
Bella memilih tempat di pinggir jalan untuk makan malamnya,dia merasa kasihan sebab tempat itu terlihat sepi padahal makanan di sana sangat enak.Apalagi setelah Bella tahu jika penjualnya sangat tua sekali,hal itu membuat Bella semakin merasa kasihan.
"Bagaimana menurutmu makanan ini Nath?"
"Enak sekali,tapi kenapa tempat ini sepi."Tutur Nathan.
"Hmm ya,itu yang membuat aneh."jawab Bella melihat setiap sudut tempat itu.
"Ini minumnya non."Tutur ibu penjual meletakkan teh hangat di meja.
"Hmm terimakasih Bu,bisa temani saya makan sebentar Bu."Ucap Keysila yang ingin mengorek info sebab dia pernah menolong orang yang memiliki masalah seperti ini.
"Tentu non,warung ini juga sepi kok jadi ibu tidak sedang sibuk."Jawabnya duduk di samping Bella.
"Sudah lama jualan Bu?"
"Lumayan non."
"Apa selalu sepi seperti ini?"Tanya Bella melihat wajah keriput ibu-ibu itu.
Dia sangat sopan terhadap orang tua.. Batin Nathan.
"Dulu ramai non tapi sejak ada depot di depan sana,warung ibu jadi sepi, mungkin karena tempat di sana lebih bersih jadi para pelanggan suka makan di sana."Kata ibu itu menjelaskan.
"Hmm begitu."Bella mengangguk-angguk sambil masih memperhatikan sekitar.
Aku yakin ada yang salah di sini,rasanya sangat panas di sini.
"Saya boleh melihat-lihat tempat ini ibu?"
"Silahkan non."Tersenyum ramah.
"Kau mau apa?"Nathan meraih tangan Bella saat Bella akan beranjak dari tempat duduknya.
"Mencari sesuatu yang panas,apa kau mau ikut."Jawab Bella tersenyum.
"Aku ikut."Tutur Nathan tidak banyak bertanya dan ikut berdiri mengikuti langkah Bella.
Bella berjalan ke depan warung kecil tersebut serayap memperhatikan sekitar,dia membalikkan badannya dan memincingkan matanya ke arah depot di depan yang terlihat sangat ramai.
Aku membenci bau memuakkan ini..!! Batin Bella.
Bella merasa jika Bau busuk tersebut berasal dari depot di depan,beberapa kali ada orang akan melihat ke arah warung milik ibu tua ini namun terhalang oleh sesuatu yang saat ini tengah merentangkan kedua tangannya di depan warung.Makhluk itu seolah sedang menghalau pembeli yang akan masuk.
Aku membenci makhluk itu,,tapi dia masih terlihat lebih baik daripada wajah gelandangan itu...Huuuffft padahal tadi waktu aku masuk tidak ada dia..
Apa Bella indigo?Hmm mungkin..!Sebab kekuatan yang di dapatkannya sekarang satu paket dengan kemampuannya melihat sesuatu yang tidak kasat mata.Namun jika makhluk astral tersebut lemah,Bella tidak dapat melihatnya seperti sekarang.Dan Anehnya dia lebih takut jika makhluk astral itu berbentuk manusia daripada berwujud Seperti pocong atau kuntilanak.Sebab menurut Bella jika berbetuk pocong atau kuntilanak baginya hanya mirip sebuah boneka yang mempunyai wajah buruk rupa.Bukankah itu aneh?Hmm Bella memang wanita yang sangat aneh..!!
Bella mendekati makhluk tersebut dan makhluk itu otomatis berjalan mundur seolah ada aura dari Bella yang mereka takuti.
"Siapa yang menyuruhmu cantik."Tutur Bella tersenyum ke arah kuntilanak yang wajahnya hanya terlihat gumpalan daging penuh darah.
"Kau sedang berbicara dengan siapa Bell?"Tanya Nathan mengusap tengkuknya.
"Kau diam saja Nath,Apa orang yang di seberang sana adalah majikanmu?"Menunjuk Depot di depan.
Kuntilanak itu hanya melakukan gerakan aneh namun Bella sudah tahu maksud dari itu semua."Hmm kembalilah,jangan menganggu di tempat ini,bilang pada semua kawananmu jika tempat ini sudah ku kuasai."
Dia benar-benar sudah gila.. Batin Nathan.
Sesaat kemudian,kuntilanak itu hilang dari hadapan Bella."Aku akan kesana Nath."Menunjuk Depot di depan.
"Kau mau makan lagi?Biar aku membayar dulu makanan kita tadi."
"Aku hanya sebentar Nath,aku nanti berniat membungkus makanan di sini untuk kubawa pulang."Tersenyum."Jadi jika kau di sini saja tidak apa-apa,aku akan kembali."
"Aku ikut."
"Berjanjilah untuk tidak banyak bertanya,nanti akan ku jelaskan sepulang dari sini."Kata Bella menjelaskan
"Hmm baiklah.."
Bella menyebrang jalan diikuti oleh Nathan yang berjalan di samping Bella,mata pemilik depot melebar saat dia melihat sekilas benda mengkilap mirip mutiara yang samar-samar terlihat di dahi milik Bella.
Siapa wanita itu??
Bella tersenyum ramah mendatangi pemilik depot yang tengah sibuk melayani di bantu dengan beberapa pegawai.
"Malam bapak,bisa bicara sebentar?"Tutur Bella ramah.
"I iya sebentar."Jawab pria itu gugup sebab merasakan Aura dari Bella yang terasa kuat."Tolong siapkan ini,bapak ada tamu."Ucap pria itu menyerahkan perkerjaan pada pegawainya.
Bella berusaha menahan rasa mual sebab mencium bau busuk yang tercium di mana-mana,dan pengunjung di sana tidak menyadari hal itu.
"Kita bicara di luar saja pak,bau di sini terlalu menyengat."Tersenyum serayap mengedipkan sebelah matanya.
Deg...!!!
Kenapa dia bisa menciumnya...
"Hmm baik."Dengan terpaksa pria itu mengikuti langkah Bella dan Nathan.
Setibanya di luar..
"Maksudmu apa nona?"Tanya pria itu gugup.
"Aku tidak melarangmu melakukan kecurangan seperti ini,tapi aku tidak suka jika anda menyumbat rezeki orang seperti yang anda lakukan ini..!!"Tutur Bella tegas.
Deg..!!
"Aku membenarkan jika orang yang sudah masuk kedunia hitam akan kehilangan hati nuraninya,Bapak bahkan tidak merasa kasihan pada ibu-ibu yang berjualan di warung itu."
"Aku tidak mengerti maksudmu nona."Jawab pria itu tidak mengaku.
"Mau ku obrak-abrik sekutumu itu Pak..!!"Bentak Bella geram.
Pemilik depot itu kembali melebarkan matanya sebab benda yang berada di dahi Bella semakin terlihat jelas saat dia marah seperti tadi."Kau siapa??"Tanyanya ketakutan.
"Aku Arabella Maheswari."
"Apa tujuanmu kesini?"Tanya pria itu sedikit kasar.
"Tidak ada,aku hanya merasa kasihan dengan pemilik warung di depan yang sudah kau curangi itu."Tutur Bella menjelaskan.
"Itu bukan urusanmu,kenapa kau perduli..!!"
"Itu semua sangat terlihat salah,bagaimana aku tidak perduli..!! Anda terima penawaranku atau ku usir semua makhluk di sini agar pengunjung di sini tahu apa yang sedang mereka makan."Tutur Bella berbisik serayap menyentuh pundak pria tersebut dan sontak pria itu langsung mundur.
"Ahhhh panas..."Pekiknya mengebas-gebas pundaknya."Apa kau siluman?Aku melihat benda yang ada di dahimu itu..!!"Menujuk ke dahi serayap merintih kepanasan.
Apa yang sebenarnya terjadi.. Batin Nathan binggung dengan kejadian yang di lihatnya.
"Aku hanya manusia biasa bapak,bagaimana penawaranku tadi?Aku tidak punya banyak waktu untuk ini."
"Aku tidak mau..!!"
"Hmm baik."Bella mengusap rambutnya sendiri dan mendapat sehelai rambut di tangannya.Dia berjongkok dan mengorek tanah di depannya dengan telunjuknya,dia menaruh buntalan rambut tersebut di lubang tanah tersebut dan menguburnya lagi dengan tanah.
Terdengar jeritan dari setiap sudut depot seperti seseorang yang tengah kesakitan,puluhan kuntilanak terlihat melayang pergi serayap menjerit kesakitan.Pemilik depot tersebut tidak sadar akan hal itu sebab dia memang tidak dapat melihatnya.
"Nathan kau punya bulpen."
"Hmm ada."Nathan merogoh kantung jaketnya dan mengambil bulpen dari sana.
"Tolong tulis nomer ponsel ku ke telapak tangan bapak itu."
"Untuk apa?"Tanya Nathan binggung.
"Lakukan saja."
"Maaf bapak."Nathan menulis nomer kontak Bella ke telapak tangan pria itu."Hmm sudah."Nathan memasukan lagi bulpennya ke dalam saku jaketnya.
"Apa maksud semua ini..!!"
"Hubungi nomer itu jika bapak berubah pikiran.Permisi."Bella pergi di ikuti oleh Nathan.
Pemilik depot mendecak kesal lalu berjongkok berniat membuang helaian rambut Bella yang di kuburnya tadi,namun dia jatuh terduduk sebab tangannya seperti terbakar saat dia menyentuhnya.
"Sial..!!! Aku harus menghubungi Aki untuk menanyakan hal ini."Pemilik depot bangun dan kembali berjalan masuk.
Bella kembali mengambil helaian rambutnya dan menaruhnya pada kantung plastik lalu menyerahkannya pada pemilik warung.
"Ini apa non?"
"Rambut ibu."Tersenyum."Suruh bapak meletakkannya di depan pintu ya nanti."Tutur Bella menjelaskan.
"Untuk apa ini non."
"Turutin saja Ibu,emm mungkin besok dagangan ibu jadi lebih laku setelah itu."
"Apa ini Jimat non?"
"Bukan ibu,ini hanya rambut tapi karena mungkin aku jarang membersihkannya sehingga bisa di pakai untuk tolak balak hahaha."Kata Bella terkekeh.
"Emm baik non,nanti kalau suami ibu datang ibu suruh taruh situ."Tersenyum.
"Aku permisi ibu,"
"Iya non,datang lagi ya."Jawab ibu itu ramah.
"Jika ada waktu ibu."Bella menganggukan kepalanya sebentar dan berjalan keluar dari warung.-
Holla๐
Silahkan like ๐
Komentar ๐ฌ
Klikโฅ๏ธ
Vote juga please ๐
Terimakasih ๐
Salam Arabella Maheswari ๐