
Malam ini Bella menghadap layar ponselnya dan mencari bentuk kalung yang mirip dengan kalung yang di pakai Bastian di lehernya.Wajahnya begitu serius memainkan jarinya lentiknya di ponsel Android miliknya,bibirnya tersenyum saat dia mendapatkan gambar yang mirip dengan kalung tersebut.Dia membaca keterangan yang tertera di bawahnya,di situ ada keterangan jika manfaat Kalung itu untuk membentengi tubuh seseorang dari segala macam gangguan,baik gangguan makhluk nyata atau makhluk astral.Dan di situ juga di jelaskan tentang jenis makhluk yang menghuninya,tertulis jelas jika makhluk sejenis Genderuwo biasanya di jadikan penghuni liontin itu.Bella mengscrol ke bawah dan sangat terkejut sebab persugihan jenis ini membutuhkan tumbal perawan setiap bulan purnama muncul.
"Ahh apa benar keterangan ini?Tapi Aura tubuh Bastian memang terasa negatif."Terlintas di fikiran Bella soal Karin yang menghilang secara tiba-tiba."Apa Karin...Tidak ini tidak mungkin tapi mimpi itu?Aku melihat Karin di cekik makhluk tinggi besar berbulu yang mirip Genderuwo dan matanya menyala merah,jika makhluk seperti itu mempunyai mata merah itu menandakan jika makhluk tersebut termasuk jenis yang kuat.Karin beri aku petunjuk lain,kamu di mana?Aku sangat merindukanmu."Gumah Bella yang matanya mulai terasa berat sebab jam sudah menunjukkan pukul satu malam.
.
.
.
๐ ๐ ๐
07:14
Beberapa kali suara ketukan pintu terdengar,namun Bella belum juga bisa terbangun dari mimpinya.Keringat mengucur deras dan membanjiri seluruh tubuh Bella saat ini,dia ingin sekali terbangun Namun jika mimpi ini belum berada di titik akhir,dia akan tetap seperti sekarang,terikat padahal tidak ada seutas tali yang mengikat.
"Hah..hah...hah.."Bella terduduk serayap mengambil oksigen sebanyak-banyaknya,dia melirik ke arah jam dan langsung menurunkan kakinya di lantai.
Tok...tok...tok...
"Ahh siapa itu,kenapa bersemangat sekali mengetuknya."Bella mengambil tisu dan segera berdiri untuk membuka pintu depan rumahnya.Karena nyawanya yang belum genap Bella tidak sadar dengan busana yang di pakainya saat ini.Dia hanya memakai kaos singlet putih yang basah akibat keringatnya tadi sehingga membuat benda kenyal yang di dalam terlihat sangat jelas.Di tambah lagi dengan hotpants yang hmm cukup dapat membuat seorang lelaki langsung tegang saat melihat penampilannya sekarang.
Cklek...
Wajah tegang Nathan terlihat saat Bella membuka pintu saat ini,darahnya berdesir hebat melihat pemandangan indah yang di suguhkan oleh Bella pada pagi hari.Nathan menelan saliva-nya perlahan dengan mata yang sendu menatap lekat ke arah lekuk tubuh Bella yang saat ini sangat terlihat jelas.
Kenapa dia menatapku seperti itu. Batin Bella yang belum sadar,namun saat bola matanya melihat ke bawah,Bella langsung melebarkan matanya serayap menatap ke arah Nathan dengan wajah memerah.
"Ahhhh maaf..."
Brakkk...!!
Bella menutup kembali pintunya dan membuat sebuah senyuman kecil langsung terlihat di bibir Nathan,dia merasa jika sikap Bella sangatlah konyol.
Pagi-pagi sudah mendapatkan hiburan panas dan sikap konyol dari wanita dewasa..Astaga lama-lama jika dia seperti itu terus,aku akan memaksanya untuk segera menikah denganku.. Batin Nathan.
Beberapa saat kemudian Bella kembali membuka pintu rumahnya dengan baju yang sopan namun wajahnya masih terlihat merah.
"Ada perlu ke sini pagi-pagi."Tutur Bella sedikit merasa gugup meski beberapa kali nafas berat berhembus.
"Aku kan berjanji untuk ke sini pagi hari,emm aku juga membawakanmu ini."Jawab Nathan memperlihatkan satu kantung plastik yang berisi dua buah kotak makanan.
"Masuklah."Kata Bella lirih serayap mendahului Nathan masuk.
Bella mengambil dua gelas air putih dan dua buah sendok,dia duduk di hadapan Nathan yang saat ini tengah melihat ke arahnya.
"Jangan lakukan itu Nath..!! Aku akan melemparkannya sendok ini ke kedua matamu itu."Runtuk Bella yang masih memalingkan wajahnya.
"Kau terlihat sangat cantik di pagi hari Bella,aku pria normal dan wajar jika mataku ini selalu melihat ke arahmu."
"Aku serius Nath..!! Berhenti melakukan itu kataku..!!"Teriak Bella kesal.
"Aku tidak mau berhenti,lemparkan saja sendok itu jika itu bisa membuatmu senang."Nathan membuka satu kotak makanan dan meletakkannya di hadapan Bella."Makanlah.."Imbuh Nathan tersenyum tipis.
Aku benar-benar lemah sekarang.. Batin Bella.
"Hmm terima kasih."Bella masih tidak melihat ke arah Nathan.
"Hmm ya..Kenapa?? Mau meledekku..!!"Kata Bella ketus sebab dia ingin menutupi perasaan gugupnya.
"Tidak juga,aku juga sering melakukan hal itu meski memang terlihat jorok."Jawab Nathan berprotes.
"Setiap hari aku melakukannya..!! Kau harus tahu jika aku wanita yang jorok."Memasukkan satu sendok penuh makanan ke dalam mulutnya.
"Aku menyukai wanita yang jorok sepertimu."Tutur Nathan membuat Bella menghentikan aktivitas makannya dan bersandar pada punggung sofa.
"Aku merasa sangat lelah jika seperti ini.."Gumahnya.
"Ku pikir kau tidak pernah lelah?"
"Lelah hati maksudnya.."
"Jika lelah beristirahatlah sejenak untuk singgah di hatiku."Jawab Nathan yang sudah mulai menunjukkan perhatiannya untuk Bella.
"Ahh....Terserahlah ..."Melanjutkan makannya.
"Kau tadi habis olahraga?"
"Aku bangun tidur.."
"Lantas tubuhmu kenapa sebasah itu?"Kata Nathan ingin tahu.
"Memang seperti itu setiap pagi,dan kau datang terlalu pagi,aku bahkan belum mencuci sprei membersihkan rumah dan lain-lain."Runtuk Bella kesal.
"Salah siapa tidak memberitahukan waktunya kemarin,aku takut kau sudah pergi jadi aku berangkat pagi saja."Jawab Nathan menjelaskan.
"Jika sudah pergi bukankah itu bagus,kau bisa fokus pada perkerjaanmu di kantor."
"Tidak bisa Bella,aku khawatir padamu,aku juga tidak mau kau menghadapi semua masalah ini sendirian,aku akan menemanimu apapun yang terjadi."
Deg ..
Deg...
Deg...
Deg..
Aku membenci ini..!! Kenapa anak sekecil dia bisa berucap semanis itu..
"Jangan asal berucap jika tidak ada kenyataan yang sebenarnya,sebab lidah memang sangat mudah melakukan hal itu.Namun jika dengan pembuktian yang semu,terkadang ucapan itu bisa membuatnya terasa seperti sebilah pisau yang bisa mencabik habis harapan seseorang."Kata Bella Menatap tajam manik Nathan seolah dia ingin tahu bagaimana tanggapan Nathan dengan ucapan tersebut.
"Aku tidak mempunyai pisau Bella,aku hanya mempunyai cinta untukmu."Jawab Nathan membalas tatapan manik milik Bella."Jadi kau tidak perlu takut tercabik,aku tidak akan melakukan hal itu untuk orang yang kucintai."Imbuh Nathan yang mulai menghujani Bella dengan kata-kata manisnya.
"Pikirkan lagi anak kecil,kau akan menyesal jika asal berbicara seperti ini."
"Aku tidak bisa berfikir lagi Bella,sebab yang ku fikirkan saat ini hanyalah bagaimana aku menyakinkan hatimu jika ucapanku tadi bukan sekedar harapan.Suatu saat kamu akan sadar Bella,jika anak kecil sepertiku lebih bisa mengayomi dirimu dari pria dewasa manapun..!"Kata Nathan dengan wajah serius.
Aku sudah tidak sanggup berucap lagi Tuhan,Nathan sudah benar-benar mengobrak-abrik perasaanku saat ini.Aku sangat takut jatuh cinta,tapi ini terlalu indah untuk jadi hal yang harus di takutkan.Aku pernah merasa kecewa dengan ucapan manis seperti ini,ucapan dari orang yang aku cintai yang sekarang mungkin sudah bahagia bersama karin.-
TBCโฅ๏ธ