Why Me?

Why Me?
27



.


.


Hai teman teman, terima kasih sudah mau menunggu lanjutan ceritanya!


.


.


Di kediaman Bram kusuma,setelah kepergian dua pasang kekasih tiga orang masih terlihat sama ,masih membahas persoalan cucu mereka yang akan menikah.


" Aku tidak tahu kalau Daniel membatalkan pertunangannya,karena saat itu kami tidak datang di acara pertunangan Daniel !" Ucap Wira tiba tiba.


" Apa kakak serius, akan menyiapkan pernikahan mereka ? Menurutku mereka juga berhak menentukan acara seperti apa yang mereka mau " Ucapan Lea membuat Bram menoleh .


" Apa kau bermaksud ,bahwa aku tidak boleh menentukan acara mereka ?" Ucap Bram membuat Lea takut seketika karena tatapan besannya itu.


" Bukan seperti itu ,mungkin maksud Lea biarlah mereka yang menentukan sendiri,kita tidak perlu ikut campur " Wira membela istrinya yang tampak menunduk.Karena perdebatan tadi pun jelas bahwa Daniel menginginkan acara sendiri .


" Sudahlah! Lagi pula mereka sudah setuju apa yang aku inginkan" Ucap Bram telak.


Dua orang disampingnya saling memandang sebelum mereka menyerah,percuma mendebat seorang Bram .Mereka akan kalah ,karena dari dulu Bram tidak suka jika dibantah .


" Baiklah,kita ikut saja pilihanmu kak !" Ucap Wira menyerah.


"Karena aku harus menentukan acara ini,supaya rencana yang sudah ku susun berjalan dengan baik.Jangan sampai gagal hanya karena mereka !" Ucap Bram di dalam hatinya.


" Sebaiknya kalian tinggal disini sampai acara nanti tiba ,aku sudah siapkan kamar untuk kalian !" Ucap Bram .


" Terima kasih kak! Tapi sebaiknya kita kembali ,lagi pula kita tidak membawa pakaian ganti !" Tolak Wira pelan .


" Masalah pakaian biar nanti supir dan pelayan ku yang akan mengambil ke rumah kalian,jadi tinggallah disini !" Jika Bram sudah meminta ,tidak ada yang bisa melawan apalagi menolak .


" Baiklah,kami akan tinggal disini jika tidak merepotkan ,iya kan Lea ." Ucap Wira menyerah.


" Iya,," Jawab Lea singkat.


" Aku akan kembali ke kamar,kalian juga sebaiknya istirahat !" Ucap Bram berdiri dan melangkah menuju kekamar.


" Iya kak " Ucap Wira.


Lea masih diam ,dia masih kecewa dengan keputusan besannya itu.Menurut Lea ,Bram itu memang orang yang sangat egois,dari dulu sampai sekarang.Dia memilih diam karena percuma berdebat dengannya ,karena sudah pasti dia kalah.


Wira melihat Lea yang tampak diam kecewa,dia pun menenangkan sang istri.


" Sudahlah Lea,kita terima saja.Asalkan Daniel kita bahagia, setidaknya Daniel menikah dengan wanita pilihannya bukan karena perjodohan" Ucapan sang suami membuat Lea setuju .


Benar yang dikatakan Wira,yang terpenting Daniel bahagia sekarang.Tidak ada paksaan dalam hidupnya.


" Iya aku setuju denganmu,kita pikirkan Daniel saja.Karena kita disini sebaiknya kita membantu persiapan mereka ,hanya itu yang bisa kita lakukan !" Ucap Lea .


" Begitulah seharusnya ,kita sebagai kakek nenek Daniel harus mendukung apapun keputusan Daniel.Jangan terlalu dipikirkan sikap dan perkataan kak Bram ,kita bukan tandingannya Lea !" Ucap Wira .


" Maaf,aku tadi hanya sedikit kecewa !" Ucap Lea lirih.


" Sudahlah,ayo kita istirahat !" Ajak Wira kepada sang istri.


.


.


.


.


.


.


Jonathan dan Jesica tiba di rumah,mereka turun bersamaan.


Jesica tahu kakaknya sedang tidak baik baik saja,meskipun tadi yang dikatakannya berbanding terbalik.


Dia tidak tahu bagaimana membuat kakaknya itu move on,karena bagaimanapun wanita yang dicintai kakaknya itu sudah akan menjadi milik orang lain,tidak baik bukan jika kita mengharapkan milik orang lain? .


Seketika Jesica terlintas ide untuk mengenalkan kakaknya dengan teman wanitanya ,namun seketika itu juga dia sadar


bahwa kakaknya itu tipikal orang yang setia pada satu cintanya.


" Apa yang harus ku lakukan ?" Lirih Jesica namun masih terdengar oleh sang kakak .


" Kau bilang sesuatu Jes ?" Tanya Jonathan.


" Ahh..Tidak kak ,lupakan saja !" Ucap Jesica gugup.


" Kak,sepertinya aku lapar ,tadi kita belum sempat makan !" Ucap Jesica yang merasa perutnya demo ingin diisi .


" Aku mengerti kak,tidak apa apa,,sebaiknya kita suruh bibi untuk memasak sesuatu untuk kita !" Jesica menggeleng menegaskan dia baik baik saja,dia paham perasaan kakaknya tadi.


" Baiklah,kakak akan suruh bibi membuat makanan,kau tunggu dikamar ,nanti jika sudah selesai kakak panggil !" Suruh Jonathan kepada sang adik.


" Baik kak,aku naik dulu ke atas " Jawab Jesica langsung melangkah ke kamar


Jonathan melangkah ke dapur menemui para pelayan.


" Bibi ,tolong buatkan makanan untuk Jesica ,tadi dia belum sempat makan siang !" Pinta Jonathan .


" Baik tuan,apa nona Jesica meminta menu khusus tuan?" Ucap bibi patuh.


" Buatkan apa saja bi !" Ucap Jonathan singkat.


" Baik tuan,segera saya siapkan " Bibi mengangguk.


" Terima kasih !" Setelah mengucapkan Jonathan langsung melangkah menuju kamar nya.


Hatinya masih saja memikirkan Anna,entah kenapa dia belum merasa tenang .Akan ada sesuatu yang akan terjadi ,itulah yang ada dihatinya .


" Kenapa hatiku sangat gelisah seperti ini ?" Ucap Jonathan .


" Sebaiknya aku memastikan bahwa pernikahan Anna akan baik baik saja !" Jonathan ingin memastikan sendiri bahwa Anna menikah dengan Daniel.


.


.


.


Ditempat berbeda lagi ,tampak Bram sedang merenungi sesuatu ,lalu dia memanggil asisten pribadinya .


" Kim,,tolong kau hubungi orang orang kita untuk segera menyiapkan upacara pernikahan Daniel !" Perintah Bram kepada sang asisten.


" Baik tuan !" Kim mengangguk .


" Sebenarnya aku sudah lelah dengan semua ,aku ingin segera menyelesaikan ini semua Kim " Ucap Bram tiba tiba.


" Jika saya boleh saran tuan,apa sebaiknya tuan tidak merestui tuan Daniel dan nona Anna saja tuan!" Ucap Kim membuat Bram menoleh.


" Bukankah aku sudah merestui mereka !" Ucap Bram tajam.


" Maksud saya tuan merestui mereka sungguhan,bukan merestui untuk memisahkan mereka .Bukankah tuan sendiri yang mengatakan jika sudah lelah " Jelas Kim .


" Sebenarnya apa ingin kau bicarakan Kim !" Tanya Bram .


" Maafkan saya sudah lancang tuan,saya hanya tidak ingin apa yang tuan lakukan nanti akan tuan sesali !" Ucap Kim menunduk.


" Aku tidak akan menyesal Kim,karena aku hanya ingin Daniel menikahi Cristine .Dengan begitu hak waris mereka tidak jatuh ditangan orang lain !" Bram menjawab dengan santai.


Pak Kim tampak menghela nafasnya pelan,dia tidak tau lagi harus berkata apa untuk menyadarkan tuannya.


Laki laki yang usianya tidak jauh dari Bram itu sudah mengabdi dengan Bram selama Bram masih muda,dia orang kepercayaan Bram .Dia sudah tahu betul seperti apa tuannya itu,dari dulu memang keras kepala dan sedikit kejam .


Kim sendiri adalah putra dari pelayan keluarga Bram ,ibu Kim iyalah orang yang merawat Bram dari kecil selama orang tua Bram keluar negeri untuk berbisnis ,ibu Kim lah yang selama ini ada untuk Bram.Dari kecil Kim sudah dididik untuk mendampingi Bram,namun ketika remaja Kim dikirim keluar negeri untuk belajar.Dan pada akhirnya setelah lulus Kim kembali kepada Bram yang saat itu sudah mulai memegang kendali perusahaannya .


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Salam dari saya Author 🙏