terdengar seperti biasa, menyapa dia dengan perkataan murahan yang selalu membuat Bella terhibur saat dia sedang berjalan di samping Mall dan akan menuju pintu belakang seperti sekarang.


Bella......


Bella menoleh ke sudut ruangan saat dia baru saja memasuki ujung lorong yang harus di lewatinya jika ingin ke ruang karyawan.


"Seperti suara Dika." Tuturnya serayap mengusap tengkuknya yang terasa dingin." Kenapa Mall ini jadi terasa sangat dingin seperti ini." Gumah Bella yang merasa aneh saat berada di dalam Mall.


Bella mempercepat langkahnya sebab merasa sangat tidak nyaman, dia terpekik kaget saat Lena tiba-tiba muncul dari balik pintu karyawan dan langsung memeluk Bella erat.


"Bella Astaga.. Akhirnya kau masuk juga." Teriaknya senang.


"Jantungku rasanya akan copot saat kau muncul seperti tadi .!!" Runtuk Bella kesal.


"Maaf haha, aku juga tidak tahu jika ada kamu tadi, bagaimana kabarmu setelah liburan panjang."


"Tetap sama..!! Aku merasa tidak baik." Eluh Bella melihat ke arah Lena.


"Hmm yah aku juga Bell, aku merasa ada yang berbeda saat emmm..." Mendekatkan bibirnya pada telinga Bella." Sejak Pak Bastian memimpin di sini." Bisik Lena.


Bella memperhatikan sekitar, dan langsung memberikan isyarat Lena untuk diam." Bicarakan ini di chat saja oke." Tutur Bella yang terdengar seperti perintah untuk Lena." Atau pulang kerja kau bisa main ke rumahku bagaimana?" Imbuh Bella menyarankan.


"Hmm baik Bella." Ucap Lena lirih sebab dia sudah melihat jika Bastian tengah berjalan ke arah mereka.


Padahal aku tadi belum melihatnya, kenapa Bella sudah memberiku peringatan seperti itu. Batin Lena.


"Jangan bicarakan apapun meskipun di dalam isi hatimu." Imbuh Bella kembali berbisik." Bawa ini bersamamu,kita bicarakan ini nanti." Bella mengambil sehelai rambutnya dan mengikatkannya pada jari telunjuk Lena.


Lena tidak berani berprotes dan langsung mengangguk dan berjalan pergi meninggalkan Bella.


Huuuffftt untung aku sudah merasakannya.. Batin Bella yang menebak jika Bastian juga ada hubungannya dengan menghilangnya Dika secara tiba-tiba.


"Akhirnya permaisuriku datang juga." Kata Bastian dengan nada lembut.


"Hmm iya Pak maaf aku jadi keenakan untuk membolos."


"Tidak masalah Bella, aku sudah bilang, kapanpun kamu ingin kembali aku akan menerima itu dengan tangan terbuka." Jawab Bastian menatap setiap inci wajah Bella.


"Hmm ya Pak Terima kasih."


"Panggil aku Bastian, agar kita kelihatan akrab. Emm bagaimana dengan Karin? Apa kau sudah percaya bahwa dia menikah?"


Ouh... Kau merasa tidak sabar untuk itu ya Bas? Hmm baik, akan ku jawab sesuai dengan keinginanmu itu.. Batin Bella yang tidak dapat terbaca oleh Bastian.


Andai aku tahu isi hatimu itu Bella, semua tidak akan terasa sesulit ini. Batin Bastian yang mempunyai kemampuan membaca batin lawan bicaranya.-


Bersambung.-


Silahkan like 👍


Komentar 💬


Klik♥️


Vote juga please 😘


Terimakasih 😘


salam Arabella Maheswari 😉