Why Me?

Why Me?
25



.


.


Hai teman teman, terima kasih sudah mau menunggu lanjutan ceritanya!


.


.


.


.


Pagi yang sangat cerah membuat seorang laki laki yang baru saja tertidur langsung membuka matanya karena sinar matahari pagi yang mulai menyilaukan.


Jonathan membuka matanya dengan diam ,lalu dia menggeser tubuhnya dan lagi lagi dia diam ,entah apa yang dia pikirkan saat ini.Bunyi ketukan pintu membuyarkan lamunannya.


Tok tok tok


" Kakak,buka pintunya ini sudah siang ,bangunlahhh !!" Teriak Jesica ,sang adik .


Jonathan tersenyum kecil saat mendengar teriakan adiknya itu,sudah lama dia tidak dibangunkan seperti ini.Karena hari harinya hanya ada kesepian ,tapi sekarang kebahagiaan sedikit dia rasakan dengan adanya Jesica .


Jonathan lalu membuka pintu kamarnya dan terkejut saat melihat penampilan sang adik.


" Ada apa dengan pakaianmu itu !" Jonathan merasa aneh dengan Jesica.


" Hah.Kakak tidak lupa bukan kalau hari ini kakak janji mengajakku keliling kota !" Jesica mengintimidasi sang kakak .


Jonathan baru ingat dan langsung paham kenapa adiknya itu berdandan seperti itu di pagi hari.


" Oh iya ,tentu saja kakak tidak lupa sayang " Ucap Jonathan .


" Baguslah jika kakak ingat,lagi pula ini hari Minggu ,sepertinya asik kita pergi di hari libur " Jesica mengucapkan dengan antusias ,dia sudah membayangkan saat mereka nanti keliling kota ,siapa tahu dia bisa bertemu dengan laki laki tampan disana.Membayangkan itu Jesica sudah cekikikan sendiri yang mana membuat sang kakak menyipitkan matanya .


" Kenapa kau senyum senyum sendiri? Oh aku tahu,,,,sebaiknya kau jauhkan pikiran yang sedang ada di otakmu !" Ucap Jonathan seakan tahu apa yang sedang adiknya itu pikirkan.


" Ishh,,kakak tidak asik sekali !" Jesica memanyunkan bibirnya karena ketahuan kakaknya tentang isi otaknya.


" Sebaiknya kau ganti pakaianmu itu,norak sekali.Dan satu lagi ,ingat kau disini untuk liburan ,bukan untuk mencari pria tampan!" Ucap Jonathan telak membuat Jesica tambah memanyunkan bibirnya itu.


" Aku tahuuuuu,cepatlah aku tunggu dibawah !!" Jesica langsung pergi meninggalkan sang kakak yang terkekeh dengan teriakan adiknya itu.


.


.


.


.


.


.


Ditempat lain Daniel dan Anna sudah bersiap ,mereka bersiap untuk mengunjungi kakek Daniel. Anna tampak masih khawatir bisa dilihat dari wajahnya,dia gelisah meskipun dia sudah bertemu langsung waktu itu,tapi tetap saja hatinya belum tenang.Daniel tahu kekasihnya sedang gelisah ,dia pun menggenggam tangan Anna ,dan dengan lembut menciumnya lalu berkata " Tenanglah sayang,semua akan baik baik saja,ada aku di sisimu !" Daniel menenangkan Anna .


" Aku tahu Daniel,tetap saja aku gugup " Ucap Anna jujur.


" Tidak apa apa ,aku tahu.Tenangkan hatimu sayang,aku percaya kau pasti bisa !" Ucap Daniel tersenyum.


Anna sedikit tenang dengan kata kata Daniel ,dia pun mulai menguasai dirinya Aku pasti bisa ,demi Daniel dan calon buah hati mereka Anna menyemangati dirinya sendiri.


" Iya Daniel ,terima kasih sudah tetap di sampingku !" Ucapan Anna membuat Daniel lega.


" Baiklah,ayo kita jalan !" Daniel dan Anna mulai jalan menuju kediaman sang kakek.


Perjalanan mereka sangat lancar meskipun ini hari Minggu karena masih pagi jadi tidak banyak kendaraan lewat.


Tidak lama mobil mereka sampai dihalaman rumah keluarga Kusuma .Daniel tampak keluar dan disusul Anna .


" Tunggu Daniel!! Bagaimana penampilanku? " Tanya Anna sebelum mereka masuk,Anna tidak ingin penampilannya membuat malu Daniel nanti.


" Kau cantik sayang,percayalah pada dirimu sendiri oke!" Ucap Daniel tersenyum.


Mereka adalah Bram sang kakek, Wira dan istrinya yang tak lain adalah orang tua ibu Daniel.


" Selamat pagi kakek ! Dan selamat pagi kakek Wira dan Oma Lea !" Sapa Daniel masih menggandeng Anna.


Mereka semua tampak tersenyum menanggapi salam dari Daniel,kemudian menoleh kepada wanita yang sedang digandeng Daniel.


" Apa kabar Daniel ,dan siapa wanita yang kau bawa itu?" Oma Lea penasaran dengan wanita itu.


" Daniel baik Oma,oh iya perkenalkan ini adalah Anna calon istri Daniel Oma !" Ucapan Daniel membuat pasangan suami istri itu terkejut,karena yang mereka tahu Cristine adalah calon istri Daniel.


" Nak,jangan bercanda!! Bukankah calon istrimu itu putri Stevani ?" Wira tampak bertanya tanya kenapa bisa berubah seperti ini.


" Tapi kenyataanya seperti itu kek,dan kakek Bram sudah merestui kami kemaren !" Jelas Daniel .


Wira menoleh kearah Bram dan wajahnya menandakan dia butuh penjelasan.


" Ceritakan dengan jujur kak,ada apa sebenarnya !" Tanya Wira .


Bram tampak tenang menanggapi semuanya,dan dengan santainya dia berkata " Tenanglah kalian! Yang di katakan Daniel semuanya benar,Anna adalah calon istri Daniel sekarang.Dan tentang putri Stevani ,mereka sudah sepakat membatalkan perjodohan " Ucap Bram membuat Wira dan Lea syok.


Anna masih meremas kedua tangannya,dia takut jika keluarga Daniel tidak menyukai dirinya.


" Oma,sebenarnya aku dan Anna sudah menjalin hubungan selama 8tahun.Dan kami tidak bisa berpisah Oma ,maafkan Daniel jika keputusan Daniel sudah membuat semuanya kecewa!" Daniel menunduk merasa bersalah karena melihat dua orang itu tampak kecewa.


" Kami mengerti Daniel,apapun pilihanmu kami terima,asal jangan lagi kau menyakiti hati wanita ,ingat itu !" Oma Lea memang paling mengerti Daniel dibanding para kakeknya.


" Terima kasih Oma ,Daniel janji tidak akan pernah menyakiti Anna atau wanita manapun !" Daniel memeluk Oma Lea dengan penuh sayang membuat Anna lega ternyata Oma Daniel mau menerimanya.


Wira pun demikian ,dia ikut tersenyum pasrah,apapun keputusan cucunya itu dia akan mendukung selama masih baik.Pada dasarnya kakek nenek dari ibu Daniel jauh lebih baik dari kakek Bram,karena dulu ibu Daniel adalah wanita biasa.wira dan Lea juga hanya seorang pengusaha kecil , Satya ayah Daniel dan Charlotte ibu Daniel dulu mendapat restu Bram karena Satya yang berhasil membangun usahanya sendiri tanpa bantuan dari ayahnya ,Bram .


Satya membuktikan bahwa dia mampu tanpa harta dari Bram,oleh karena itu Bram merestui hubungan keduanya,meskipun Charlotte berasal dari keluarga biasa.


Tapi tidak dengan Anna ,dia tidak direstui karena memang tidak jelas asal usul wanita itu.Maka dari itu Bram menentang hubungan mereka,namun karena ingin memisahkan mereka Bram membohongi keduanya.Dengan begitu usaha untuk memisahkan keduanya akan mulus tanpa dicurigai.


Lea mendekati Anna dan duduk disampingnya lalu bertanya " Apa kau mencintai Daniel nak?" Tanya Lea lembut.


" Benar nyonya sa..yyaa sangat mencintai,,Daniel " Ucap Anna terbata.


" Tidak perlu takut,aku bukan orang yang perlu ditakuti !" Ucapan lembut Lea membuat Anna menghangat.


" Dan jangan memanggil ku nyonya ,tapi Oma ,sama seperti Daniel !" Pinta Oma Lea .


" Terima kasih Oma karena sudah menerima saya bersama Daniel " Ucap Anna tulus dengan senyumnya.


" Itu sudah kewajiban kami memberi restu apapun yang cucu kami pilih,siapapun wanita yang Daniel pilih tidak penting bagi kami,yang terpenting mereka mencintai cucu kami dengan tulus ,dan aku melihat ketulusan dari matamu !" Lea jujur dengan apa yang dia lihat dan dia rasa.


Anna menanggapinya dengan senyum,mereka terlihat sangat cocok karena sama sama mempunyai hati yang baik.


Daniel yang melihat interaksi mereka hanya tersenyum bahagia ,lain halnya dengan Bram yang terlihat murka ,dia tidak rela jika Daniel menikah dengan Anna.


Tapi dia harus bersandiwara saat ini,karena akan ada saatnya mereka berpisah.Dan itu pasti akan terjadi .


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Salam dari saya Author 🙏!!