Why Me?

Why Me?
12



terima kasih untuk yang sudah mampir membaca karya ku..


Cristine seorang wanita yang berasal dari keluarga kaya , putri satu satu nya dari keluarga Wijaya. mempunyai kepribadian yang baik,sopan,lembut dan tidak pernah membantah orang tuanya . Dia jatuh cinta dengan seorang laki laki yang bernama Daniel kusuma , saat pertama kali mereka bertemu di bangku SMA kala dia datang bersama ibunya ke rumah Daniel dan saat itulah dia langsung jatuh cinta kepada Daniel karena paras Daniel yang sangat tampan itu.


Dia bahagia ketika suatu hari ibunya datang ke kamar dan memperlihatkan foto Daniel di hadapan Cristine , ibunya berkata bahwa laki laki ini yang akan di jodohkan dengannya. awalnya Cristine ingin menolak tapi setelah melihat bahwa Daniel lah yang akan di jodohkan dengannya wanita itu langsung setuju.Dan sebentar lagi impian terakhirnya akan terwujud yakni menjadi istri seorang Daniel .


Anna tergesa gesa sampai di coffe, karena dia sedikit terlambat sampainya disana coffe terlihat sudah rame perasaan tidak enak mulai muncul.


" maaf Jo aku telat, apa dari tadi sangat ramai? " tanya Anna langsung menuju ruang ganti.


" tidak apa, cepatlah ganti dan bantu yang lain !" ucap Jo .


Diam diam Jonathan memperhatikan langkah Anna dan perubahan tubuh Anna seperti ada yang beda tanpa Anna sadari sendiri Jonathan yang notabennya hanya seorang bos saja tahu perubahan Anna dengan sangat detail , karena sebenarnya Jonathan memendam rasa pada Anna , jadi setiap hal apapun yang berhubungan dengan Anna dia pasti tahu asal masih dalam jangkauan Jo.


Anna lngsung membantu karyawan lainnya, dia sangat bersemangat dan aktif karena pada dasarnya dia memang pekerja keras, pelanggan yang berdatangan sudah lumayan sepi sampai saat Anna sedang membersihkan meja tiba tiba dia ambruk dan pingsan .


brrukkk..


" Anna " teriak Susi teman Anna di coffe .


Jonathan menoleh penasaran apa yang terjadi di depan , begitu melihat yang terjadi dia kaget dan langsung membantu karyaawan lainnya .


" Anna , kenapa ini ? kenapa bisa pingsan ?" tanya Jo pada yang lain.


" tidak tahu pak , tadi Anna baik baik saja sampai tidak lama wajahnya pucat lalu pingsan " jelas Susi khawatir .


" biar aku bawa dia ke RS , Anton tolong siapkan mobil ku bawa ke depan toko!" perintah Jonathan .


" baik pak " jawab Anton langsung melakukan tugasnya


Tidak lama mobil siap dan Jonathan langsung membawa Anna ke rumah sakit . dia membawanya sendiri karena dia tidak mau sampai orang lain tahu keadaan Anna nanti setelah di periksa, jika kecurigaan dia itu benar selama ini .


" semoga kecurigaan ku tidak benar Anna," lirih Jonathan .


Sampai di rumah sakit Anna langsung mendapat penanganan dengan cepat, sampai Dokter keluar dan memanggil Jonathan ke ruangannya.


" permisi pak , mohon ikut saya sebentar ada yang ingin saya sampaikan !" ucap Dokter kepada Jonathan.


sampai di ruangan dokter itu mempersilahkan Jonathan duduk dan menjelaskan tentang kondisi Anna .


" Selamat tuan , anda akan segera menjadi seorang ayah , karena dari hasil pemeriksaan kami menyatakan bahwa nyonya Anna sedang mengandung , dan usia kandungannya 6 Minggu " ucap Dokter.


Deg. Jonathan terkejut ,entah kenapa hatinya sakit mendengar kenyataan ini. sebenarnya dia sudah curiga karena beberapa hari yang lalu Anna sering mual dan hampir muntah diam diam dan di lihat dari perubahan tubuhnya seperti orang yang sedang hamil.


" jadi maksud dokter Anna sedang mengandung selama 6 Minggu ?" tanya Jonathan sekali lagi memastikan.


" benar tuan , dan saya juga ingin menyampaikan kondisi nyonya Anna sangat buruk, dia sangat ke kurangan nutrisi , jadi saya sampaikan kepada tuan untuk menjaga pola makan istri anda tuan .karena ini sangat berpengaruh untuk janinnya.!" ucap dokter sekali lagi.


" baik dok saya mengerti, memang akhir akhir ini dia jarang makan karena katanya merasa mual " ucap Jonathan .


" kalau begitu terima kasih dok sarannya " ucap Jonathan pamit.


" baik tuan, sekalj lagi selamat tuan " ucap dokter sebelum Jonathan keluar dan di balas senyum anggukan oleh Jonathan.


Jonathan keluar dengan wajah yang tidak terbaca , dia berfikir


apa Anna dan Daniel benar benar sudah terlalu jauh , karena dia tahu keluarga Daniel bukanlah keluarga biasa melainkan keluarga terpandang dan terkaya , apa Anna akan di terima baik oleh keluarga Daniel .


Di kantor daniel uring uringan entah kenapa dia tidak berselera makan sama sekali padahal perutnya sangat lapar, sang asisten sudah berkali kali menggantikan makan siang untuk sang bos namun tidak ada juga yang di sentuh Daniel , membuat Sam sang asisten emosi lalu tanpa sadar dia berkata " apa istri tuan sedang hamil sampai sampai tuan mual dan tidak berselera untuk mencicipi semua makanan ini " celetuk Sam langsung menutup mulutnya karena dia tidak sadar kalau bos nya itu belum menikah.


" maafkan saya tuan "Sam menunduk .


wajah Daniel tiba tiba cerah dan tersenyum , dia teringat Anna , apa benar Anna hamil ? lalu dia menoleh pada Sam


" tadi kau bilang apa Sam ? katakan sekali lagi ! apakah gejala yang aku alami ini ada kaitannya dengan ke hamilan ?? " tanya Daniel mengintimidasi membuat Sam menelan ludahnya kasar.


" i..yaa.. tuan . menurut saya tuan seperti kakak saya selalu mual dan lemas saat istrinya sedang hamil . maafkan saya tuan lancang , karena saya tahu tuan belum menikah jadi ... " ucapan Sam terpotong kala Daniel langsung berteriak.


" yeessssss... semoga apa yang kau ucapkan itu benar adanya sam dan jika kau salah maka aku akan memotong gajimu selama 2 bulan, paham !" ucap Daniel berubah tajam membuat Sam lagi lagi menelan ludahnya kasar.


" tapi tuan, saya hanya mengatakan tentang kakak saya, " ucap Sam tanpa di dengar oleh Daniel karena sang bos sudah langsung pergi keluar tanpa merespon ucapan sang asisten .


" bukankah tuan belum menikah , kenapa terlihat bahagia sekali? " lirih sam kemudia dia syok " apa jangan jangan nona Anna ?" tidaakkk Sam tidak mau menyimpulkan sendiri sebelum tahu faktanya bisa bisa dia terkena amukan sang bos.


" apaaaa?? aku hamil? jangan bohong Jo , jangan bercanda denganku !" ucap Anna tertawa karena baginya ini tidak mungkin walaupun hatinya syok dan terkejut dia ingin terlihat tenang karena tidak ingin Jo tau keterpurukan Anna .


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


terima kasih semuanya, salam author!!!