Why Me?

Why Me?
19



Maaf yah , episode sebelumnya aku review lagi , ternyata banyak yang salah ketik.


Di kantor Daniel sudah sedari tadi dua orang sedang menunggu kedatangan sang CEO , mereka menunggu cukup lama sampai akhirnya yang di tunggu tunggu datang .


" Silahkan masuk tuan, tuan besar sudah menunggu !" Ucap sang asisten membuka pintu ruangan Daniel .


Daniel masuk dan langsung di sambut oleh sang kakek .


" Akhirnya kau datang , kami sudah lama menunggumu " Ucap kakek basa basi .


" Ada apa kakek datang ke sini pagi pagi , tidak biasanya ?" Tanya Daniel dan melirik ke arah wanita yang masih menunduk kan wajahnya.


Kakek Bram tersenyum miring , dia yakin rencananya kali ini akan berhasil . " Aku ingin menyampaikan kepadamu bahwa pernikahan kau dan Cristine akan di laksanakan akhir bulan ini !" Ucap sang kakek , dia ingin melihat jawaban cucunya itu.


Daniel tampak membuang nafasnya kasar sebelum dia mengutarakan keinginannya saat ini . " Sebelum itu aku ingin menyampaikan sesuatu kepada kalian " Daniel bertekad akan mengakui semuanya dan jujur dengan keadaan sang kekasih yang tengah hamil .


" Apa yang ingin kau katakan Daniel ?" Kakek penasaran apakah Daniel akan mengatakan sebenarnya , jika iya maka rencana seorang Bram akan di pastikan berhasil.


" Maafkan aku Cristine ! Tapi aku tidak bisa menikahi mu . Aku ingin membatalkan pertunangan kita !" Daniel mengatakan dengan sangat pelan agar wanita di depannya mengerti .


" Kenapa Daniel ? Apa salahku ? Jika ini karena nona Anna , tenanglah Daniel aku siap menerimanya dan memaafkan mu , tapi aku mohon jangan batalkan pertunangan kita !" Cristine syok mendengar ucapan Daniel , dia pikir kakek Bram sudah mengatakan kepada Daniel perihal permintaannya.


" Maafkan aku , tapi aku harus menikahi Anna karena....


Karena dia sedang mengandung anak ku saat ini " Ucapan Daniel seperti petir yang menyambar membuat wanita itu luar biasa terkejutnya.


Deg.


Deg.


Deg.


Kakek Bram sudah menduga cucunya itu akan berani seperti itu , tapi ini yang Bram tunggu akhirnya Daniel mengatakan semuanya. Sebenarnya apa yang di rencanakan seorang Bram kusuma ? .


" Daniel !!!!! " teriak Bram pura pura terkejut untuk menyempurnakan aktingnya.


" Kek, ini tidak benar bukan ? Pasti Daniel bercanda kan , ini tidak mungkin ... jawab kek !" Cristine histeris seolah tak percaya dengan semua ini , dia sudah yakin bahwa kakek Bram akan membantu menikahkan mereka . Tapi apa yang dia dapat? Kenyataan yang membuat harapannya pupus.


" Tenanglah sayang, kakek tahu ini berat . Kita dengarkan dulu penjelasan Daniel !" Kakek Bram menepuk bahu Cristine agar calon cucu menantunya itu tenang.


" Daniel akan menikah dengan Anna kek , secepatnya ! Aku harap mau tidak mau kakek merestui kami karena aku tidak bisa membiarkan Anna melahirkan tanpa status yang jelas !" Ucapan Daniel tambah membuat Cristine menangis seolah laki laki itu tidak mempunyai hati sama sekali.


Cristine melihat ke arah Daniel , dia bertekad kali ini dengan berani dia berbicara " Tidak Daniel , kita tetap harus menikah ! Tidak apa apa jika aku harus menjadi yang kedua .....asal...


" Cukup Cristine ! kau tidak boleh seperti ini " Bram dengan tegas memotong ucapan Cristine yang belum di selesaikan .


" Daniel akan segera menjadi seorang ayah , kita tidak bisa memaksakan kehendak kita . Apalagi sudah ada cicit ku yang akan lahir , aku tidak ingin calon cicit ku menderita !" Bram berakting pura pura bersedih dan pasrah agar Daniel tidak mencurigainya.


" Kakek!!! Aku tidak percaya kakek mengatakan itu semua . Kau jahat kek , mana janji kakek yang katanya akan membantu ku ? Kakek sama saja dengan Daniel , aku membenci kakek !" teriak Cristine dengan berani karena merasa di permainkan , dengan emosi Cristine meninggalkan ruangan Daniel tanpa peduli orang yang berada di dalam.


" Cristine sayang, tunggu ! Kakek mohon maafkan kakek !" Panggil kakek , dia ingin segera mengejar Cristine untuk menjelaskan semuanya agar wanita itu tidak salah paham.


" Daniel , kakek minta maaf selama ini sudah memaksamu , jika Anna memang sedang mengandung cicit ku , maka nikahi dia . Aku tidak ingin cicit ku menderita karena aku egois . Aku akan mengejar Cristine untuk menjelaskan semuanya supaya dia mengerti " Ucap Bram sebelum dia pergi meninggalkan Daniel .


" Terima kasih kek, aku janji akan kek , Anna adalah wanita yang baik !" Daniel tidak percaya kakek yang sangat keras kepala akhirnya luluh karena akan segera mempunyai cicit , jika dia tahu akan begini respon kakek sudah dari dulu dia memikirkan ide seperti ini.


Di tempat berbeda tampak seorang laki laki tampan sedang memandangi sebuah foto , namun bukan foto dirinya atau keluarganya atau bahkan kekasihnya.Namun sebuah foto wanita yang akan segera menjadi istri orang lain.


Jonathan masih belum rela dan menerima jika wanita pujaannya akan menjadi milik orang lain, meskipun memang dari dulu Anna memanglah kekasih laki laki lain , namun sekarang berbeda . Anna akan segera menikah , jika mengingat itu Jonathan sangatlah hancur meski dari awal dia sadar dan tahu Anna tidak akan menjadi miliknya. Tapi egois kah dia jika dia mengharapkan sebuah keajaiban .


" Semoga kau bahagia Anna , rasanya sulit sekali melepas mu , meski aku tahu kita bukanlah siapa siapa , aku harap Daniel dan keluarganya memperlakukan mu dengan baik !" Jonathan mencoba ikhlas meskipun di hatinya masih khawatir apakah kakek Daniel bisa menerima Anna , karena dia sudah mengetahui semua perihal perjodohan dan pertunangan Daniel dengan seorang wanita dari keluarga Wijaya.


Dorrrrrr


Tiba tiba Jesica datang menegur kakaknya itu yang sedang melamun, dia penasaran apa yang di lamunkan sang kakak.


" Wanita mana yang membuat kakakku ini melamun ?" Tanya Jesica penasaran, apakah kakaknya itu mempunyai kekasih.


" Bukan siapa siapa hanya sahabat kakak , dia akan segera menikah . Kakak ikut bahagia " Ucapan Jonathan membuat adiknya tambah penasaran.


" Wanita atau pria sahabat kakak? " Jesica yang masih penasaran tidak akan berhenti bertanya.


" Dia wanita yang sangat cantik , baik , sopan , dan pekerja keras . Dia wanita yang sangat kuat !" Jonathan tersenyum kala mengingat sosok Anna .


Jesica terlihat ikut tersenyum , dia curiga kakaknya mempunyai perasaan terhadap wanita yang dia katakan sebagai sahabatnya itu ." Apa kakak mencintainya ?" tanya Jesica membuat Jonathan menyerngit.


" Kenapa kau berfikir seperti itu ,?" Jonathan penasaran bagaimana adiknya itu tahu jelas.


" Aku bisa melihat hanya dengan mendengar kakak menjelaskan wanita itu ,ekspresi wajah kakak tidak bisa bohong , aku melihat ada cinta di dalamnya . Apa aku benar kak ?" Jesica tahu betul sang kakak meskipun mereka terpisah cukup lama.


" Hah.Kau benar ! Aku mencintainya . Tapi aku sadar dia akan menjadi milik orang lain ,jadi bukankah kakak harus ikhlas " Ucap Jonathan membuat sang adik iba .


" Tenanglah kak , jodoh tidak akan pernah tertukar !" Kata kata yang di ucapkan Jesica membuat Jonathan tersenyum . Benar yang di katakan adiknya , jika memang Anna bukan jodohnya maka sampai kapanpun tidak akan bersama , tapi jika memang Anna masih berjodoh dengannya , maka dia pasti akan menjadi miliknya entah dengan cara apa.


Terima kasih ,tetap tunggu kelanjutan ceritanya !!


Salam dari saya🙏🙏