Why Me?

Why Me?
34



.


.


Hai teman teman, terima kasih sudah mau menunggu lanjutan ceritanya!


.


.


.


Anna syok setelah melihat video yang berada di ponsel kakek Bram ,dia terjatuh lemas membuat semua orang khawatir .


Oma Lea juga melihat isi video yang menunjukan bahwa Daniel datang ke sebuah rumah dan masuk kesebuah kamar dimana dia langsung dipeluk Cristine ,tidak ada efek suara karena anak buah Bram sudah mengeditnya.


" Aku harus kesana Oma ! Aku sendiri yang akan memastikan apakah Daniel memang sengaja menemui nona Cristine atau memang mereka masih memiliki hubungan !" Ucap Anna berdiri ingin pergi dan dicegah Oma Lea.


" Tidak nak,jangan gegabah ! Kita tunggu Daniel datang dan dengarkan penjelasannya " Ucap Lea lembut.


Bram mendengar itu tampak tidak suka,jika Anna hanya diam disini menunggu Daniel .Bisa bisa rencananya gagal.


" Biarkan Lea ! Biar aku yang akan menemui Daniel disana bersama Anna " Bram menarik perhatian Anna supaya pergi.


" Iya kek,aku setuju ,,,ayo kita pergi kesana !" Anna sudah tidak sabar ingin meminta penjelasan Daniel.


" Tapi bagaimana dengan pernikahan kalian? Pendeta sudah datang ! " Oma Lea tampak masih ingin menahan Anna.


" Buat apa Oma jika pendeta datang,tapi pengantin prianya tidak ada disini !" Ucap Anna memutuskan tetap pergi.


" Ayo kek,,!" Ucap Anna dan langsung pergi dari ruangan rias.


" Ayo kita ke parkiran !" Bram menyusul Anna dengan senyum yang bahkan tidak terlihat.


Disepanjang lorong Anna termenung,dia berjalan namun hatinya sakit memikirkan yang terjadi barusan.Impian yang selama ini mereka nantikan hancur begitu saja ketika Daniel tidak datang tepat waktu di upacara pernikahan mereka dan lebih parahnya Daniel sedang bersama wanita lain.


" Tuan tunggu ! Maafkan saya tapi tuan tidak boleh meninggalkan gedung ini,karena banyak teman dan kolega bisnis anda di dalam menanyakan keberadaan anda tuan !" Ucap pak Kim yang tiba tiba datang dan menghentikan kepergian mereka.


" Biarkan saja Kim,menemui Daniel justru lebih penting saat ini !" Ucap Bram .


" Tapi tuan ,ini menyangkut citra perusahaan tuan Daniel " Ucap Kim.


" Benar kek,sebaiknya kakek masuk saja temui mereka dan soal Daniel biar aku saja yang akan kesana !" Ucap Anna mengalah.


" Tidak ! Kau sedang hamil jangan kesana sendirian !" Ucap Bram pura pura.


" Tidak apa apa kek,aku baik baik saja jangan khawatir !" Ucap Anna pelan.


" Baiklah,pergilah bersama supir !" Ucap Bram.


" Terima kasih kek " Ucap Anna.


" Hati hati dijalan jaga kandunganmu !" Ucap Bram sebelum Anna benar benar pergi.


" Iya kek " Jawab Anna tersenyum.


Mobil yang ditumpangi Anna sudah jalan dan Bram tampak tersenyum kemenangan,sebentar lagi rencananya berhasil.


Rencana terakhir adalah menahan Anna agar tidak datang lagi kesini.


" Kau sudah hubungi mereka Kim ?" Tanya Bram .


" Sudah tuan,mereka tinggal menunggu kedatangan nona Anna disana " Jawab sang asisten.


" Bagus,sebaiknya kita masuk kedalam dan memikirkan alasan apa yang akan kita berikan jika pernikahan ini gagal !" Ucap Bram kemudian.


" Baik tuan " Jawab Kim.


.


.


.


.


Diperjalanan Anna mencari ponselnya namun dia lupa bahwa ponselnya dia tinggal di meja rias tadi.


" Ah aku lupa membawa ponsel " Ucap Anna sendiri.


" Apa masih lama pak? " Tanya Anna kepada sang supir.


" Seharusnya sebentar lagi nona sesuai dengan alamat yang diberikan tuan besar " Jawab sang supir.


Tidak lama mereka sampai ditempat tujuan,Anna langsung turun dan menyuruh sang supir menunggu diluar ,karena tidak enak jika nanti mereka bertengkar .Anna lalu membuka gerbang lalu masuk ke rumah tanpa ragu sedikitpun,namun sampai didalam dia tampak ragu dan aneh karena tidak ada tanda tanda ada orang.


Demi Daniel Anna membuka satu persatu kamar namun nihil,tidak ada orang sama sekali termasuk Daniel.


" Kenapa Daniel tidak ada? Apa mereka sudah pergi " Anna bertanya tanya kemana Daniel.


Lalu dia memutuskan untuk kembali ke gedung ,mungkin saja Daniel sudah disana pikir Anna.Sebelum keluar Anna sempat mendengar suara keributan diluar,dia mengintip dibalik jendela dan alangkah terkejutnya melihat sang supir sedang dihajar dia orang yang tidak dia kenal.


" Siapa mereka? Bagaimana kalau mereka melihat aku ?" Anna sangat panik apalagi saat melihat dua orang itu ingin masuk kedalam.


" Aku harus sembunyi dimana !" Anna tampak kesusahan berjalan cepat dikarenakan gaun yang dia kenakan.


Dua orang suruhan Bram sudah masuk kedalam,mereka mencari keberadaan Anna dengan tenang .Anna bersembunyi di belakang sofa namun karena kehamilannya wanita itu tampak tidak bisa berjongkok terlalu lama.


Salah satu dari mereka melihat sebagian gaun Anna dari balik sofa,mereka pun tersenyum kemenangan.


" Ketemu kau " Ucap salah dari mereka membuat Anna takut .


" Lepaskan aku ! Siapa sebenarnya kalian ? " Ucap Anna meronta .


" Kau tidak perlu tahu kami siapa,yang jelas kau harus ikut kami sekarang juga !" Jawab mereka.


" Tidak akan!!! Lepaskan aku atau aku akan teriak !" Ancam Anna.


" Teriak lah sesukamu,karena disini tidak akan ada yang mendengar !" Bukannya takut mereka justru tertawa.


" Toollongggg,,,,!! " Teriak Anna .


" Ayo bawa dia sekarang !" Ajak mereka satu sama lain.


" Siapa yang menyuruh kalian haahh ?" Tanya Anna lagi .


" Tentu saja pemilik rumah ini,karena kau sudah lancang masuk maka kami akan membawamu menemui pemilik rumah ini !" Ucap mereka menakuti Anna .


Deg


Anna terkejut dengan ucapan mereka,jika memang pemilik rumah itu artinya Daniel atau Cristine yang menyuruh mereka.


Anna menyingkirkan pikiran negatif itu,tidak mungkin Daniel yang melakukan ini semua ,Daniel tidak sejahat itu bukan.


Anna tampak pasrah dibawa oleh mereka ,dia sudah diluar dan melihat sang supir yang tergeletak lemas di tanah membuat hati Anna tidak tega.


" Kalian benar benar kejam terhadap orang yang tidak bersalah " Ucap Anna saat melihat kondisi sang supir yang memprihatinkan.


" Masuk cepat !!!! " Suruh salah dari mereka .


Mereka tampak tidak peduli kondisi laki laki paruh baya yang sudah tergeletak tak berdaya itu.Bagaimanapun ini semua suruhan tuan besar mereka,jadi tuannya itu yang akan mengurus laki laki itu pikirnya.


Anna tampak memikirkan siapa yang menyuruh mereka sebenarnya,kenapa jadi seperti ini .Dia mulai curiga bahwa ini sebuah jebakan yang sudah direncanakan oleh seseorang.


" Kemana kau akan membawaku ?" Tanya Anna serius.


" Nanti kau juga akan tahu sendiri nona !" Jawab salah satu dari mereka.


Ini tidak bisa dibiarkan Anna harus keluar dari mobil ini dan pergi ke gedung pernikahannya.Wanita memikirkan ide dan dia tersenyum.Sebuah ide datang dan ini caranya dia bisa melarikan diri dari mereka.


.


.


.


.


.


.


Ide apa yang Anna pikirkan? .


Terus ikuti kelanjutan ceritanya ya.


.


.


.


Terima kasih atas waktunya yang sudah mau menunggu update.


Salam dari saya Author 🙏.