Why Me?

Why Me?
14



hai doble up yah pagi ini.terima kasih yang sudah mampir.jangan lupa like trimakasi.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Cristine masih memikirkan apa yang harus dia lakukan, jujur dia terlalu takut jika suatu hari Daniel akan meninggalkannya tapi di satu sisi dia juga tidak ingin menyakiti wanita yang selama ini mendengar keluh kesahnya secara tidak sengaja.


haruskah dia egois ingin memiliki Daniel seutuhnya tapi memikirkan bagaimana Daniel sangat mencintai Anna membuat hatinya sakit tidak menerima fakta ini . Lama dia melamun di balkon sampai tidak menyadari kehadiran sang ibu .


" sayang , kau sedang apa? kenapa melamun begitu sampai tidak sadar ibu masuk ?" ucap ibu Cristine mendekat ke arah anaknya itu .


" oh ibu disini, maaf Cristine tidak tahu ibu ke sini. ada apa Bu ?" tanya Cristine .


" hemmm. ibu ada kabar bahagia untukmu sayang" ucap ibu antusias.


" kabar apa Bu,sepertinya ibu bahagia sekali ?" tanya Cristine penasaran.


" ibu sudah membicarakan hari pernikahan kalian, dan kau tau kami sepakat akhir bulan ini kalian akan menikah, bagaimana?" jelas ibu Cristine dia percaya anaknya pasti bahagia.


" benarkah Bu? itu artinya 2 Minggu lagi kan ? " ucap Cristine belum percaya


" iya sayang, apa kau senang? impianmu akan segera terwujud. apa Daniel memperlakukanmu dengan baik sayang?" tanya ibu Cristine sambil menyelipkan anak rambut anaknya yang terhembus angin.


Cristine berubah murung ketika mendengar nama Daniel , dia jadi teringat kembali yang terjadi pada nya dan daniel.tapi dia tidak ingin ibu nya tahu, dia akan memikirkan masalah ini sendiri nanti pikirnya.


" aku bahagia Bu, Daniel juga bersikap baik . dia sangat perhatian Bu." ucap Cristine tersenyum untuk menenangkan ke khawatiran sang ibu.


" ibu ikut bahagia jika kau pun demikian sayang, ibu hanya ingin yang terbaik untukmu" ucap ibu Cristine langsung memeluk anaknya.


" terima kasih Bu, aku sayang ibu !" ucap Cristine.


Anak dan ibu saling berpelukan, pemandangan yang sangat manis bukan? wajar saja Cristine sangat di sayangi karena dia putri satu satunya Stevani.


" baiklah , ibu menyiapkan makan malam. bersihkan diri lalu turunlah untuk makan sayang!" ucap ibu Cristine diangguki oleh Cristine.


.


.


.


.


.


.


.


.


Di sebuah ruangan IGD tiga orang yang sedang berhadapan dengan dua orang yang terlihat gelisah dan satu orang dengan raut wajah yang tak terbaca. Daniel , Anna , dan Jonathan tiga orang itu yang sekarang sedang bersitegang.


" katakanlah dengan jujur dan benar.apa kau hamil Anna ? " tanya Daniel dengan nada intimidasi.


Yang di tanya hanya diam tidak ingin menjawab pertanyaan dari mulut sang kekasih, diamnya Anna membuat Daniel menahan emosi ditambah sekarang Jonathan yang menjawab.


" benar, Anna hamil lalu kenapa? apa kau tidak mau bertanggung jawab? " jawab Jonathan membuat Daniel kehilangan kendali tanpa sadar memukul wajah Jonathan.


bukkk.


" kau kira aku pengecut,apa maksudmu bicara seperti itu? tentu saja aku akan bertanggung jawab.justru aku sangat bahagia. jadi jangan sok tahu!" teriak Daniel dia tidak terima dengan kata kata yang di keluarkan Jonathan.


" hehhh.baguslah jika kau akan bertanggung jawab." ucap Jonathan menyeka bibirnya yang sedikit berdarah.


" kau ini kenapa Daniel , kenapa memukulnya." ucap Anna kepada Daniel ,lalu mengalihkan pandangannya pada Jonathan " kau tidak apa apa Jo? bibirmu berdarah" Anna menyentuh wajah Jonathan dan membuat Daniel semakin emosi karena cemburu.


" jauhkan tanganmu Anna !" perintah Daniel langsung menarik tangan Anna dari Jonathan .


" jangan pernah kasar terhadap Anna Daniel KUSUMA ! aku tidak pernah takut siapapun kau, tapi jangan pernah kau menyakiti Anna." teriak Jonathan tidak terima Anna mendapat perlakuan kasar.


" cukup!!! kalian berhentilah ini di rumah sakit , jangan membuat keributan.aku mohon!" pinta Anna pelan karena kondisinya benar benar masih lemah.


Dua laki laki itu langsung terdiam ketika sang pujaan hati mereka mengeluarkan kata kata yang terdengar pelan namun ada ketajaman .


" Jo , terima kasih sudah menolongku dan membawaku kesini.tapi maaf aku harus terpaksa menyuruhmu pulang untuk saat ini.bolehkah?" pinta Anna lembut kepada sahabatnya itu.


membuat Jonathan menghela nafasnya dan dengan hati yang berat dia menuruti kemauan Anna " tidak perlu minta maaf Anna, baiklah aku pulang dulu, istirahatlah dan hubungi aku jika butuh sesuatu !" ucap Jonathan .


" tidak perlu,ada aku sekarang kau tak di butuhkan " bukan Anna yang menjawab sudah pasti itu ulah Daniel yang masih merasakan cemburu melihat interaksi dua orang di depannya.


" danielll" tegur Anna.


" tidak apa apa Anna , biarkan saja yang penting jangan lupa ucapanku tadi , aku pulang" ucap Jonathan kemudian melangkah keluar.


Tinggal tersisa dua sepasang kekasih itu. Daniel langsung memeluk Anna tanpa ana aba membuat Anna kaget .


" terima kasih sayang ,akhirnya kau hamil.ayo kita menikah segera aku ingin kau menjadi istriku Anna . maukah kau menikah denganku ?" ucap Daniel dengan hati yang sangat bahagia.


Deg. Anna tidak percaya dengan ucapan Daniel . apa tadi? Daniel mengajaknya menikah? . Anna diam lama membuat Daniel melepaskan pelukannya dan memandangi wajah Anna dengan bingung


" sayang, apa kau dengar? kau kenapa? ada yang sakit? " tanya Daniel khawatir .


Anna seperti tersadar dan langsung menjawab " aku tidak apa apa Daniel , apa barusan kau bilang mengajak ku untuk menikah? " tanya Anna kembali.


" iya sayang, mari menikah.kau mau kan?" jelas Daniel .


Anna yang hatinya ikut tersenyum kemudian dia kembali murung saat mengingat bahwa Daniel sudah bertunangan dengan nona Cristine.


" apa itu artinya kau membatalkan pertunangan mu Daniel ?" Anna kembali bertanya untuk memastikan membuat Daniel berubah datar membuat Anna kembali sadar.


" hah.sudah ku duga Daniel , kau masih tidak bisa meninggalkan nona Cristine .lalu untuk apa kau mengajakku menikah ? apa tunanganmu itu tahu tentang keberadaan ku?" kembali Anna seperti tenggelam ke dalam dasar jurang kala Daniel masih tidak bisa menjawab.


" bisakah kita menikah diam diam dulu Anna? setelah aku menyelesaikan urusanku aku janji akan mendaftarkan pernikahan kita secara hukum.!" pinta Daniel menunduk tanpa melihat air mata Anna yang sudah mengalir deras.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


apa jawaban Anna kira kira , maukah dia menjadi istri simpanan Daniel atau dia akan memilih tawaran Jonathan ?


.


.


.


.


.salam dari saya!!!!