
terima kasih sudah mau mampir untuk membaca karya saya ini...
Anna masih bertanya tanya kenapa Daniel terobsesi sekali untuk mendapatkan sesuatu yang bukan hak nya. apakah Daniel tidak bisa hidup sederhana bersama Anna ? .
" apa kau benar benar mencintaiku Daniel ?" tanya Anna .
" tanpa ku jawab seharusnya kau tau Anna " ucap Daniel serius.
Anna terlihat pasrah dengan keadaan ini , apapun yang dia lakukan nanti hanya ingin melindungi calon bayinya itu.
" lalu aku harus bagaimana Daniel ? saat ini pun aku masih tidak percaya bahwa aku sedang hamil " lirih Anna dengan mata yang sembab.
Daniel menoleh kemudian menggenggam tangan Anna , dia terlihat serius dan berkata kepada Anna.
" ayo kita besarkan bersama Anna , anak kita! aku pasti bisa melewati ini semuanya asalkan kau tetap di sisiku , karena kau adalah satu satunya kekuatan ku , kau adalah alasan aku masih bertahan sampai saat ini, beri aku kesempatan untuk menjadi seorang ayah yang baik Anna , please !" pinta Daniel sangat berharap Anna mau menerima dia dan keadaan saat ini .
Anna tampak berfikir , mungkinkah ini jalan yang harus Anna hadapi , jika iya maka Anna akan menganggap keadaan ini sebagai ujian cinta dan kehidupannya .
" baiklah Daniel , aku akan memberimu satu kesempatan . lakukanlah apa yang ingin kau lakukan aku akan tetap di sisimu !" ucap Anna pasrah dan itu membuat reaksi Daniel sangat bahagia .
" iya sayang , aku janji aku akan buktikan , aku akan berjuang untuk kita.tunggulah aku maka aku akan menjadikanmu satu satunya wanitaku , istriku .terima kasih Anna , i love you " Daniel berkata dengan hati yang sangat berbunga bunga sampai sampai air mata nya menetes karena kebahagiaan ini. Anna nya telah kembali , Daniel sangat senang melihat Anna yang kembali tersenyum seperti dulu.
" berjanjilah , kau tidak akan pernah melupakan atau meninggalkan kami berdua !" ucap Anna untuk Daniel .
" tidak akan pernah " balas Daniel langsung memeluk Anna dengan senyum yang belum mau pudar sama sekali.
" sudah Daniel , aku sesak nafas , biarkan aku istirahat !" ucap Anna melepaskan pelukan Daniel .
" maaf sayang, aku terlalu bersemangat " balas Daniel .
Mereka berdua akhirnya kembali seperti dulu, Anna harap keputusannya sudah benar bagaimanapun Daniel adalah ayah kandung bayinya jadi seharusnya memang Anna memilih Daniel apapun keadaan kekasih nya itu.sedangkan Jonathan Anna menganggapnya hanya sebatas sahabat meskipun Anna tak bisa bohong bahwa Anna sangat mengagumi sosok Jonathan. Anna akan mencoba menerima apapun yang Daniel hadapi nanti , dia akan ikut membantu kekasihnya itu apapun resikonya kelak.
Seorang laki laki dengan wajah yang sudah mulai keriput tampak sedang menerima panggilan dari seseorang , entah siapa namun dari pembicaraan nya terdengar sangat serius.
" apa informasi yang kau berikan akurat?" tanya laki laki itu yang tak lain adalah Bram kusuma .
" sudah saya pastikan sendiri tuan , dan itu sangat akurat saya jamin tuan !" ucap seseorang di sebrang sana .
" baiklah , bonus mu akan aku transfer, terima kasih informasinya" ucap Bram langsung mematikan sambungan teleponnya.
" hehh. tidak ku sangka bocah itu berani sekali menghamili wanita panti itu " ucap Bram seorang diri .
Bram kusuma adalah seorang yang sangat keras dan kejam , dia sangat teliti dan pastinya dia tidak bodoh , karena selama ini diam diam dia menyewa satu orang untuk memberikan informasi ke seharian daniel dan wanita panti itu.
Dan informasi yang dia dapat hari ini sangat membuatnya marah dan juga syok , karena ternyata Daniel tak sebodoh yang dia kira . bukankah kelicikannya sama dengan dirinya . Bram tidak mengira bahwa wanita itu sedang mengandung anak Daniel , dia sedang berfikir bagaimanapun dia harus bertindak , dia tidak ingin keluarga Cristine tahu hal ini. dia juga tidak akan membiarkan cucu nya itu menggagalkan rencananya hanya demi wanita dan calon anaknya itu.
Jonathan sampai di rumah dengan pikiran yang kacau , dia tidak kembali kecoffe karena hatinya saat ini sangatlah sakit .
" ternyata sesakit ini rasanya cinta bertepuk sebelah tangan " lirih daniel merebahkan tubuhnya di tempat tidur .
drrtttt drrtttt.
bunyi handphone Jonathan berdering membuat sang pemilik termenung saat melihat nama siapa yang ada di layar .
" ada apa?jika kau hanya menyuruhku pulang maaf aku tidak mau " ucap Jonathan langsung kepada seseorang di sana .
"tenang kak aku hanya ingin mengabari bahwa ayah sudah memutuskan untuk membebaskan kakak , jadi kakak tidak perlu lagi bersembunyi dari kami , karena ayah tadi bilang dia tidak akan lagi memaksa kakak untuk kembali ke sini " jelas Jesica .
" kau sedang tidak membohongiku kan ? awas saja jika ini jebakan , kau akan tahu akibatnya . " ucap Jonathan kepada adiknya itu .
" kakak ini ,, mana pernah aku bohong . jadi cepatlah pulang karena sebentar lagi mama ulang tahun , kakak harus datang mama sangat merindukanmu kak " ucap Jesica dengan nada jengkel.
" nanti aku usahakan " singkat dan jelas jawaban Jonathan membuat sang adik menahan jengkelnya itu.
" harus datang, jangan kecewakan kami , aku tutup selamat tinggal !" ancam Jesica kepada kakaknya itu.
Jonathan memandang panggilan terakhir kemudian tersenyum, sudah lama dia bersembunyi dari keluarganya , dengan kabar ini membuat laki laki tampan itu sedikit terobati dari rasa sakit karena seorang wanita.
sebenarnya siapa Jonathan? sepertinya akan ada kejutan menarik .ikuti terus ceritanya.maaf jika banyak kekurangan.
salam author.