Why Me?

Why Me?
28



.


.


Hai teman teman, terima kasih sudah mau menunggu lanjutan ceritanya!


.


.


.


Hari berjalan dengan sangat cepat,tidak terasa hari pernikahan Daniel dan Anna akan segera tiba.Hari ini Daniel mengajak Anna untuk mencoba gaun pernikahan mereka.


" Apa kau sudah siap Anna?" Tanya Daniel diluar pintu kamar.


" Sebentar Daniel! Sebentar lagi aku selesai" Jawab Anna sedikit teriak.


" Baiklah,aku tunggu diluar !" Daniel memutuskan menunggu diruang tamu.


Didalam kamar rupanya Anna sedang memperhatikan perutnya yang tampak berubah,dia lagi lagi mengganti bajunya karena ada sedikit kegemukan ditubuh wanita hamil itu.


" Apa yang harus kupakai,jika semua baju sudah mengetat seperti ini?" Gumam Anna.


Perut Anna memang masih sama,namun tubuh lainnya yang mulai besar membuat dia seperti wanita gemuk.


" Sudahlah pakai yang ini saja,setidaknya tidak mengetat " Ucap Anna sendiri ketika masih ada baju yang sedikit besar.


Daniel menunggu cukup lama dan akhirnya Anna keluar dari kamar menghampiri calon suaminya itu.


" Ayo! Aku sudah selesai " Ajak Anna .


" Lama sekali !" Sindir Daniel .


" Maaf,tadi aku bingung baju mana yang harus kupakai ,karena semua bajuku hampir mengecil .Lihatlah ! Bukankah kau berpikir aku gemuk ?" Jelas Anna sambil memajukan bibirnya.


Daniel tampak memperhatikan Anna kemudian dia tersenyum


" Kau tetap cantik Anna,mau seperti apapun !" Ucapan Daniel membuat Anna tersipu.


" Aku serius Daniel ! " Ucap Anna .


"Aku juga serius Anna,jangan terlalu dipikirkan ,kau gemuk juga karena ada anak kita yang bersamamu,ingat kan!" Ucap Daniel lembut .


" Iya Daniel,aku hampir lupa !" Anna tertawa kecil.


" Yasudah,ayok kita jalan !" Daniel menggandeng tangan Anna untuk segera keluar dan diangguki Anna


Mereka berjalan menuju ke boutique milik teman Daniel ,lebih tepatnya ibunya Sean ,sahabat Daniel .


Mereka tidak lama sampai ditempat tujuan ,kemudian mereka turun dan melangkah masuk ke toko.


" Selamat datang tuan dan nyonya !" Sapa pelayan .


" Apa Tante Luna ada didalam? " Tanya Daniel ke pelayan.


" Beliau sudah menunggu didalam tuan,silahkan !" Pelayan mempersilahkan mereka keruang pemilik boutique .


" Selamat datang Daniel,sudah lama Tante tidak melihatmu !" Sapa Luna memeluk sahabat anaknya itu.


" Baik Tante,Tante juga apa kabar ? " Ucap Daniel .


" Sama baiknya denganmu ,apalagi mendengar bahwa kau akan menikah .Dan ini pasti calon istrimu ya?" Ucap Luna kemudian mengalihkan pandangannya kearah Anna.


" Hai nak,kau cantik sekali.Tidak salah Daniel memilihmu !" Luna berganti memeluk Anna yang masih terlihat malu .


" Terima kasih ! Anda juga cantik nyonya !" Jawab Anna dan membuat Luna melepaskan pelukannya.


" Daniel!! Kau keterlaluan sekali masih menyuruhnya memanggilku nyonya !" Ucap Luna menepuk punggung Daniel.


" Aww,,Tante maafkan aku ,aku lupa dan Anna mungkin masih malu ,tapi tenang saja Anna pasti sudah tahu sekarang ,iya kan sayang ?" Bela Daniel.


" Maafkan aku Tante,aku tidak bermaksud seperti itu !" Ucap Anna tulus.


" Iya nak,panggil lah sama seperti Daniel memanggil kami,karena kau akan menjadi istri Daniel !" Ucap Luna lembut.


" Sudahlah! Ayo kita coba gaun pernikahan Anna dulu !" Ucap Luna lagi.


" Baik Tante !" Jawab Anna.


" Kau ikut Tante,dan Daniel tunggu di sofa luar !" Luna mengajak Anna masuk untuk mencoba .


Setelah beberapa saat Anna keluar dengan gaun pertama .


" Bagaimana Daniel ?" Tanya Anna .


" Cantik Anna,cobalah gaun lain !" Ucap Daniel tersenyum ,namun tidak cocok dengan gaunnya yang terlalu terbuka dipunggung.


" Kalau yang ini cocok tidak ?" Anna keluar dengan gaun baru membuat Daniel tidak mengedipkan matanya.


" Anna sungguh kau cantik sekali !" Namun bagian dadanya sangat terbuka membuat buah dada Anna sedikit menyembul dan membuat Daniel tidak suka.


" Tante,pilihkan gaun yang tidak terlalu terbuka apa ada?" Ucap Daniel kepada Luna.


" Tentu saja ada,tapi kenapa dengan gaun gaun ini ?" Tanya Luna.


" Aku tidak terlalu suka Anna mengenakan gaun yang terbuka seperti itu,bisa bisa banyak pria yang menatapnya !" Ucap Daniel dengan santainya.


" Kau ini,bucin sekali ! Nanti Tante akan desain lagi yang seperti ini !" Ucap Luna .


" Tapi aku mau yang model seperti ini Tante,apa boleh?" Tanya Anna ragu.


" Tentu saja sayang,Tante akan buat model seperti ini namun tidak terlalu terbuka sesuai keinginan calon suamimu itu !" Ucap Luna sedikit melirik Daniel yang tampak tersenyum terus.


" Terima kasih Tante !" Ucap Anna.


" Baiklah,apa kalian mau minum teh dulu? Biar aku siapkan " Tawar Luna.


" Tidak Tante terima kasih,aku harus pergi ke tempat lain lagi untuk menyelesaikan pekerjaanku sebelum aku menikah !" Tolak Daniel halus.


" Oh yasudah,hati hati dijalan Daniel ,jaga Anna dengan baik ! Salam untuk Paman Bram !" Ucap Luna .


" Ayok Anna,sudah selesai ?" Ucap Daniel .


" Sudah Daniel tunggu! Tante terima kasih kami pamit dulu !" Pamit Anna dan dibalas dengan pelukan oleh Luna.


Anna mengangguk dan tersenyum,mereka masuk ke mobil .


" Daniel ,habis ini kau jadi pergi lagi ?" Tanya Anna saat mereka sudah jalan.


" Iya sayang,aku ingin menemui client sebentar untuk mengurus pekerjaan ,agar saat nanti kita menikah aku bisa mengambil cuti untuk kita honeymoon!" Ucap Daniel tersenyum kearah Anna.


" Apa kita juga akan pergi honeymoon nanti ?" Tanya Anna.


" Kenapa? Apa kau tidak mau pergi ?" Tanya Daniel heran.


" Aku mau Daniel,setelah kau menyelesaikan kerjamu tentu !" Jawab Anna .


" Apa kau ingin pergi ke suatu tempat Anna ? Untuk honeymoon kita?" Tanya Daniel lagi.


" kemanapun asal bersamamu Daniel ,dan juga tidak membahayakan kandunganku nanti !" Ucap Anna pelan.


" Tentu saja bersamaku ,memangnya dengan siapa lagi ! Dan selama aku ada bersamamu kau akan aman sayang ?" Ucap Daniel .


" Aku percaya kepadamu Daniel !" Ucap Anna tersenyum.


Setelah mengantar Anna kembali ke apartemen ,Daniel melajukan mobilnya kearah client nya.Daniel tidak ingin menyiakan kesempatan ini,karena jika dia berhasil kerja sama dengan perusahaan ini,maka bisa dipastikan perusahaanya akan semakin berkembang .


Sampai disebuah hotel ternama ,Daniel keluar dan menyerahkan kunci mobilnya ke seseorang penjaga .Dia melangkah kearah ruangan meeting yang sudah disediakan.


Dari arah pintu tampak sang asisten yang sudah menunggu kedatangan bosnya itu.


" Selamat datang tuan !" Sapa Sam sang asisten kepercayaan Daniel.


" Apa kau sudah menyiapkan berkas berkasnya Sam ?" Tanya Daniel .


" Sudah semua tuan,dan tuan Alex sudah menunggu di dalam ,sebaiknya tuan segera masuk !" Ucap Sam .


" Ayo kita masuk !" Ajak Daniel dan diangguki Sam.


Daniel masuk bersama sang asisten ,dan disambut baik oleh client nya.


" Selamat datang tuan Daniel !" Sapa orang yang dipanggil tuan Alex itu.


" Apa kabar tuan Alex ?" Ucap Daniel menjabat tangan Alex.


" Baik tuan Daniel,senang bisa bertemu dengan anda !" Ucap Alex.


" Saya juga senang bisa bertemu dengan anda tuan !" Jawab Daniel.


" Silahkan duduk tuan !" Ucap Alex.


" Terima kasih !" Jawab Daniel .


" Bisa kita mulai tuan Alex ?" Tanya Daniel.


" Silahkan tuan !" Jawab Alex


Lama mereka menjelaskan isi bisnis dan kontrak yang akan mereka kerjakan,tampaknya mereka saling menyukai penjelasan penjelasan dari kedua belah pihak ,dan akhirnya mereka sama sama menyetujui kerja sama ini dan saling menjabat tangan.


" Senang bisa bekerja sama dengan anda tuan !" Ucap Daniel .


" Saya juga senang bisa bekerja sama dengan pengusaha muda seperti anda tuan Daniel !" Ucap Alex tak kalah.


" Apa kau sudah menikah tuan Daniel ?" Tanya Alex tiba tiba.


" Belum,tapi sebentar lagi saya akan menikah tuan !" Jawab Daniel jujur.


" Wah sayang sekali,tadinya jika belum saya akan mengenalkan putri saya denganmu tuan !" Ucap Alex membuat Daniel tersenyum kecil.


"Saya hanya bercanda tuan,dan selamat untuk pernikahan anda semoga lancar !" Ucap Alex lagi.


" Terima kasih tuan atas doanya !" Jawab Daniel .


" Sampai jumpa lagi tuan Daniel ,saya harus pergi dulu !" Pamit Alex.


"Oh silahkan tuan,sampai jumpa !" Jawab Daniel .


.


.


.


.


.


.


.


.


Mobil Alex tiba dihalaman rumah mewah,sebelum dia turun tampak Alex sedang memandang sekeliling rumah,seperti perasaan yang rindu.Karena tidak ingin lama lama dia langsung segera turun dari mobil ,dan melangkah untuk masuk.


Dibukalah pintu rumah oleh sang asisten ,tampak bangunan yang terlihat masih sama sebelum dia tinggalkan dulu.


" Ayah,,,!!" Teriak seseorang dari atas tangga.


.


.


.


.


.


.


.


.


Tunggu cerita lanjutannya .


Salam dari saya Author 🙏