Why Me?

Why Me?
17



.Maaf jika selama update banyak tulisan yang kurang baik, dan terima kasih untuk kalian yang sudah mau mampir melihat karya saya .🙏


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


" Selamat datang kakak ku tersayang , akhirnya kakak sampai juga !" sapa Jesica ketika melihat Jonathan keluar dari mobil .


Jesica langsung memeluk kakak nya itu dan di balas hangat oleh sang kakak. Mereka terlihat saling menyayangi walaupun sudah lama terpisah dan tidak bertemu .


" hai adik kakak , ternyata kau sudah besar ya , membuat kakak mu ini terpesona !" ucap Jonathan sambil tertawa kecil .


" kakak bisa saja , bagaimana perjalanan mu kak ? oh iya ayo masuk dulu , ayah dan ibu sudah menunggu di dalam , kita lanjutkan mengobrol di dalam !" Jesica hampir lupa mengajak kakak nya masuk , dia langsung menarik lengan kakak nya itu.


" ibuuuu , kak Jo sudah sampai " teriak Jesica memanggil ibu nya yang berada di dapur . Membuat wanita paruh baya itu keluar .


" Jo ,, apa kabar sayang ?" sapa ibu langsung membawa anak laki laki nya itu ke dalam pelukannya .


" baik Bu , ibu apa kabar ? Jo sangat merindukan ibu !" Jonathan menjawab dengan hati yang bahagia karena sudah lama dia tidak merasakan hangatnya pelukan seorang ibu.


" ibu baik sayang,ibu juga sangat merindukan mu , lama sekali kau mau menemui ibu mu ini !" ucap ibu dengan mata yang berkaca kaca , dia terharu dan bahagia .


" e hem " sang ayang datang dan membuat ibu anak itu melepaskan pelukan nya lalu menoleh.


" jangan terlalu lama memeluknya , dan kau anak nakal , apa kau tidak ingin menyapa ayah mu ini !" ucap ayah dengan wajah yang masih datar namun di balik itu ada kerinduan yang mendalam.


" apa kabar ayah !" Jonathan langsung memeluk sang ayah juga , butuh waktu lama untuk mereka berdamai setelah sekian lama ayah dan anak itu saling bermusuhan , mereka sama sama tidak ada yang mau mengalah.


" ayah sangat baik, apa kau pulang ke sini untuk menggantikan ayah di perusahaan Jo ?" ucap ayah membuat semua orang yang tadi bahagia jadi menoleh dengan wajah bingung.


" ayahhhh,, !" tegur ibu .


" ayah hanya bercanda , serius sekali kalian menanggapi nya ." jawab ayah santai seolah tidak berdosa sama sekali.


" Ayah janji kan , tidak akan memaksa kak Jo lagi !" ucap Jesica karena hampir marah dengan candaan sang ayah.


" Sudah Jes , kan tadi ayah bilang dia hanya bercanda !" Jonathan menenangkan adiknya .


" Sudah sudah , ayo kita makan siang dulu ! Pasti kakak mu sudah lapar dan lelah " Ajak ibu kepada semua orang .


Satu keluarga berkumpul menikmati makan , sudah sangat lama mereka tidak berkumpul seperti ini . Sang ibu memandangi mereka satu satu dan tersenyum hatinya sangat bahagia menyaksikan itu semua.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Anna dan Daniel pun sedang menikmati sarapan bersama dengan penuh bahagia , apa lagi di tambah kehadiran sang buah hati yang masih berada di rahim Anna .


drrttt ddrrttttt


" Angkatlah sayang , siapa tahu itu penting !" tegur Anna .


" Biarkan saja sayang , nanti aku akan mengangkat setelah selesai makan . Mengganggu saja " ucap Daniel di akhiri dengan menggerutu .


" Makanlah yang banyak Anna , agar anak kita nanti sehat ! Kau dengar kan kata Dokter kemarin !" ucap Daniel lembut kepada wanita yang sedang mengandung itu.


" Sudah Daniel , ini sudah cukup banyak , jika terlalu kenyang aku bisa mengeluarkan semuanya lagi !" Jawaban Anna membuat Daniel menoleh .


" Apa kau masih sering mual sayang ?" tanya Daniel khawatir.


" Tidak Daniel , aku mual hanya pagi dan malam hari saja setelah itu biasa saja, tapi pagi ini tidak. " ucap Anna jujur .


" Syukurlah , aku khawatir kau mual sepanjang hari dan aku tidak tahu karena aku pergi ke kantor " ucap Daniel .


" Kau tenang saja , aku akan menghubungimu jika aku merasakan sakit !" Jawaban Anna membuat Daniel bernafas lega .


ddrrttt ddrrttttt


Lagi dan lagi Hp Daniel bergetar , membuat Anna tidak sabar dan langsung menyuruh Daniel mengangkat nya sekarang juga.


" Angkatlah Daniel !!! " pinta Anna dengan nada kesal .


" Baiklah , aku angkat dulu " ucap Daniel karena melihat ekspresi Anna yang terlihat kesal .


" Hallo , iya ada apa ?" tanya Daniel kepada sang penelepon .


Entah apa yang di bicarakan orang di sana , membuat ekspresi Daniel berubah datar dan dingin .


" Baik , aku akan datang sekarang juga !" ucap Daniel terakhir kali sebelum mematikan sambungan teleponnya . Saat ini ada hal yang harus dia urus , dan dengan terpaksa dia harus cepat cepat meninggalkan Anna sendirian .


" Ada apa Daniel , sepertinya masalah serius ya ?" tanya Anna karena melihat Daniel dia melamun.


" Iya sayang , aku harus pergi ke kantor sekarang , karena ada meeting mendadak . Tidak apa apa kan aku tinggal sekarang ?" ucap Daniel lembut .


" Tidak Daniel , pergilah ! Aku tidak apa apa " jawab Anna .


" Maaf tidak bisa menemani mu sarapan lebih lama , habiskan makan nya , lalu istirahat jangan keluar keluar sayang , hubungi aku jika butuh sesuatu !" Daniel mencium pipi Anna sebelum dia benar benar pergi .


" Hati hati Daniel , ingat ada aku dan anak mu yang menunggu mu pulang !" ucapan Anna seolah membuat semangat Daniel naik dan ingin segera menyelesaikan semuanya agar dapat hidup bersama mereka untuk selamnya .


Daniel segera menjalankan mobilnya menuju kantor , karena saat ini ada dua orang yang sedang menunggunya . Daniel tahu ini saatnya untuk membahas masalah yang akan dia katakan . Entah apa yang akan terjadi nanti biarlah Daniel yang akan menanggung.Untuk saat ini tujuannya hanya satu yaitu ingin menikahi Anna secepatnya . Untuk masalah Cristine dia yakin wanita itu adalah wanita baik , tidak mungkin dia akan menghancurkan hati wanita lain.


Daniel bahkan tidak tahu tujuan Cristine dan kakek nya datang ke kantor . Tujuan mereka adalah membahas pernikahan Daniel dan Cristine yang akan di langsungkan dengan cepat sesuai permintaan Cristine .


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Tunggu up selanjutnya yah. semoga karya saya bisa menghibur kalian semua.terima kasih 🙏