
Nathan menarik nafas panjang sebab ingin menyiapkan jawaban untuk pertanyaan Bella yang menanyakan soal Bastian,dia memarkir dahulu mobilnya sebelum menjelaskan itu semua.Sesampainya di depan rumah Bella,Nathan mematikan mesin dan menghadap ke arah Bella yang saat ini melihatnya.
"Uhh kenapa ekspresimu seperti itu Nath,mengerikan sekali."Tutur Bella merasa takut melihat ekspresi Nathan yang serius.
"Apa kau tidak merasakan jika data tarik kakakku sangat kuat Bella?"Tanya Nathan dengan nada tenang.
"Tidak..Aku hanya merasa ada yang aneh dari dia."Jawab Bella tegas.
"Setahuku Kak Bas mempunyai jimat pemikat,itu saja.Jadi dia selalu terlihat mempesona terutama di sudut pandang seorang wanita."Kata Nathan menjelaskan.
Kau lebih mempesona Nath...
"Aku juga mengetahuinya itu semua dari jimat yang selalu di bawanya di kantung celananya,dan aku tahu info itu dari internet."Kata Nathan menjelaskan.
"Lantas liontin di lehernya itu untuk apa Nath?"
"Aku tidak tahu Bella,carilah di internet mungkin kau bisa menemukan jawabannya.Emm...Kusarankan kau jangan berkerja di sana lagi,keluarlah dari perkerjaan itu dan aku akan memberikan sebuah perkerjaan yang lebih baik di kantorku."Pinta Nathan pada Bella sebab dia tidak ingin kehilangan seseorang seperti yang pernah terjadi dulu.
"Aku ingin menyelidiki sesuatu Nath,setelah kau berucap seperti itu,aku jadi yakin jika Bastian mengenal ilmu perdukunan dan sebagainya.Aku merasa ada yang aneh dari dia sejak awal kita bertemu."
"Tidak perlu mencari tahu soal itu Bell,aku akan memberikanmu perkerjaan lain."Pinta Nathan setengah memohon.
"Aku tidak bisa terpengaruh dengan benda seperti itu Nath,kau tenanglah.."Melirik malas.
"Kau selalu tidak mau ku khawatirkan..!!"
"Ciiihhh...!! Aku bukan bayi..."Bella membuang mukanya.
"Ya sudahlah terserah...!!!"
"Ya ini hidupku jadi terserah aku donk..!!"Jawab Bella tidak ingin kalah.
"Ahhh...!! Entahlah..Apa kau besok akan kerumah temanmu tadi?"Tanya Nathan.
"Hmm dia sudah mengirimiku lokasi."Memperlihatkan Layar ponselnya.
"Akan kuantar besok."
"Tidak perlu Nath..Bukannya kau akan berkerja."
"Tidak masalah,aku akan menyerahkan perkerjaan itu pada sekertarisku."Kata Nathan yang lagi-lagi tidak bisa di gangu gugat."Kau berangkat jam berapa?"Imbuh Nathan bertanya.
"Aku tidak tahu,itu tergantung besok!"Jawab Bella Ketus.
"Tidak tahu atau tidak mau aku tahu...!!!"
"Ya Terserah..!!!"Bella akan membuka pintu namun tidak bisa."Tolong buka pintumu ini Nath!!"Teriak Bella kesal.
"Tunggu di situ aku bukakan."Nathan keluar mobil dan membukakan pintu mobil untuk Bella.
"Aku sangat membenci ini..!!"Runtuk Bella serayap turun.
"Membenci atau menyukai..!! Mana ada wanita yang tidak ingin diperlakukan manis oleh seorang pria.."Melirik malas ke arah Bella serayap melipat kedua tangannya di sekitar perut dan dada.
"Ada ..!! Itu aku ish...!!"Menjulurkan lidahnya pada Nathan.
Nathan tersenyum tipis melihat ekspresi wajah wanita dewasa si hadapannya yang sikapnya bahkan masih seperti anak TK.
"Kau ingin mengodaku Bella..Hmm.."Kata Nathan menumpukan kedua tangannya pada body mobil sehingga Bella terjepit oleh tubuh tinggi Nathan.
"Aku bisa menghajarmu sekarang juga Nath.."Kata Bella mulai gugup sebab wajah tampan Nathan kini berada di hadapannya.
NB:Ilustrasi gambar 😉
Nathan seolah tidak menghiraukan ucapan Bella saat ini sebab manik Nathan sudah menatap lekat ke setiap inci wajah Bella yang terlihat cantik dengan cahaya bulan yang terlihat remang-remang.Bella sendiri seolah terbungkam dan tidak bisa melakukan sesuatu yang biasa di lakukannya saat ada seolah lelaki yang ingin menyentuhnya seperti sekarang.
Deg...
Deg...
Deg...
Astaga Bella kenapa kau terlihat begitu cantik dengan baju sederhana seperti itu,rasanya aku ingin langsung m#l#mat habis bibir kecil itu..
Kedua tangan Nathan terangkat perlahan ke atas lalu menyentuh pipi Bella yang mungkin tengah memerah sekarang,di pandanginya wajah itu beberapa menit sehingga jantung keduanya semakin berdetak tak beraturan.
Cup...
Sebuah kecupan mendarat di dahi milik bella,cukup lama hingga Bella terpejam karena perlakuan dari Nathan saat ini.
"Aku tahu kamu mempunyai perasaan yang sama denganku Bella,akan ku tunggu jawaban dari pertanyaanku tadi.Aku mencintaimu.."Nathan kembali mengecup dahi Bella sebentar dan melepaskan himpitannya.
Bella masih mematung meski Nathan sudah berdiri tegak di hadapannya,Bella menarik nafas beberapa kali sebab tadi dia sempat menahan nafas saat wajah Nathan berada tepat di depannya.
"Apa kau ingin aku melanjutkannya Bella."Imbuh Nathan memperlihatkan senyum tampannya.
"Tidak...!! Pulanglah...Sampai jumpa besok."Jawab Bella tertunduk lalu berjalan melewati Nathan begitu saja.
Nathan masih memandangi Bella sambil bersandar pada body mobil miliknya,terlihat jelas jika Bella kesulitan memasukan kunci rumahnya karena gugup.
"Apa kau butuh bantuan sayang.."Teriak Nathan mengoda.
"Tidak..!! Tetap di situ..!! Aku akan menghajarmu jika kau mendekat satu langkah saja..."
Ayolah kunci...Kenapa kau sudah sekali Ahh..!! Akhirnya kunci masuk lalu Bella memutarnya dengan cepat dan masuk rumah secara cepat.
Braaakkkk!!!
Nathan tesenyum kecil melihat tingkah laku Bella yang mirip seperti anak SMA yang sedang gugup karena menyukai seorang lelaki.
"Sekarang siapa yang mirip anak kecil Bella,tapi sikap itu sangat cocok dengan wajah cantikmu yang memang lebih cantik dari anak SMA.Ahh...Bellaku,aku tidak yakin jika malam ini aku bisa memejamkan mata karena tingkah konyolmu itu."Gumah Nathan membuka pintu mobil dan masuk.
Seperti biasa,Bella masih mengintip Nathan dari celah-celah jendela rumahnya.Bella menghirup oksigen sebanyak-banyaknya saat mobil Nathan sudah meninggalkan rumahnya.
"Aaaahhh...Aku senang sekali,ternyata Nathan mencintaiku,aku merasa sedikit aneh dengan diriku sendiri,kenapa tadi ku biarkan Nathan melakukan hal itu.?"Kata Bella kegirangan serayap menyentuh lembut dahinya."Aku juga mencintaimu Nath tapi masalahku masih terlalu banyak di sini,aku bahkan belum siap untuk menjalin sebuah hubungan sebab traumaku yang berkepanjangan karena kegagalan yang terus terjadi.Biar aku merasakan dulu bagaimana manisnya perjuangan cintamu untuk mendapatkanku,karena aku tidak ingin salah melangkah dan sakit untuk kesekian kalinya."Imbuh Bella berbicara pada dirinya sendiri.
Dok...dok...dok..dok..dok...
Suara gedoran pintu terdengar sangat jelas saat Bella akan menuju pintu kamarnya,gedoran pintu itu terdengar sangat kasar dan aneh,sebab tidak ada suara yang memanggil nama Bella atau sekedar mengucapkan sesuatu.
"Siapa yah .."
Dok..dok...dok..dok..
Dok...dok...dok...
Astaga sepertinya bukan manusia yang ada di balik pintu itu...Ya tuhan lindungi aku,semoga bukan gelandangan itu..Ahhh ...Aku mikir apa sih..!!Gelandangan itu cuma datang di mimpiku saja..
Bella berjalan perlahan ke arah pintu dan dia mencium bau busuk di sana.
"Ahh sepertinya aku tahu ini siapa??"Bella langsung membuka pintu dan terlihat jelas sesosok buntalan kain kafan berdiri tegak di balik pintu tersebut.Wajahnya tidak berbentuk dan hanya seperti gumpalan daging yang hancur,matanya bahkan tidak terlihat karena tertutup gumpalan daging yang sudah membusuk.
"Ada perlu apa Mr.Pociiii."Tutur Bella yang sudah terbiasa mendapatkan kunjungan dari makhluk ini setiap bulannya.
Pocong tersebut hanya diam menatap Bella."Tidak bisa..!! Kau tidak boleh tinggal di sana."Menujuk samping rumah Bella yang penuh dengan pohon pisang."Aku takut kau menakut-nakuti warga sekitar sini, jangan mendatangiku lagi,meskipun kau memohon aku tidak akan mengizinkannya.Pergilah..Apa kau ingin ku ikat pakai ini agar tubuhmu terbakar."Bella hendak menyentuh rambutnya dan secara cepat pocong itu menghilang dari hadapannya.
"Dia selalu mengagetkanku..."Bella menutup kembali pintunya dan masuk ke dalam kamarnya untuk mencari info soal kalung yang di pakai Bastian.-
Silahkan like 👍
Komentar 💬
Klik'♥️
Vote juga please 😘
Terimakasih 😘
Salam ♥️Bella dan Nathan♥️