
.
.
Hai teman teman, terima kasih sudah mau menunggu lanjutan ceritanya!
.
.
.
.
Hari ke 2 menjelang pernikahan.
Semua orang tampak sibuk tak terkecuali Oma Lea yang saat ini sedang menemani calon cucu menantunya itu untuk persiapan pernikahannya nanti.
" Nak,Oma boleh tahu sesuatu?" Tanya Oma Lea.
" Silahkan Oma ,apa yang ingin Oma tanyakan ?" Ucap Anna tersenyum.
" Berapa usia kandunganmu ? Oma belum melihat ada perubahan di perutmu nak !" Ucap Oma Lea .
" Usia kandungan Anna memang masih muda Oma ,makanya belum terlihat besar !" Jawab Anna .
" Iya benar,yang Oma lihat malah justru tubuhmu yang kelihatan berisi !" Ucap Oma tertawa kecil.
" Apa tubuhku benar benar gemuk Oma ?" Ucap Anna sedih dan membuat Oma tidak enak hati.
" Bukan nak,maksud Oma kau tidak gemuk,hanya saja kau sedikit berisi .Kau kan sedang berbadan dua ,jadi tubuh menjadi berisi itu justru bagus,artinya kau bahagia !" Ucap Oma lembut,dan berhasil membuat Anna tersenyum lagi.
" Oma benar,seharusnya aku tidak mengeluh.Maafkan Anna Oma !" Ucap Anna .
" Tidak apa apa sayang !" Jawab Oma Lea tulus.
Akhir akhir ini memang Anna terlihat sering bersama Oma Lea ,mereka menghabiskan banyak waktu untuk saling mengenal.Dan dari situ Lea tahu wanita seperti apa Anna itu.
Wanita yang sangat sopan dan juga tutur bicaranya yang lembut membuat semua orang menyukainya ,tapi kenapa Bram tampak tidak menyukainya ,padahal dia sendiri yang merestui hubungan mereka awalnya.
Bahkan saat Lea membawa Anna ke rumah,tidak sekalipun Bram ikut bergabung dengannya saat mereka sedang bersama. Dia justru memilih pergi bersama sang asiaten.Aneh memang tapi Lea tetap menghilangkan pikiran pikiran yang buruk.
Seperti sekarang,Anna sedang di rumah tapi Bram justru akan pergi lagi.
" Lea Wira ,aku pergi dulu ! Ada hal yang harus aku urus " Ucap Bram datar.
" Baik kak,hati hati dijalan !" Jawab Wira.
" Kenapa kak Bram selalu pergi saat Anna ada disini !" Ucap Lea .
Saat ini mereka memang sedang berdua di ruang keluarga karena Anna sedang dikamarnya.
" Aku tidak tahu Lea,aku pernah bertanya dan dia bilang dia sibuk untuk persiapan acara nanti !" Ucap Wira .
" Tetap saja,aku merasa tidak enak dengan Anna !" Ucap Lea.
" Kau benar,tapi kita harus buang jauh jauh pikiran itu.Anggap saja memang kak Bram sibuk demi pernikahan mereka juga !" Ucap Wira .
" Iya !" Ucap Lea singkat .
.
.
.
.
.
Bram sedang menuju ke sebuah restoran ,dia ada janji menemui seseorang ,tiba disana tampak seorang pria sudah duduk dimeja paling pojok.
" Kau sudah lama menungguku ,,Zian ?" Tanya Bram saat sudah sampai di meja .
"Belum lama tuan,silahkan duduk !" Jawab Zian.
" Jadi bagaimana,apa kau sudah benar benar yakin dengan ini ?" Tanya Bram langsung .
" Saya sangat yakin tuan,ini rencana terbaik !" Jawab Zian percaya diri .
" Baguslah,tapi kau pastikan bahwa rencana ini jangan sampai menyakiti wanita itu !" Ucap Bram serius.
" Anda tidak perlu khawatir tuan,saya hanya akan membawa wanita itu dengan aman !" Ucap Zian .
" Aku percaya padamu! " Ucap Bram.
" Terima kasih tuan !" Ucap Zian .
" Kim,mana amplop yang ku minta !" Ucap Bram kearah asistennya.
" Sudah saya siapkan tuan,,ini !" Kim menyerahkan amplop coklat berisi uang itu .
" Ini bayaran awal,setengahnya akan aku berikan setelah kau berhasil menyelesaikan ini !" Bram menyerahkan amplop coklat itu kepada Zian .
" Terima kasih tuan,saya mengerti !" Jawab Zian mengambil amplop tersebut .
" Jika kau ingin pergi,pergilah ! " Ucap Bram.
" Kim ,pesankan aku sesuatu! Aku sangat lapar dari tadi !" Pinta Bram .
" Baik tuan !" Ucap Kim.
" Kau pasti sama laparnya,jadi pesan untukmu juga !" Ucap Bram lagi.
Kim mengangguk hormat,dan melangkah untuk memesan.
" Aku sudah tidak sabar,2 hari lagi akan tiba saatnya !" Ucap Bram sendiri .
Bram tampak senyum senyum sendiri ,namun beberapa detik senyumnya menghilang saat mengingat cicit yang selama ini dia inginkan akan dia pisahkan dengan ayah kandungnya.
" Maafkan kakek sayang,kakek terpaksa memisahkan kalian,tapi kakek janji akan menjagamu dari jauh.Dan setelah kau besar kakek akan membawamu ke ayah kandungmu !" Ucap Bram lirih.
Sebenarnya apa isi dalam hati Bram,dari awal dia sangat membenci wanita itu mengandung,bahkan dia dengan tega mengatakan bahwa anak di dalam kandungan Anna bukanlah anak Daniel yang artinya dia tidak mengakui cicitnya sendiri kepada Cristine.Tapi sekarang dia tampak orang yang serakah , tidak menginginkan ibunya namun menginginkan anaknya,egois bukan?.
Ngomong ngmong soal Cristine,Bram lupa mengabari wanita itu bahwa harus bersiap 2 hari ke depan dalam pernikahan Daniel.Dia mengambil ponselnya untuk menghubungi Cristine.
Memanggil,,!!!
Setelah beberapa saat diangkat panggilan Bram.
" Hallo kek !" Ucap Cristine .
" Hallo sayang,bisa kita bertemu nanti ?" Ucap Bram.
" Bisa kek,kenapa kakek lama sekali tidak menghubungi aku ?" Ucap Cristine .
" Maafkan kakek,kakek sangat sibuk akhir akhir ini !" Jawab Bram.
"Sibuk untuk menikahkan Daniel dengan wanita lain? Kakek tidak lupa kan janji yang kakek berikan untukku ?" Ucap Cristine serius.
" Tenang saja Cristine,kakek tidak akan lupa dengan janji itu !" Jawab Bram serius .
" Baik kek,dimana kita akan bertemu ?" Ucap Cristine.
" Nanti kakek kabari lagi,saat ini kakek sedang di restaurant , apa sebaiknya kita janjian disini saja !" Ucap Bram.
" Itu ide bagus kek,jadi sekalian saja.Baiklah aku akan kesana segera !" Ucap Cristine .
" Kakek tunggu sayang !" Ucap Bram.
"Baik kek,aku bersiap dulu !" Cristine mematikan ponselnya lebih dulu.
Kim datang dengan pesanan yang Bram minta,Bram melihat kedatangan Kim masih saja menggerutu .
" Lama sekali kau ini ,aku sudah kelaparan !" Omel Bram.
" Maaf tuan,tadi mengantri !" Jawab Kim seadanya.
"Cepatlah berikan padaku !" Ucap Bram.
Kim meletakkan makanan dan langsung di lahap oleh tuan besarnya .Kim pun ikut makan karena dia juga sebenarnya lapar.Tadi dirumah sebenarnya Kim ingin makan dulu,tapi tuannya itu langsung mengajak dirinya pergi ,akhirnya mereka berdua kelaparan.
" Oh iya Kim,nanti Cristine akan datang kesini jangan sampai Daniel tahu,aku menemui Cristine !" Ucap Bram.
"Baik tuan,saya mengerti !" Ucap Kim patuh.
" Habiskan makanannya ,kau butuh nutrisi lebih.Lihatlah kau tampak kurus !" Ucap Bram jujur.
" Benarkah tuan? Saya rasa saya baik baik saja tuan !" Jawab Kim.
" Orang lain lebih tahu perubahan bentuk tubuhmu !" Ucap Bram.
" Mungkin saya jarang makan akhir akhir ini tuan !" Jawab Kim jujur.
" Jagalah kesehatanmu Kim,aku tidak mau jika kau sakit !" Ucap Bram .
" Saya mengerti tuan, terima kasih sudah mengkhawatirkan saya tuan !" Ucap Kim tulus.
Bram memang orang yang kejam dan keras kepala namun dia sangat menyayangi siapapun yang sudah dia anggap sebagai keluarga.Apalagi Kim ,orang yang sudah berada disampingnya sejak dia muda,sayang Kim tidak berniat untuk membangun sebuah keluarga kecil.
Kenapa Kim masih melajang hingga usia tua saat ini,karena dia bersumpah tidak akan menikahi wanita manapun selain kekasihnya dulu.Namun naas ,kekasihnya meninggal karena penyakit kanker yang dideritanya.Hingga saat ini cinta Kim untuk sang kekasih masih utuh ,meskipun Bram beberapa kali menjodohkannya dengan wanita wanita kenalannya dulu.
Kim tetap akan mencintainya sampai menutup mata.
.
.
.
.
.
.
.
Sudah dulu ya,Author sedang tidak enak badan .Jadi tidak bisa up banyak.
Maaf jika mengecewakan.
Salam dari saya Author 🙏.