
🌁Ruangan Nathan🌁
Farel langsung menerobos masuk ke ruangan Nathan dan duduk di hadapan Nathan yang tengah sibuk menghadap layar laptopnya.
"Dasar tidak tahu sopan santun..!!"Runtuk Nathan yang masih fokus pada laptopnya.
"Aku bukan karyawanmu Nath..Jadi terserah donk jika aku masuk tanpa mengetuk pintu."Jawabnya tersenyum.
"Ada apa?"
"Bella kau apakan hah..!!"
"Apa maksudmu bertanya begitu."Nathan menutup laptopnya dan melihat ke arah Farel.
"Kalau kamu suka ya suka saja,tapi jangan larang dia buat nyanyi di kafe itu.Kau tahu..!! Akibat semalam aku tidak mendengarkan suaranya aku jadi tidak bisa tidur..."Tutur Farel serayap memperlihatkan kantung matanya.
"Jangan bicara macam-macam ya mulutmu...!!"
"Aku termasuk pengemar setianya heii Nathan,Apa aku salah? Suara Bella juga sangat merdu.Memangnya kau benar-benar melarangnya bernyanyi?"
"Tidak ..! Dia yang memutuskannya sendiri."Jawab Nathan tanpa ekspresi.
"Berarti kau tahu jika dia off kemarin?"
"Hmm,,aku di rumahnya seharian."
"Haaahhhh..!! Serius??."Mata Farel melebar menatap ke arah Nathan.
"Aku tidak tega meninggalkannya pulang kemarin,ini saja mungkin sore nanti aku akan kesana sepulang berkerja."Jawab Nathan menjelaskan.
"Memangnya ada masalah apa Nath? Kenapa sampai kau merasa seperti itu?"Tanya Farel ingin tahu.
"Kau tahu teman Bella yang bernama Karin?"
"Ohh yang bercerita sama kita itu kan?"
"Iya...Dia menghilang tiba-tiba,padahal kata Bella dia tidak pernah seperti itu."
"Kenapa tidak lapor polisi saja?"
"Ya aku nanti akan membicarakan hal tersebut,"Nathan kembali membuka laptopnya.
"Aku boleh ikut kan?"
"Tidak..!! Sebaiknya kau pergi agar perkerjaanku hari ini cepat selesai."Kata Nathan yang memang terdengar kasar.
"Aku tidak akan pergi..Aku akan di sini seharian,"Jawab Farel yang langsung tiduran di sofa ruangan Nathan.
"Hmm pasti baru putus..!! Jujur saja..!!"
Farel terkekeh mendengar jawaban Nathan."Iya haha, dia pasti sedang mencariku sekarang.Aku sangat bosan dengannya jadi ku putuskan saja."
"Dasar...!!!"
Kamu sedang apa Bella,aku merindukanmu..
***
🏠Rumah Bella🏠
Sore itu Bella duduk di teras rumahnya dengan di temani kucingnya,dia mengusap lembut bulu-bulu kucingnya sambil menatap sekitar yang terlihat sepi.Sebuah mobil putih metalik berhenti tepat di depan rumah Bella.
Sepertinya bukan mobil milik Nathan..
Pintu mobil terbuka dan Bastian keluar dari sana,kucing bella yang tadinya tenang langsung terlihat gelisah melihat ke arah Bastian yang belum masuk ke halaman rumah Bella.
"Kau kenapa pus.."Kata Bella mengusap lembut kepala si kucing,namun si kucing melawan dan langsung berlari ke dalam rumah.Bella akan mengikuti kucing tersebut namun suara Bastian menghentikannya.
"Haii Bella."Sapa Bastian lembut.
"Hmm ya."Jawab Bella lirih.
"Kau tidak mempersilahkanku masuk?"
Bella mendesah lembut mendengar ucapan tersebut."Ya masuklah..."Ucap Bella mendahului bastian masuk.
"Tidak perlu Bella, duduklah.."
"Hmm ya sudah."Bella duduk di hadapan Bastian yang saat ini tengah melihat ke arahnya."Ada perlu apa ke sini?"Tanya Bella dengan nada ketus.
"Kenapa kau tidak berkerja hari ini."
"Aku malas melihatmu."Jawab Bella yang cukup membuat Bastian semakin kagum pada wanita kecil di hadapannya.
"Aku tidak pernah berbohong Bella,Karin sahabatmu memang menikah."
"Aku kemarin datang ke rumah kekasihnya tapi dia tidak tahu apa-apa..!! Kau jangan berani macam-macam denganku Bas..!! Jika kau anggap aku akan takut dengan kedudukanmu sekarang kau salah besar,aku akan mengejarmu sampai ke ujung dunia jika kau terbukti ada hubungannya dengan menghilangnya Karin saat ini..!!"Ucap Bella penuh penekanan.
Sekilas Bastian melihat ada sebuah benda yang bersinar di dahi milik Bella,namun benda tersebut menghilang dan hanya terlihat samar-samar.Hal itu sontak membuat nyali Bastian menciut,namun karena ambisinya saat ini,dia mencoba menepis semua itu.
"Silahkan Bella aku tidak takut dengan ancamanmu,sebab aku merasa tidak bersalah di sini."Jawab Bastian mencoba bersikap tenang.
Bella terkekeh mendengar jawaban Bastian sebab dia sudah dapat membaca mata Bastian yang terpancar rasa takut."Aku bahkan bisa melihat matamu yang takut itu Bas,"
"Kau memang wanita spesial Bella,aku ingin memberikanmu beberapa bukti foto pernikahan Karin."Bastian memperlihatkan sebuah foto pernikahan Karin dengan David mantan suami Bella yang pertama.
Deg..!!!
Ini nggak mungkin,ini memang Karin dan ini David.Papa dan mama Karin bahkan ada di sini..!!
"Darimana kau dapatkan semua itu?"Tanya Bella lirih.
"Karin mengirimkannya untukku,lihatlah dia bahkan mengechat aku kemarin."Bastian memperlihatkan isi chatnya dengan Karin.
Mata Bella berkaca-kaca sebab dia sedikit percaya dengan bukti yang Bastian beri saat ini.
Hahahaha lihatlah...Dia mulai percaya bukan?tidak rugi jika aku menyuruh orang untuk mendapatkan informasi ini.Dan chat itu..hahahaha ponsel Karin masih ku bawa sekarang,dan aku sengaja memblokir nomer Bella agar dia semakin percaya..
Apa kamu benar-benar melakukan ini Karin?Kau paham jika David adalah mantan suamiku yang paling aku benci,kenapa kau tega menikah dengannya seperti ini..
"Bagaimana Bella?Apa kau masih tidak percaya?"
"Entahlah...Aku masih binggung."Tutur Bella lirih.
"Berkerjalah besok pagi,hari ini mall sepi tanpamu,costumer di sana banyak yang mencarimu tadi."Tutur Bastian merajuk.
"Aku tidak bisa berjanji."
"Ya sudah jika perasaanmu masih tidak baik,masuklah sesukamu Bella,aku tidak akan pernah memecatmu meski kau meminta Risen sekalipun."Jawab Bastian menatap lekat Bella.
"Hmm baiklah Bas."
"Aku permisi Bella,aku hanya ingin kau bisa berkerja lagi di sana.Emm lupakan soal perasaanku,aku tidak akan memaksamu untuk itu.Buat dirimu nyaman di sana."Tutur Bastian yang berakting seolah dia lelaki yang berwibawa dan manis.
"Hmm oke."Tersenyum tipis."Mari kuantarkan ke depan."Jawab Bella mencoba menerima semuanya meski hati kecilnya tetap tidak mempercayai hal itu.
Meskipun Bastian sudah memberikan bukti tersebut tapi tetap saja aku tidak percaya jika Karin berbuat seperti itu..
Saat Bella berjalan beriringan bersama Bastian di teras,mobil Nathan terlihat datang dan langsung terparkir tepat di depan mobil Bastian.Dari dalam mobil Nathan sudah menatap tajam ke arah Bella yang sedang berdiri di teras bersama Bastian yang tidak lain adalah kakaknya.
S#alan...!!! Batin Nathan serayap bergegas keluar dari mobilnya.
Wajah Bella berubah aneh saat melihat Nathan keluar dari mobil tersebut dengan raut wajah marah,Bella berfikir jika Nathan merasa cemburu dengan Bastian saat ini.Bella bahkan tidak tahu jika Nathan dan Bastian adalah saudara.-
Holla
Silakan like 👍
Komentar 💬
Klik♥️
Vote juga please 😘
Terimakasih 😘
salam sayang Arabella Maheswari 😉