
.
.
.Hai teman teman, terima kasih sudah mau menunggu lanjutan ceritanya!
.
.
.
.
.
.
.
Daniel sampai di apartemen , dia langsung keluar dan naik menuju apartemen Anna.
" Iya Jo , aku akan ingat semuanya.Aku juga berharap kakek Daniel mau merestui kami " Ucap Anna kepada Jonathan yang saat ini sedang menelponnya .
"Aku hanya ingin kau bahagia Anna , jika memang kau bahagia bersama Daniel aku ikut bahagia !" Ucap Jonathan di sebrang sana .
cekleekkk!!
Bunyi pintu apartemen yang di buka , dan Anna tahu siapa yang masuk , lalu mengakhiri percakapannya dengan Jonathan.
" Terima kasih Jo ! Aku sudahi dulu ya , sepertinya Daniel sudah pulang , aku tidak ingin dia salah paham " Ucapan Anna membuat laki laki yang saat ini masih menyimpan rasa itu mengangguk mengerti.
" Baiklah , aku tutup panggilannya ! Sampai jumpa Anna !" Jonathan mengakhiri dengan sedikit kecewa , karena sebenarnya dia masih ingin mengobrol dengan wanita itu.
" Bye Jo !" Jawab Anna singkat sebelum Daniel benar benar masuk ke kamar dan mendengarnya.
Anna langsung menyambut sang kekasih dengan hati yang bahagia , entah kenapa semenjak hamil Anna ingin terus berdekatan dengan Daniel .Atau ini bawaan bayinya yang tidak ingin jauh dari ayahnya?.
" Sayang,kenapa sudah pulang ? Ini masih jam kerja kan ?" Tanya Anna langsung memeluk laki laki itu.
" Aku sengaja pulang cepat , karena aku membawa kabar yang sangat bahagia.Kau mau tahu?" Daniel terlihat sangat bahagia membuat wanita hamil itu penasaran.
" Hem.Kabar bahagia apa yang membuat kau sangat senang?" Tanya Anna penasaran.
" Besok kita akan menikah , secepatnya! Karena kakek sudah merestui kita sayang. Apa kau bahagia ?" Jelas Anna membuat wanita itu terkejut tidak percaya.
" Benarkah Daniel? Kau tidak sedang membual kan ? Maksudku tiba tiba kakek mu setuju , apa yang kau katakan sayang ?" Ucap Anna masih sangat syok , dia tidak percaya dengan yang dia dengar.Karena selama ini kakek Daniel adalah orang yang keras, tidak mungkin semudah itu untuk merestui hubungan mereka. Anna bahagia tentu saja,tapi hati kecilnya masih ada kejanggalan.
Akhirnya Daniel menceritakan semua yang dia ucapkan di kantor dan tidak lupa juga reaksi Cristine saat itu.
" Tapi Daniel , aku merasa kasihan dan tidak enak hati kepada nona Cristine .Bagaimanapun dia adalah wanita yang baik,dia juga sangat mencintaimu." Ucap Anna merasa bersalah.
" Ini bukan salah mu sayang.Ingat kau harus fokus pada satu tujuan saat ini, yaitu menjaga kandungan mu dan bersiap menjadi istriku besok.Jangan pikirkan masalah lainnya,semua sudah menjadi takdir kita semua,oke !" Ucapan Daniel membuat Anna tenang,dia langsung memeluk laki laki di sampingnya itu.
Mereka saling memandang ,terlihat sekali dari kedua mata mereka bahwa cinta di antara sangatlah dalam.Tiba tiba Daniel mencium bibir Anna ,awalnya Anna tidak merespon namun dengan keahlian Daniel akhirnya Anna ikut merespon dan mulai membalas ciuman Daniel .Daniel terus me**ma* dan me***cup bibir manis milik sang kekasih,Anna mulai mendesah kala Daniel turun mencium leher putih miliknya.
Dua orang yang sedang dipuncak cinta, entah apa yang akan terjadi nanti , setidaknya sekarang mereka sangatlah bahagia .
Daniel mulai terlihat bergairah menahan nafsunya,namun dia sadar bahwa wanita di depannya tidak akan pernah mau melakukan lebih dari ini ,cukup kemarin Daniel memaksa Anna melakukannya tapi sekarang Anna bersih keras tidak mau sebelum mereka benar benar menikah.Lagi pula tujuan Daniel sudah tercapai ,Anna sudah hamil seperti keinginan laki laki itu.
Sebelum Daniel yang melepaskan ciuman , Anna terlebih dulu menghentikannya.
" Cukup sayang, aku tidak mau melanjutkan takut kau tidak bisa menghentikan lagi " Pinta Anna dan membuat laki laki itu mengerti.
" Maaf sayang, aku sudah berjanji tidak akan melewati ini!" Daniel mengecup kedua tangan Anna .Sepertinya gairah yang sempat datang sekarang sudah mulai kembali.
" Jadi ,kapan kau siap menemui kakekku Anna ?" Tanya Daniel tiba tiba membuat Anna terkesiap .
" Sebenarnya aku masih takut Daniel ,meskipun kau bilang tuan Bram sudah merestui kita ,tapi tetap saja masih ada ketakutan di hatiku " Anna jujur tentang hatinya , dia memang masih takut untuk menemui keluarga satu satunya Daniel .
" Percaya padaku sayang! Kakek tidaklah seburuk yang terlihat ,dia bahkan sangat bahagia karena mendengar akan ada cicit yang akan dia temui" Daniel tampak menenangkan kekasihnya itu, menggenggam kedua tangan Anna lalu mencium nya dengan lembut .
" Nanti akan aku kabari, sebaiknya kita istirahat dulu atau kau lapar sayang?" Tanya Daniel lembut ,dia ingin membuat Anna nyaman dan merasa diperhatikan.
" Sepertinya aku ingin makan sesuatu yang asam asam Daniel !" Ucap Anna membuat Daniel langsung menoleh.
" Apa kau ingin mangga muda sayang?" Daniel sepertinya sudah paham yang di maksud wanita hamil itu.
" Iya Daniel , bolehkah ! Kau mau membelikannya bukan ?" Anna tampak sangat menginginkan buah tersebut.
" Baiklah kita cari sama sama sekalian membeli makan diluar,kau juga harus makan bukan cuma makan yang asam asam !" Ucap Daniel ingin mengajak Anna keluar ,sudah lama Anna tidak keluar apartemen ,mungkin mengajak wanita itu akan membuat sedikit ketenangan di hati wanita itu.
Daniel dan Anna akhirnya keluar ,mereka ingin mencari udara segar di luar juga,pertama mereka akan mencari buah yang diinginkan wanita hamil dulu,kemudian mereka melanjutkan membeli makan untuk mereka.
" Kau mau makan disini atau dibungkus saja sayang?" Tanya Anna melihat Daniel yang tampaknya sudah lapar.
" Kita bungkus saja ya,agar kau juga ikut makan di apartemen nanti.Kalau makan disini nanti cuma aku yang makan , kau tidak !" Ucapan Daniel membuat Anna terkekeh kecil.
Anna bahagia sekali saat Daniel benar benar memperhatikan dia.Kebahagiaan yang seperti ini yang Anna inginkan seterusnya, tapi hatinya masih saja belum tenang meskipun dia mencoba menepis apa yang masih ada di pikirannya yang lain.
"Kau tunggu sini,aku akan memesan ,kau pasti lelah !" Pinta Daniel dan diangguki wanita yang akan menjadi istrinya itu.
Sungguh pasangan yang sangat romantis bukan? Apa kebahagiaan mereka akan berlangsung lama ,jika mengingat apa yang akan direncanakan seseorang bernama Bram.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
" Kau sudah siapkan apa yang aku minta Kim ?" Tanya Bram kepada asisten pribadinya itu.
" Sudah tuan,tapi apa tuan yakin ini rencana yang terbaik !" Ucap laki laki yang umurnya tidak jauh dari sang tuan nya itu.
" Kau tidak perlu memikirkan apapun,tinggal kerjakan apapun yang aku minta !" Ucap Bram tegas membuat sang asisten langsung mengangguk patuh.
" Aku tidak sabar ingin segera melaksanakan upacara pernikahan besok,dan lihat yang akan terjadi selanjutnya " Dengan senyum devil Bram mengucapkan membuat Kim menjadi memikirkan ,apakah tuannya itu akan melakukan hal bahaya lagi seperti dulu.
" Kabari Daniel Kim , bahwa aku yang akan mengadakan upacara pernikahan mereka!" Lagi Bram memerintahkan sang asisten " Dan tanya apa mau Daniel , pesta meriah atau hanya sederhana saja !" Lanjut Bram .
" Baik tuan !" Kim mengangguk patuh.
.
.
.
.
.
.
.
Terima kasih teman teman.
Salam dari saya Author.🙏