
hai hai semuanya terima kasih , dan maaf yah kalau update gak tentu jam berapanya soalnya author adalah seorang emak jadi updatenya butuh waktu yang tenang biar gak di rusuhin bocil ... hihihihihi..
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Jonathan masuk ke dalam IGD tempat Anna di tangani tadi , terlihat Anna sudah siuman dan melihat Jonathan masuk .
" hai Jo , kau yang membawaku ke sini ya ? terima kasih aku selalu merepotkan mu " ucap Anna tersenyum .
Tidak ada respon dari Jonathan dia hanya tersenyum dengan anggukan sedikit , dia bingung harus mengatakan bagaimana tentang kondisi Anna . membuat Anna menyerngit bingung ada apa dengan bos nya itu.
" emmm, oh iya Jo tadi saat aku di periksa dokter , aku baik baik saja kan ? tidak ada yang serius bukan ? " tanya Anna memecah keheningan antara mereka.
Jonathan melihat Anna dengan dalam , sebelum dia mengatakan sesuatu dia terlihat menghembuskan nafasnya pelan . " Anna ada sesuatu yang ingin aku tanyakan jika boleh !" ucap Jonathan serius .
" si..lahkan Jo , apa yang ingin kau tanya..kan " jawab Anna bingung karena baru kali ini Anna melihat bos nya itu seserius ini.
" maaf ini lancang tapi aku ingin tahu apa hubungan mu dengan Daniel baik baik saja ? apa kalian akan menikah ? apa keluarga Daniel sudah menerima mu ? " berhenti sejenak kemudian " maaf.. aku hanya cemas dengan keadaan mu " lanjut Jonathan menunduk.
Anna bingung dan kaget ketika Jonathan tiba tiba menanyakan tentang nya dan Daniel sampai dia berkata " sebenarnya ada apa Jo , kenapa kau menanyakan itu? jujurlah ada apa ? " tanya Anna serius .
Jonathan menghela nafas kemudian berkata " dokter bilang kau hamil Anna , kau..?" ucap Jonathan berat hati dan tidak sanggup melanjutkan ucapannya.
" appaa? aku hamil ? jangan bercanda Jo jangan membohongiku ini tidak lucu sama sekali !" ucap Anna tertawa walau hatinya juga sebenarnya cemas .
" aku tidak berbohong, katakan Anna apa kalian memang sudah sejauh itu dalam menjalin hubungan? aku tidak percaya itu , kau dulu pernah berkata jika kau tidak akan pernah melakukan sesuatu dengan daniel sebelum kalian menikah" ucap Jo merasa bersalah karena sudah terlalu ikut campur.
" maaf Anna aku tidak bermaksud mencampuri urusan mu , mungkin kalian memang saling mencintai , aku seharusnya tidak berhak ikut campur, aku hanya syok mendengar kau..." ucapan Jonathan terpotong ketika Anna langsung membalas kata kata sahabatnya itu.
" kau benar Jo , semuanya benar. tapi aku ... aku terpaksa aku lelah Jo aku lelah " ucap Anna terbata karena menahan air mata yang dari tadi ingin keluar .dia bingung haruskah dia bercerita jujur kepada Jonathan , karena selama ini dialah tempat Anna berkeluh kesah tentang semuanya walaupun dia kekasih Daniel , tapi Jonathan lah yang selama ini selalu ada untuk Anna .
Deg . Jonathan syok mendengar Anna mengucapkan kata terpaksa . apa maksud Anna apa selama ini Daniel memperlakukan Anna buruk.
" apa maksud mu Anna ? apa yang terpaksa katakan padaku semuanya Anna , aku mohon jujurlah !" ucap Jonathan serius .
" apa yang harus aku lakukan Jo ? aku bingung aku harus bagaimana !" ucap Anna terisak .
Jonathan mendekat dan memeluk Anna , membuat Anna menangis lebih kencang Jonathan masih bertanya tanya apa yang sebenarnya terjadi dengan Anna kenapa dia terlihat sangat sedih .
Lalu Anna mulai menjelaskan semuanya kepada Jonathan , dia lebih memilih jujur karena hanya Jonathan yang membuatnya tenang , walaupun dia sangat mencintai Daniel tapi untuk masalah nyaman dia lebih memilih Jonathan karena semenjak Daniel yang memegang perusahaan ayahnya dia terlalu sibuk untuk mendengar keluh kesah Anna .
" apa Daniel segila itu Anna ? " ucap Jo menahan emosi .
" iya Jo , aku harus bagaimana Jo bantu aku !" pinta Anna .
" tinggalkan Daniel Anna ! aku akan membawamu pergi dari Daniel !" ucap Jonathan kemudian dia dengan berani menyentuh tangan Anna kemudian berkata " menikahlah dengan ku Anna , aku mau menjadi ayah untuk anak mu . aku ingin membahagiakan mu . dari pada kau hidup bersama Daniel tanpa status apapun aku tidak rela , maka menikahlah denganku !" pinta Jonathan serius .
Anna kaget dan syok melepaskan pegangan Jonathan dia tidak percaya sahabat sekaligus bos nya itu mengatakan hal yang tidak pernah Anna inginkan.
" apa yang kau katakan Jo ? aku tidak mungkin menerima mu , kita tidak saling mencintai , bagaimana bisa kau ..." ucap Anna tidak sanggup melanjutkan.
" aku mencintaimu Anna , " ucap Jonathan .
" sejak kapan Jo ?" tanya Anna tanpa melihat tatapan Jo .
" sejak kau bekerja di coffe , aku jatuh cinta kepadamu Anna tapi aku memendam rasa itu karena kau sudah memiliki Daniel jadi aku sadar diri " jawab Jonathan menunduk .
" maaf Jo , aku tidak bisa menerima mu karena faktanya ini anak Daniel bukan anak mu.aku tidak mau kau menanggung kesalahan orang lain , kau terlalu baik Jo .terima kasih untuk semua pengorbanan yang kau berikan untukku , tapi aku minta maaf sekali lagi , aku tidak bisa menerima tawaranmu Jo . maafkan aku " ucap Anna jujur dengan lembut dan berat hati.
Anna sadar diri dia sudah bukan Anna yang dulu,jika saja dia masih menjaga kehormatannya mungkin dia akan mempertimbangkan ajakan Jonathan dan meninggalkan Daniel , tapi sekarang dia tidak bisa karena Daniel sudah mengambil kesuciannya dia merasa tidak pantas untuk Jonathan dia terlalu baik untuk Anna .apa lagi sekarang dia hamil anak Daniel , tidak mungkin dia meninggalkan Daniel tapi apa Anna sanggup menjadi wanita simpanan Daniel .
" aku mengerti Anna , maaf sudah membuatmu tak nyaman karena pengakuanku , tidak apa apa Anna jika memang kau tidak bisa meninggalkan Daniel , apapun keputusanmu aku akan mendukungnya . jika kau butuh sesuatu yang bisa aku bantu maka jangan sungkan beri tahu. aku pasti membantu " ucap Jonathan dengan lembut dan senyum yang tulus namun ada kekecewaan di dalamnya.setidaknya dia lega sudah mengungkapkan isi hatinya walau pada akhirnya dia di tolak.
" terima kasih Jo, aku banyak berhutang padamu " ucap Anna tulus .
" tidak apa apa , aku hanya meminta jaga kandungan mu Anna , kata dokter dia kekurangan nutrisi karena ibunya tidak pernah memberinya makan " ucap Jonathan di selingi candaan kecil.
.
.
.
.
.
.
" hamil?? apa benar kau hamil Anna ?" teriak Daniel yang baru saja masuk dan mendengar yang mereka bicarakan.
" Daniel " ucap Anna .
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
terima kasih yang sudah mampir untuk membaca , author usahakan update setiap hari.
salam author.