Why Me?

Why Me?
Why Me? 76



Genta buru buru mendatangi Gadis kerumah sakit. Sebenarnya sebentar lagi dia harus pergi ke acara penghargaan musik. Namun Genta meminta ijin untuk menemui Gadis sebentar.


Saat Genta berlarian ke arah ruangan Gadis, banyak mata yang memandanginya. Apalagi ketika Genta membuka paksa pintu ruangan Gadis yang semula tertutup.


Disana ketika ada pasien yang sedang konsultasi, semua pasang mata menatap kearah Genta yang sedang ngos ngosan.


"Genta" Gadis berdiri, lebih dulu dia permisi ke pasien nya.


Setelah itu baru Gadis melangkah mendekati Genta dan menariknya untuk keluar dari ruangan.


"Kenapa sih?" Tanya Gadis sedikit khawatir, Genta belum pernah menemuinya dengan tergesa-gesa seperti ini.


"Ikut aku yok" ajaknya sudah hendak menarik tangan Gadis.


"Aku ada pasien" Gadis menarik kembali tangannya.


"Aku udah bilang ke papa buat atur jadwal terapi pasienmu"


Gadis memutar mata malas, dia hampir lupa jika lelaki dihadapannya ini sekarang anak pemilik rumah sakit tempatnya bekerja.


"Emangnya mau kemana?"


"Nanti juga kamu tahu sendiri" Genta tidak memerlukan persetujuan Gadis.


Dengan cepat, Genta menarik tangan Gadis dan membawa perempuan itu berlarian bersama dengannya, menjadi bahan tontonan untuk para pasien di rumah sakit, terutama yang berlarian adalah artis yang sedang naik daun.


🏡🏡🏡


Setelah melalui drama yang begitu panjang dan memaksa Gadis mengenakan gaun yang sudah Genta persiapkan, kini dengan mobil sedan yang di kemudi sopir bayaran Genta, mereka akhirnya berhenti ditengah tengah karpet merah yang dibentangkan begitu luas. Karpet yang menyambut kedatangan mereka.


"Genta, ini kita dimana?" Gadis menarik tangan Genta saat hendak membuka pintu mobil.


Genta tersenyum sekilas lalu mengusap pipi Gadis.


"Nanti kamu akan tahu" katanya lantas membuka pintu mobil dan menunggu Gadis ikut turun dengannya.


Tidak, saat Gadis menatap banyak kamera yang menyorot kearahnya perempuan itu justru bergeming ditempat sambil meremas gaun merah menyalanya.


"Ayo turun" Genta sedikit memberi gelengan kearah kanan sebagai kode perintah untuk Gadis turun.


Akhirnya meski penuh keraguan, Gadis turun dari mobil sedan yang di kemudikan sopir. Seluruh  wartawan menyambut turunnya Gadis dengan suara ricuh, terutama beberapa penggemar yang berdiri di belakang pagar karpet.


Genta mengulurkan tangan untuk digandeng Gadis, dengan malu, Gadis menerima itu. Mereka berjalan secara perlahan, mengabaikan pertanyaan pertanyaan dari wartawan.


Saat memasuki gedung, Gadis kembali kaget, tidak hanya dirinya dan Genta saja disini, tapi ada beberapa artis yang sudah duduk memenuhi meja meja yang telah disediakan, dan mereka semua kini sedang menatap kearah Genta dan Gadis.


"Genta, aku malu" kata Gadis mencengkram kuat jas Genta.


"Kamu tahu, kamu orang paling cantik dibandingkan artis artis disini" bisik Genta memberikan kekuatan pada Gadis.


Kedatangan itu sempat menjadi bisik bisik sebelum Genta memilih duduk di sebelah Kera band, duduk berdua dengan Gadis.


"Hai dia" sapa Eles ramah.


Gadis hanya tersenyum canggung, karena ini pertama kalinya Gadis tersorot oleh kamera, menjadi pusat perhatian yang membuat kakinya lemas seketika.


Dari arah panggung ada penampilan dari Afgan yang berduet dengan Raisa. Sungguh begitu harmonis yang bisa membuat suasana mendadak menjadi romantis. Genta mendekatkan bibirnya ke telinga Gadis.


"Malam ini Kera band dapat penghargaan pertama kali di entertainment" bisik Genta.


Gadis hampir terkejut dan menoleh dengan cepat kearah Genta. Lalu kalau ini penghargaan pertama, kenapa Genta harus mengajaknya ikut serta?, bukankah ini bisa menjadi masalah bagi dirinya?.


Genta kembali membisiki Gadis "Ada yang mau ku kasih tahu kekamu nanti, dan aku mau kamu nonton ini"


Setelah penampilan Afgan dan Raisa yang spektakuler, kini Prilly dan Reza smash berdiri membacakan pemenang dari penghargaan "best solo female terbaik". Semua tepuk tangan saat penghargaan itu jatuh ke Rossa.


"Aku manggung sebentar" ucap Genta berdiri dan meninggalkan Gadis seorang diri.


Gadis hanya bisa diam memaku, tidak berani mengangkat kepalanya. Apalagi disebelah nya ada deretan anggota Noah yang begitu terkenal, didepannya juga ada Anggun, Agnes Monica, bahkan penyanyi penyanyi yang dulu hanya bisa Gadis tonton dari televisi.


Tapi, saat suara Genta terdengar diatas panggung, Gadis berani mengangkat kepala, dia mendapatkan kepercayaan diri hingga bisa tersenyum selebar itu. Genta sedang berdiri disana, menyanyikan single terbaru Kera band yang baru diliris hari ini, single berjudul "Gadis".


Entah kenapa, mendengarkan itu seperti sedang mendengarkan ungkapan perasaan Genta.


Setelah selesai, tepuk tangan penonton membuat Kera band kembali dan cukup lama sampai mereka semua duduk ditempat masing masing.


"Maaf lama" Genta mengelus punggung Gadis, membuat Gadis mengangguk sekilas.


"Beberapa grup grup ini begitu luar biasa" ujar Indra yang akan membacakan nominasi.


"Kita langsung bacakan saja Indra, aku yakin banyak yang gak sabar" timpal Bunga Citra Lestari.


"Nominasi grup band terfavorit jatuh kepada____"


Semuanya tampak tegang, kecuali Genta yang hanya terfokus kearah Gadis.


"Kera band" ujar Bunga dan Indra secara kompak.


"Selamat Kera band" kata Indra.


Kera band berdiri dan disorot oleh kamera, lalu mereka berlima berjalan menaiki tangga yang disoraki oleh penggemar.


Genta sedikit gugup, apalagi saat Irvan menatap kearahnya dan seperti memberi aba aba untuk memberikan pidato pertama bagi Genta, pidato kemenangan.


"Ee sebelumnya terimakasih untuk Tuhan, keluarga, dan para fans yang sudah mendukung kami semua" kata Genta memulai pidatonya "ini penghargaan pertama kita" lalu Genta tersenyum saat menatap trofi yang dibawa Gara dengan penuh bangga.


"Kita akan melakukan yang terbaik lagi, terimakasih" kata Irvan selanjutnya.


Setelah rentetan acara, Kera band berhasil membawa pulang tiga piala seperti grup band terfavorit, penyanyi pendatang baru terfavorit, dan lagu mellow terfavorit. Diakhir acara, Kera band akan tampil membawakan lagu "Kupilih kamu" yang nantinya sesuai rencana Kera band, akan ada kejutan diakhir acara.


🎶🎶


Kupih kamu, Kupilih hatimu, dan Kupilih cintamu


🎶🎶


Suara Genta yang mulai akan berkahir begitu merdu terdengar, lelaki itu turun dari panggung sambil bernyanyi, berjalan penuh mantap kearah Gadis yang kini sedang duduk menontonnya.


Saat jarak mereka berdekatan, kamera menyorot keduanya bagaikan ini acara mereka. Genta mengangkat tangan Gadis yang diikuti Gadis berdiri. Lalu Genta duduk jongkok dihadapan Gadis membuat perempuan itu malu.


"Gadis Ayunda" panggil Genta "Terimakasih sudah mau sama aku, sudah mau nemani aku, sudah mau nunggu aku" kata Genta memegang tangan Gadis.


Lalu dia merogoh sesuatu dari saku jasnya dan mengeluarkan cincin dalam kontak brudu yang dia pegang kemarin.


"Gadis, will you marry Me?" Tanya Genta membuat Gadis langsung menangis.


Iya, hari ini Gadis begitu dibuat takjup dengan kejutan Genta, terutama lamaran lelaki yang masih bersimpuh dihadapannya. Tidak hanya Gadis saja yang terkejut, semua artis yang masih berada disitu sampai histeris melihat keberanian Genta.


"Aku gak punya apa apa" kata Genta "aku cuman punya keberanian buat jadi suami kamu"


Gadis masih menyeka air matanya, dia terharu melihat upaya Genta.


"Gadis, didepan jutaan orang yang nonton ini aku mau bilang ke kamu, aku pengen bina rumah tangga sama kamu, kita bikin istana kita sama sama" kata Genta semakin membuat Gadis terisak.


"Will you marry Me?"


Perlahan Gadis mengangguk, aggukan yang juga membuat Genta merasa lega sendiri. Genta melepaskan cincin di kotak brudu lalu memasangkan dijari manis Gadis dan berdiri memeluk perempuan itu.