
.
.
Maaf ya para pembaca yang sudah mau bersedia mampir, karena dari kemarin Author sakit,jadi baru bisa up lagi...
Terima kasih teman teman !!
.
.
.
.
Hari pernikahan Daniel Aron Kusuma dan Anna Maria .
Semua orang yang terlibat tampak sibuk menyiapkan tugas mereka masing masing,karena acara diadakan di gedung maka semua orang yang ada dirumah harus pindah sementara ke tempat tersebut.
Anna sang calon mempelai wanita sudah sampai duluan bersama dengan Oma Lea,karena mempelai wanita membutuhkan waktu yang lama untuk mempersiapkan semuanya dibanding mempelai pria.
" Bagaimana perasaanmu sayang?" Tanya Oma Lea yang melihat ketegangan di wajah calon cucunya itu.
" Jujur aku gugup Oma !" Jawab Anna seadanya.
" Tenanglah,buatlah dirimu nyaman jangan lihat tanggapan para tamu tamu disana !" Ucap Oma Lea tulus.
" Iya Oma,apa Daniel masih dirumah ,Oma ?" Ucap Anna ,karena memang dia belum melihat Daniel sama sekali.
" Oma tidak tahu nak,coba Oma hubungi ponsel Daniel dulu !" Jawab Oma Lea ,lalu segera menghubungi cucunya itu ,namun tidak ada jawaban sama sekali.
" Bagaimana Oma?" Anna tidak sabar.
" Ponselnya tidak aktif nak! Kau tenang saja mungkin Daniel sudah dijalan makanya ponselnya tidak aktif " Oma Lea berusaha membuat Anna tenang.
" Begitu ya,,,terima kasih Oma.Tidak apa apa aku akan menunggu disini !" Ucap Anna tersenyum meskipun hatinya masih saja khawatir ,karena Anna merasakan sesuatu yang tidak enak.
Dan disisi lain Daniel tampak sedang mencari keberadaan ponselnya,dibantu oleh para pelayan dia mencari di seluruh tempat namun belum juga ketemu.Bram datang menghampiri Daniel dan bertanya.
" Kau sedang apa? Sebentar lagi upacara kalian akan dimulai kenapa masih disini ?" Tanya Bram dengan suara tajam.
" Astaga ,aku benar benar lupa.Aku sedang mencari ponselku kek tadi aku menaruhnya disini ,tapi tiba tiba hilang makanya aku menyuruh para pelayan untuk mencarinya juga ,sampai kehabisan banyak waktu !" Daniel menjelaskan semuanya kepada sang kakek.
" Jika tidak menemukannya kau cari nanti lagi,yang lebih penting sekarang kau cepat berangkat ! Kau ini niat mau menikah atau tidak !" Ucap Bram tegas.
" Tentu saja niat kek,,,,,yasudah aku cari nanti sebaiknya aku berangkat sekarang dari pada nanti telat !" Ucap Daniel .
" Berangkatlah dulu,nanti kakek akan menyusul bersama Kim !" Ucap Bram .
" Baiklah !" Ucap Daniel lalu melangkah keluar karena dirinya sudah bersiap dari tadi.
Setalah dirasa Daniel sudah keluar mengendarai mobilnya , Bram tersenyum lalu menghubungi seseorang suruhannya untuk bersiap segera .
" Daniel sudah keluar,jalankan sesuai dengan rencana !" Ucap Bram ke seseorang disana.
" Ayo Kim,kita ikuti dia dari belakang !" Ajak Bram ke asisten pribadinya yang sudah dia anggap seperti keluarganya .
" Baik tuan !" Jawab Kim .
Mereka menaiki mobil lalu menyusul Daniel ,mereka juga ingin memastikan bahwa rencana yang disiapkan untuk mencegah Daniel datang tepat waktu berhasil.
Tampak Daniel melaju dengan sedikit kencang,dan mulai pelan saat lampu merah menyala lalu berhenti.Dan dari arah samping mobil Daniel tampak sebuah mobil berwarna silver ,Daniel mendengar ada bunyi ketukan di mobil sebelahnya karena Daniel penasaran dia menurunkan kacanya dan betapa terkejutnya dia melihat seorang wanita yang sedang meminta tolong dari dalam mobil itu.
" Cristine,,,!" Lirih Daniel .
Cristine terus menerus meminta tolong dengan cara mengetuk kaca mobil tersebut dimana membuat Daniel ingin segera menolong wanita itu.
Tanpa sadar mobil yang membawa Cristine sudah jalan dan dengan segera Daniel mengikuti mobil tersebut.
" Anna maafkan aku,tapi aku ingin menolong Cristine dulu,bagaimanapun dia sudah seperti keluarga,tunggu aku Anna ,aku janji akan segera datang setelah ini !" Ucap Daniel ke diri sendiri .
Mobil yang ditumpangi Cristine menuju ke sebuah rumah kosong namun tampak mewah,Daniel masih mengikuti arah mobil itu.Dan saat mobil didepannya berhenti ,Daniel ikut berhenti namun dengan jarak yang cukup jauh .
Daniel tampak masih diam mengamati mereka,tidak lama dua orang keluar dan membawa serta Cristine yang tampak terikat di kedua tangannya.
" Lepaskan aku brengs** !" Teriak Cristine.
" Diamlah,disini kau teriak seperti apapun tidak akan ada yang mendengarnya !" Ucap sang penculik kemudian mereka tertawa.
" Hahahaha,,sebaiknya kau menurut saja karena kita akan bersenang senang disini !" Tawa mereka semakin keras.
Cristine masih mencoba berteriak namun kedua pria itu membawanya masuk,Daniel kemudian turun lalu ikut masuk dengan pelan pelan ,dia mengintip dari jendela luar dan melihat Cristine sudah dibawa ke sebuah kamar.
Setelah beberapa menit Daniel mencoba untuk masuk,sebelum dia benar benar masuk ,dia kembali bersembunyi saat melihat kedua penculik itu keluar lagi .Daniel tidak sengaja mendengar percakapan mereka.
" Apa tidak papa meninggalkan dia sendirian disini ?" Tanya salah satu dari mereka .
" Tidak apa apa,kita kunci dari luar.Lagi pula dia tidak bisa lolos karena tidak ada jendela untuknya kabur di dalam !" Ucap penculik itu.
" Ayo " Jawab satunya.
A
Peluang bagus untuk menyelamatkan Cristine pikir Daniel.
Setelah kepergian para penculik itu Daniel segera masuk ,tapi anehnya pintu depan tidak dikunci membuat Daniel mudah untuk masuk.Kemudian dia mencari kamar tempat Cristine disekap,tak lama dia menemukannya dan lagi lagi Daniel merasa aneh karena pintu kamar terkunci tapi kuncinya masih bergantung di tempatnya.
" Mereka bodoh atau memang tidak pintar ?" Ucap Daniel merasa aneh.
Daniel mencoba membuka kunci pintu kamar tersebut dan menarik gagang pintu dengan cepat ,membuat Cristine menoleh dan terharu .Dia tidak menyangka bahwa Daniel akan datang menolong dirinya ,saking senangnya wanita itu langsung memeluk Daniel dengan sangat erat .
" Danielll,,,,ternyata kau !" Ucap Cristine.
" Kau tidak apa apa ? Apa kau terluka ?" Tanya Daniel khawatir .
" Aku takut Daniel,mereka menculikku !" Ucap Cristine tanpa hentinya.
" Tenanglah,sekarang kau aman.Sebaiknya kita keluar dari sini !" Ajak Daniel tanpa melepaskan pelukan Cristine.
" Iya Daniel,ayo aku ingin pulang !" Cristine masih tampak menangis.
Mereka keluar dengan aman tanpa merusak apapun yang ada dirumah itu,tanpa Daniel sadari ada kamera yang merekam setiap kejadian yang dia lakukan .
.
.
.
.
Ditempat lain Anna masih saja terlihat gelisah,wanita itu tidak mau diam duduk dengan tenang,pikirannya hanya tertuju pada calon suaminya itu.Sebentar lagi acara akan dimulai tapi Daniel justru belum muncul sama sekali ,bahkan ponselnya tidak aktif .Membuat semua orang yang ada disana ikut khawatir termasuk Bram ,yang pura pura cemas menunggu kedatangan Daniel.
" Tenanglah ,Daniel pasti datang sebaiknya kau duduk dulu,ingat kau sedang mengandung jangan terlalu dipikirkan !" Ucap Bram basa basi kepada Anna .
" Maafkan aku kek,aku hanya khawatir terjadi sesuatu dengan Daniel !" Ucap Anna sopan.
" Anak buahku sedang mencarinya,sebentar lagi pasti ketemu " Ucap Bram tegas.
" Iya kek " Ucap Anna pelan.
Ponsel Bram bergetar menandakan sebuah pesan masuk,segera dibuka oleh sang pemilik dan isinya membuat Bram tersenyum namun tidak ditampilkan.
Lalu mengubah ekspresinya dengan wajah terkejut dan marah supaya terlihat oleh orang orang disana.
" Astaga ,,,apa ini ?" Ucap Bram pura pura.
" Ada apa kak ? " Tanya Wira penasaran.
" Kek,,ada apa ?" Anna ikut bertanya.
" Tidak mungkin,,,pasti ini salah !" Ucap Bram seolah olah tidak terima dengan video yang dia lihat.
" Kek,,katakan ada apa dengan Daniel ?" Tanya Anna lagi.
" Kak Bram tolong katakan ada apa ?" Kali ini Lea yang bertanya.
" Lihatlah ini ,,,,!" Bram menyerahkan ponselnya ke Anna .
" Ini,,,tidak mung,,kin ,,,!" Lirih Anna setelah melihat sebuah video.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Maaf ya kalo ceritanya agak berantakan.
Masih sedikit gak enak badan jadi gak fokus.
Salam dari saya Author 🙏...