Why Me?

Why Me?
23



.


.


Hai teman teman, terima kasih sudah mau menunggu lanjutan ceritanya!


.


.


.


Daniel tiba di apartemen sekitar pukul 11 malam, ketika dia masuk betapa kagetnya melihat Anna tertidur di sofa .


Dia merasa bersalah karena sudah membuat kekasihnya itu menunggunya hingga lelah.Akhirnya dengan pelan Daniel mengangkat Anna dan memindahkannya ke dalam kamar ,wanita itu tampak nyenyak sekali sampai sampai tidak sadar sedikitpun di gendong Daniel.


" Tidurlah!! Maafkan aku sayang,sudah membuatmu lelah menunggu " Daniel mengecup kening Anna dan dia segera membersihkan diri ,dan tidak lama dia ikut berbaring disamping Anna.Sebenarnya Daniel merasa lapar ,namun dia tahan karena rasa laparnya kalah dengan rasa kantuk dan lelah.


Tengah malam Anna terbangun dan betapa terkejutnya kejutnya dengan lengan yang sedang memeluknya itu.


" Daniel ,,jam berapa dia pulang? Aku pasti ketiduran " Lirih Anna kemudian membelai wajah laki laki itu dengan tatapan penuh sayang.


Daniel mulai terganggu dengan sentuhan Anna ,tidak lama dia ikut terbangun dan dengan wajah yang senyum dia menatap wanita yang sedang mengusik tidurnya itu.


" Kenapa bangun jam dijam segini ?" Tanya Daniel.


" Aku terkejut ada yang memeluk dari belakang ,dan ternyata kau.Jam berapa kau pulang? Maaf aku ketiduran tadi " Ucap Anna lembut.


" Seharusnya aku yang minta maaf karena sudah membuatmu lelah menungguku pulang sampai sampai kau tertidur di sofa " Ucap Daniel merasa bersalah.


" Tidak apa apa ,aku hanya khawatir tadi kau tidak kunjung pulang,takut sesuatu terjadi padamu !" Lagi lagi Anna membuat Daniel merasa bersalah.


" Tadi ada sedikit teman yang meminta bantuan ,jadi aku membantunya dulu,maaf tidak mengabari mu " Jelas Daniel bohong,dia tidak ingin Anna berfikir yang tidak tidak.


Anna hanya menjawab dengan senyum saja kemudian dia bangkit membuat Daniel bertanya " Mau kemana sayang? " Tanya Daniel.


" Aku merasa lapar Daniel ,apa kau sudah makan malam ?" Tanya Anna .


" Ayo kita buat sesuatu,aku juga belum makan malam " Jawab Daniel langsung turun dari kasur.


" Apa ?? Kau belum makan malam ? Ini sudah hampir pagi dan kau tidak makan malam,bagaimana jika lambungmu kumat lagi Daniel ?" Anna khawatir Daniel sakit lagi karena makan yang tidak teratur.


" Sudah sayang,kalo sekali tidak apa apa kan ? Nah sekarang kita buat makanan saja,Ayok!!" Daniel menanggapi dengan tenang ucapan Anna ,membuat wanita itu pasrah.


.


.


.


.


Di negara yang berbeda tampak seorang ayah dan anak sedang duduk bersamaan setelah sekian lama mereka tidak saling bertemu apalagi berbicara .


" Apa kau yakin ingin kembali ke sana Jo ?" Tanya Darren ayah Jonathan .


" Iya ,ini pilihan hidupku ayah , Jo harap ayah tidak lagi melarang atau menghalangi lagi !" Jonathan masih terlihat tegang berhadapan dengan ayahnya lagi,apalagi pembicaraan ini pasti akan mengarah ke perusahaan.


" Baiklah, jika memang itu keputusanmu ,pergilah ! Tapi ayah masih berharap jika kau mau membantu ayah disini ,tapi ayah tidak ingin memaksa mu lagi,kau sudah dewasa bisa menentukan jalan hidupmu sendiri !" Ucap ayah Jonathan terlihat masih berharap anaknya tidak kembali kesana.


" Terima kasih ayah ,maaf aku mengecewakan ayah lagi.Dan aku juga ingin meminta ijin mengajak Jesica ikut denganku,apa boleh yah ?" Ucap Jonathan lega ,sepertinya ayahnya memang sudah mengalah.


" Bawalah dia,tapi ingat jangan terlalu lama disana ,dia harus kembali kuliah disini !" Sang ayah sudah menginjinkan Jesica ikut dengan kakaknya ,pasti ini kabar yang membuat adiknya bahagia.


" Terima kasih yah,aku akan menjaganya disana !" Jonathan tulus mengucapkannya.


" Dan satu lagi Jo,jika suatu saat kau berubah pikiran ,perusahaan ayah selalu terbuka untukmu !" Ayah mengucapkan kata terakhir kalinya sebelum di bangkit berdiri karen sudah merasa cukup berbincang dengan putranya itu.


Jonathan hanya memandangi punggung ayahnya yang mulai menjauh ,dia menghela nafasnya pelan ,dia tampak berfikir apakah dia yang egois sekarang? Ayahnya sudah mengalah kali ini,apa nanti dia juga akan mengalah ? Karena melihat umur ayahnya yang sudah cukup berumur dan siapa kelak yang akan menggantikannya di perusahaan? Menunggu suami Jesica itu sangatlah lama saat memikirkan berapa umur adiknya itu.


Jonathan dan Jesica adalah kakak beradik dari pasangan Kim Miran dan Darren alexander .Ayahnya keturunan Eropa dan ibunya orang Korea ,mereka lahir di Korea dan ketika Jesica berusia 2 tahun mereka pindah ke Indonesia yang artinya Jonathan berusia 8tahun .Meraka menetap dan lama tinggal di Indonesia sampai Jonathan masuk bangku SMA ,tapi tidak lama ayahnya pindah lagi dan kembali ke Korea ,saat itulah Jonathan melawan tidak ingin ikut orang tuanya dan adiknya .


Dia hidup seorang diri di rumah mewahnya , dia hanya ditemani oleh pengasuh dan beberapa pelayan orang tuanya.


.


.


.


.


Di tempat lain,Cristine tampak tersenyum sendiri di dalam kamar,karena baru saja dia mendapat kabar dari kakek Bram bahwa pernikahan Daniel dan Anna akan dilaksanakan dan itu artinya yang akan menikah dengan Daniel adalah dirinya.


Wanita itu tampak tidak sabar menantikan momen itu,tapi terkadang dia masih penasaran ,apa sebenarnya yang direncanakan kakek Bram .


" Maafkan aku nona Anna,salah kau sendiri mengkhianati Daniel ,jika kau benar benar wanita yang baik ,aku tidak akan tega melakukan ini terhadapmu " Lirih Cristine jika mengingat wanita yang bernama Anna itu,dia masih tidak habis fikir.


Bagaimana bisa dia mengkhianati Daniel dengan bosnya itu.


" Jika di ingat ingat ,bos Anna memang sangat tampan dia mempunyai wajah yang tidak kalah tampannya dengan Daniel .Selera Anna tinggi juga " Cristine bermonolog sendiri .


Sang ibu datang menghampiri putrinya yang sedang terlihat senyum senyum sendiri.


" Sayang,sepertinya kau bahagia sekali,apa yang membuat putri ibu ini terlihat sangat bahagia?" Tanya ibu Cristine menghampiri anaknya .


" Tidak bu,aku hanya sedang memikirkan pernikahan ku nanti " Ucap Cristine dengan mata berbinar.


" Ibu ikut bahagia jika kau bahagia,ibu sempat khawatir karena melihatmu menangis waktu itu,setiap ibu tanya kau memilih diam .Tapi sekarang melihat wajahmu ,ibu ikut bahagia itu artinya hatimu tidak terluka lagi bukan ?" Ucapan sang ibu membuat Cristine merasa bersalah karena sudah menyembunyikan sesuatu dari sang ibu.


" Maafkan Cristine Bu,karena sudah mengabaikan ibu akhir akhir ini.Criatine janji tidak akan membuat ibu khawatir lagi " Ucap Cristine .


" Tidak apa apa sayang,kau segalanya bagi ibu apapun yang membuatmu bahagia maka ibu akan mendukungnya " Ucap Stevani membuat Cristine sangat beruntung dilahirkan dari rahim seorang ibu seperti Stevani.


" Ibu kenapa tiba tiba menangis ?" Tanya Cristine saat melihat ibunya mulai berkaca kaca .


" Tidak sayang, ibu hanya merindukan ayahmu saja !" Ucap ibu dengan menangis pelan ,dia begitu merindukan suaminya akhir akhir ini.


" Ibuu,,menagislah Bu,jika itu membuat ibu lega .Tapi jangan terlalu bersedih lama ,itu hanya akan membuat ayah sedih disana Bu !" Ucapan Cristine bagaikan nasehat yang kuat untuk Stevani .


" Iya sayang,ibu hanya sedih,kau akan menikah tanpa didampingi oleh ayahmu !" Ucap Stevani .


" Cristine baik baik aja Bu,masih ada paman dan saudara kita yang lain ,mereka juga saudara ayah Bu,mereka bisa menggantikan ayah nanti" Ucap Cristine.


" Iya sayang,maafkan ibu sudah membuatmu ikut sedih !" Stevani mulai tenang .


" Tidak apa apa Bu,aku juga merindukan ayah.Tapi ayah sudah tenang disana jadi tugas kita disini adalah hidup dengan baik sesuai keinginan ayah!" Ucap Cristine .


" Baiklah,ibu keluar dulu !" Pamit ibu Cristine ,sepertinya dia ingin menyendiri dulu.


Cristine mengerti maksud ibunya,dia pun mengiyakan " Iya Bu !" Kata kata terakhir Cristine sebelum ibunya keluar.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Salam dari saya Author 🙏.


Maaf jika ceritanya membingungkan ,tapi ini masih mula belum ke intinya yah,jadi tunggu cerita kelanjutannya.