Why Me?

Why Me?
32



.


.


Hai teman teman, terima kasih sudah mau menunggu lanjutan ceritanya!


.


.


.


Tampak seorang wanita memasuki sebuah restaurant ,dia melihat sekitar lalu mengarahkan pandangannya ke pengunjung paling pojok.Dia menghampirinya dengan senyum.


" Maafkan aku kek terlambat,tadi sedikit macet !" Ucap Cristine.


" Tidak masalah sayang,duduklah !" Ucap Bram.


" Kim,aku ingin berbicara berdua dengan Cristine !" Ucap Bram dan diangguki sang asisten .


" Baik tuan !" Ucap Kim mengerti keinginan tuannya itu.


" Bagaimana kabar ibumu Cristine ?" Tanya Bram basa basi.


" Ibu sangat baik kek,tapi ibu terus saja menanyakan tentang hubungan ku dengan Daniel kek,aku bingung harus menjawab apa !" Ucap Cristine sedih.


" Maafkan kakek ,karena menyuruhmu berbohong kepada ibumu sendiri Cristine !" Ucap Bram merasa bersalah.


" Tidak kek,kakek melakukan ini juga demi aku.Aku yang meminta kakek untuk menikahkan Daniel denganku !" Ucap Cristine.


" Andaikan Daniel tidak menghamili wanita itu ,pasti kalian sudah menikah !" Ucap Bram tanpa sadar.


" Bukannya kakek bilang ,anak yang dikandung Anna bukan anak Daniel kek !" Ucap Cristine curiga.


" Mak,,,sud kakek,,,,andaikan wanita itu tidak hamil ,kalian pasti sudah menikah !" Ucap Bram terbata.


" Kakek benar,tapi apa kakek sudah memikirkan rencana yang kakek bilang waktu itu ?" Tanya Cristine.


" Kau tenang saja,kakek sudah menyiapkan semuanya dengan matang !" Ucap Bram yakin.


" Itu artinya aku tinggal menunggu hasilnya kek ?" Cristine tampak senang dengan apa yang dia dengar.


" Kau benar sayang,tugasmu hanya satu Cristine !" Ucap Bram serius .


" Apa yang harus aku lakukan kek ?" Tanya Cristine.


" Kau harus bisa menutupi ini semua dari ibumu,jangan sampai dia tau pernikahan Daniel dengan wanita lain !" Ucap Bram tegas.


" Baik kek,aku pastikan ibu tidak tahu " Ucap Cristine.


" Karena kakek tidak yakin, jadi jika suatu saat ibumu tahu soal ini tugasmu meyakinkan ibumu bahwa kau tetap akan menikah dengan Daniel ,kau mengerti ?" Ucap Bram .


" Iya kek,jika ibu tahu entah dari siapa aku akan tetap membujuk ibu supaya menikahkan ku dengan Daniel !" Ucap Cristine yakin.


" Baguslah,kakek lega dengan semuanya .Tinggal menunggu hasil dari rencana ini !" Ucap Bram lega.


" Benar sekali kek !" Ucap Cristine tersenyum.


Mereka terlihat saling tertawa dan menyayangi sebagai kakek dan cucu,andaikan Anna melihat ini pasti hatinya akan sangat sedih.Namun nasib Anna sangatlah malang,hanya karena dia berasal dari panti asuhan ,dia tidak bisa bersatu dengan pria yang dicintainya.


.


.


.


.


Anna sampai di depan sebuah bangunan ,dia turun dari mobil bersama Daniel .Wanita itu melihat sekeliling bangunan dan sebuah senyuman hadir ,namun ada setetes air yang keluar dari pelupuk matanya.Daniel melihat itu dan tahu perasaan calon istrinya itu.


" Kau sangat merindukannya Anna ?" Tanya Daniel.


" Tentu saja Daniel,sudah lama aku tidak berkunjung kesini !" Anna menjawab seraya menghapus air matanya.


" Baiklah,tapi saat nanti kita masuk jangan lagi menangis! Mereka akan ikut sedih jika melihatmu seperti ini !" Ucap Daniel menghapus sisa air mata yang ada di wajah Anna.


" Iya Daniel,aku mengerti " Ucap Anna.


" Ayo kita masuk !" Ajak Daniel menggandeng tangan Anna.


Mereka sampai di pintu ,Anna tampak menarik nafasnya sebelum mengetuk pintu.


Tok tok tok,,,


Dibukalah pintu tampak seorang wanita paruh baya berkaca mata yang membuka pintu tersebut.Dan alangkah terkejutnya wanita itu saat melihat siapa yang datang.


" Maria,,,Anakku !" Ucap wanita itu langsung memeluk Anna.


" Ibuuu,,,!" Anna membalas pelukan itu.


" Apa kabar sayang,lama sekali kau tidak kemari !" Ucap wanita itu.


" Maafkan aku Bu,aku terlalu sibuk sampai aku lupa mengunjungi ibu !" Ucap Anna melepaskan pelukannya.


" Masuklah ,adik adikmu pasti senang jika melihatmu datang !" Ajak wanita yang bernama Mira itu.


Mira adalah ibu angkat Anna ,dia adalah pemilik panti asuhan kasih mulia .Dia sebenarnya tahu siapa yang membuang Anna waktu itu,namun karena ancaman yang dia terima jadi dia tidak berani berkata jujur pada Anna.


Mereka masuk,dan benar saja anak anak panti yang lain berteriak saat melihat kedatangan kakak mereka.


" Kak Anna ,,!" Teriak salah satu dari mereka .


" Kak Anna kemana saja,kami sangat merindukan kakak !" Ucap salah satu dari mereka.


" Maafkan kakak sayang " Ucap Anna bersalah.


" Sebagai gantinya sekarang kakak harus ikut kami bermain,,ayok !" Ajak anak anak dan Anna pasrah saat dirinya sudah ditarik untuk bermain,namun hatinya bahagia.


" Nak Daniel,apa kabar ?" Tanya ibu Mira kepada Daniel.


" Kabar saya baik Bu !" Jawab Daniel tersenyum.


" Duduklah,kau pasti lelah !" Ajak ibu Mira,mereka sudah saling mengenal dari dulu,karena ibu Mira tahu Anna menjalin kasih dengan pria ini dari jaman SMA.Namun Mira tidak sangka bahwa mereka akan bertahan sampai saat ini.


" Terima kasih nak,kau sudah menjaga Anna dengan baik selama ini !" Ucap Mira serius.


" Sudah kewajiban ku Bu,sebenarnya kedatangan kami kesini selain mengunjungi ibu juga ada hal lain yang ingin kami sampaikan kepada ibu !" Ucap Daniel langsung.


" Benarkah? Hal apa yang ingin kalian bicarakan nak ?" Tanya Mira penasaran.


" Kami ingin meminta restu kepada ibu " Ucap Daniel membuat Mira kaget.


" Nak,,jangan jangan kalian akan,,,!" Ucap Mira kaget dan terharu.


" Benar Bu,kami akan menikah besok.Kami harap ibu dapat memberikan restu untuk kami !" Jelas Daniel.


" Pastii,,,ibu akan merestui kalian nak !" Ucap Mira terharu.


" Terima kasih Bu,Anna pasti senang mendengar ini ,karena restu ibu sangat penting untuknya " Ucap Daniel.


" Hanya satu pesan ibu,jangan sakiti Anna nak !" Pinta Mira serius.


" Tenang saja Bu,aku sudah berjanji untuk menjaga dan melindunginya sampai kapanpun !" Ucap Daniel yakin.


" Ibu percaya padamu,dan ibu serahkan Anna kepadamu nak Daniel !" Ucap Mira.


" Terima kasih Bu !" Jawab Daniel.


Setelah lama bermain ,Anna berhenti dan meninggalkan anak anak lainnya.Lalu dia menghampiri ibu Mira dan juga calon suaminya yang tampak sedang berbincang serius .


" Apa yang kalian bicarakan tanpa aku Bu ?" Anna datang langsung duduk disebelah ibu Mira.


" Tidak nak,tadi nak Daniel sudah memberi tahu ibu tentang pernikahan kalian besok !" Ucap Mira .


" Maafkan Anna Bu,karena mendadak mengabari ibu !" Ucap Anna merasa bersalah.


" Tidak masalah sayang,yang terpenting sekarang kalian sudah memberi tahu ibu !" Ucap Mira lembut.


" Lagi pula pernikahan kami juga mendadak Bu,tanpa direncana jauh jauh hari !" Ucap Daniel jujur.


" Maksudnya ,kalian menikah mendadak ,,,!" Ucap Mira terhenti membayangkan yang tidak tidak.


" Iya Bu,maafkan Anna ya Bu,karena sudah mengecewakan ibu !" Ucap Anna menunduk.


" Astaga ,,,jadi kalian menikah karena Anna sedang hamil ?" Ucap Mira syok.


" Ini semua salah ku Bu,jangan salahkan Anna.Di sini aku yang berdosa !" Daniel menunduk kemudian menggenggam tangan ibu Mira.


" Daniel minta maaf Bu,karena sudah melanggar batasan yang ibu pernah berikan .Maafkan aku sekali lagi Bu !" Ucap Daniel memohon.


Mira menghembuskan nafasnya lalu berkata " Sudahlah nak,berdirilah lagi pula ini sudah terjadi ,dan ibu bersyukur kau mau bertanggung jawab !" Ucap Mira serius.


" Ibu mau memaafkan kami kan Bu ?" Anna ikut memohon.


" Ibu sudah memaafkan kalian nak,berjanjilah kalian tidak akan saling menyakiti ,dan jadilah orang tua yang baik kelak !" Ucap Mira memberi nasehat.


" Terima kasih Bu !" Ucap Daniel.


" Kami janji akan menjaga bayi ini,dan berusaha menjadi orang tua yang baik !" Sambung Anna.


" Ibu lega mendengarnya " Ucap Mira tersenyum.


Anna dan Daniel sangat bahagia,karena satu persatu langkah mereka untuk bersatu telah berhasil mereka lewati.Tinggal menunggu besok upacara mereka.


Berhasilkah mereka menikah atau justru sebaliknya karena saat ini ada orang yang sedang menantikan kegagalan pernikahan mereka.


.


.


Tunggu kelanjutan ceritanya.


.


.


.


..


.


.


.


.


.


Salam dari saya Author 🙏.