Why Me?

Why Me?
20



Hai teman teman, terima kasih sudah mau menunggu lanjutan ceritanya!


Tampak sebuah mobil yang tiba di halaman perumahan mewah ,Bram tampak tergesa gesa ingin menemui Cristine yang berhasil kabur duluan dari kantor Daniel karena salah paham terhadap dirinya.


" Dimana Cristine Vani ?" Bram langsung bertanya kepada ibu Cristine setelah masuk , dia tidak ingin Cristine memberi tahu ibunya tentang masalah tadi di kantor.Bisa gawat pikirnya.


" Paman, ada apa sebenarnya?" Tanya ibu Cristine penasaran kenapa putrinya tadi pulang pulang menangis dan sekarang Bram mencari putrinya dengan wajah yang khawatir.


Akhirnya Bram mengajak Stevani untuk duduk dulu agar tenang, Bram ingin menenangkan ibunya dulu sebelum dia menemui Cristine agar Stevani tidak curiga.


" Tenanglah Vani , tidak ada apa apa hanya tadi ada kesalahpahaman saja dengan Daniel .Biasa anak muda kau tenang saja , aku yang akan berbicara kepada putri mu itu supaya mengerti !" Bram tampak berhasil membujuk Stevani untuk tenang dan tidak bertanya macam macam.


" Benarkah paman? Syukurlah aku kira ada apa tadi , maaf ya paman aku hanya khawatir tentang hubungan mereka saja " Ucap Stevani lega.


" Tidak apa apa,seorang ibu memang ingin yang terbaik untuk anaknya ! Baiklah aku akan menemui Cristine dulu. Bolehkah ?" Bram sudah tidak sabar menemui Cristine , dia berencana membicarakan semuanya dengan wanita yang sedang marah itu .


" Silahkan paman, aku akan membuat makan siang dahulu " Ucap Stevani dan diangguki oleh Bram.


Bram langsung naik menuju kamar Cristine .


Tok tok tok.


" Cucuku sayang , bukalah kakek ingin menjelaskan semuanya . Jangan marah dulu , kita bicarakan baik baik , oke !" Bujuk kakek , tak lama Cristine membuka pintu kamarnya.


" Masuklah kek , aku ingin mendengar apa yang akan kakek jelaskan tentang semua ini " Ucap Cristine terdengar masih kecewa .


Bram masuk tersenyum , kemudian langsung duduk di sofa dalam kamar ." Kemarilah duduk disamping kakek !" Pinta kakek .


" Langsung saja kek, apa maksud kakek merestui hubungan Daniel dan wanita itu ?" Tanya langsung Cristine ketika sudah duduk di samping Bram.


" Kau tenanglah ini hanya sebagian rencana kakek , kakek merestui mereka tidak serius , karena mereka tidak akan pernah bersama.Percayalah dengan kakek !" Jelas Bram kepada Cristine supaya wanita ini sedikit tenang .


" Apa kakek serius ? Kenapa kakek yakin jika mereka tidak akan pernah bersama ?" Cristine masih penasaran apa rencana sang kakek sebenarnya.


" Intinya kau jangan gegabah dan jangan khawatir , karena yang akan menikah dengan Daniel adalah kau bukan wanita lain apa lagi wanita yang sedang hamil itu !" Ucapan Bram membuat Cristine mengernyit bingung.


" Lalu bagaimana dengan cicit kakek yang sedang Anna kandung ?" Tanya Cristine lagi , apa mungkin kakek nya itu tega dengan anak yang tidak berdosa itu.


Bram menghela nafasnya pelan , sebelum dia mengatakan kepada Cristine kebohongan yang akan dia gunakan demi memperlancar rencananya itu.


" Kau tau sayang, sebenarnya anak yang di kandung wanita itu bukanlah anak Daniel , melainkan anak pria yang menjadi bosnya di coffe tempat dia bekerja " Bohong Bram .


Deg


" Tidak mungkin...Apa benar itu kek? Maksud ku Anna adalah wanita yang baik aku akui itu . Kenapa bisa ? A..pa itu artinya Anna .. berselingkuh dari Daniel ?" Cristine jelas syok dan terkejut dia tidak menyangka fakta ini.


" Aku sudah menyelidikinya , dan faktanya memang seperti itu.Tapi Cristine , kakek mohon jangan beri tahu Daniel tentang apapun! Biarkan Daniel akan tahu sendiri nya.Percayalah ! Daniel tidak akan pernah menikah dengan wanita pembohong itu !" Bram tampak puas dengan kebohongan yang dia katakan dan membuat wanita di depannya sangat percaya.


" Baiklah kek, aku akan membantu kakek . Aku juga tidak akan pernah rela Daniel di bohongi Anna . Meskipun aku masih tidak percaya wanita sebaik dan selembut itu sudah jahat terhadap Daniel " Ucap Cristine .


" Kau jangan salah menilai sayang, karena yang tampak di luar belum tentu sama dengan yang di dalam " Ucap kakek dan diangguki oleh Cristine . Benar juga kata kakek , yang terlihat baik belum tentu juga hatinya sebaik yang terlihat.


Daniel masih terus tersenyum bahagia , dia tidak sabar ingin mengatakan berita bahagia ini kepada Anna bahwa kakek nya telah merestui hubungan mereka , dan Daniel berencana akan menikahi Anna secepatnya.


" Tuan , maaf kenapa anda tersenyum sendiri ? " Ledek sang asisten .


" Kau tau aku sedang bahagia sekali , dan kau tidak perlu tahu itu !" Ucap Daniel dengan lirikan yang tajam membuat sang asisten terkekeh lucu.Tidak biasanya sang bos seperti itu.


" Aku akan pulang cepat hari ini Sam ! Kau urus sisanya dan kabari jika ada sesuatu yang penting !" Ucap sang bos tiba tiba dan Sam tahu .


" Baik tuan, dan saya selalu menghubungi anda , tanpa perlu anda katakan lagi tuan !" Ucap Sam menunduk , dia berani sekali berbicara seperti itu pada bosnya .


" Kau ..." Daniel melotot kepada sang asisten .


" Sudahlah , kau membuatku marah saja !" Ucap sang bos langsung pergi keluar .


Daniel tidak sabar ingin pulang menemui sang kekasih yang akan menjadi calon istrinya itu.Dia langsung menuju loby parkir dan menuju pulang ke apartemen.


Apa nanti mereka akan menikah? Apa rencana Bram terhadap pernikahan Daniel dan Anna nanti ?


Jangan lupa baca episode selanjutnya yah !!


Terima kasih yang sudah mau membaca.


Salam dari saya Author🙏🙏