Why Me?

Why Me?
22



.


Hai teman teman, terima kasih sudah mau menunggu lanjutan ceritanya!


Maaf kemaren sempat susah lolos review ,jadi ini baru mau update lagi.


.


.


.


.


.


.


Anna adalah seorang gadis yang berasal dari panti asuhan,orang tuanya pun tidak ada yang tahu apa masih hidup atau sudah tiada.Dia tinggal di panti asuhan sejak bayi,dan tumbuh menjadi gadis yang sangat baik dan pekerja keras. Jika melihat anaknya tumbuh dengan sangat baik seperti ini,apakah mereka akan menyesal atau justru bahagia.


Pagi pagi sekali Daniel sudah berangkat ke kantor karena ada pertemuan penting.Tiba tiba bunyi apartemen terdengar membuat Anna menoleh penasaran ,siapa pagi pagi sekali sudah bertamu? Atau jangan jangan Daniel kembali lagi .


Ceklekkk


Dibukalah pintu apartemen dan alangkah terkejutnya Anna saat melihat siapa yang ada di depan pintu.


" Tu..ann Bram..mm !" Anna syok dan tentu saja ada rasa ketakutan karena tiba tiba dia berhadapan dengan kakek Daniel


" Apa kau tidak akan menyuruh lelaki tua ini masuk nona?" Bram membuyarkan lamunan Anna .


" Tentuu saja ,silahkan masuk tuan !" Ucap Anna dengan perasaan gelisah.


Bram tersenyum tipis ,lalu langsung masuk dan tanpa basa basi dia mengambil duduk di sofa.


" Apa kabar nona Anna ? Pasti kau terkejut dengan kedatanganku bukan? " Bram bertanya seolah tahu isi hati wanita yang didepannya itu.


" Sa..yaa baik tuannn,jika boleh tahu ada apaaa tuann tiba tiba datang kemarriii?" Anna masih bergetar ,takut jika laki laki tua di hadapannya ini berbuat yang tidak tidak.


"Tidak bolehkah seorang kakek ingin menemui calon cucu menantunya? Kau pasti sudah dengar dari Daniel tentang aku yang sudah merestui kalian " Ucap Bram masih terlihat lembut .


" Sudah tuan,dan saya ingin mengucapkan terima kasih kepada anda ,karena sudah mau merestui kami !" Ucapan Anna membuat Bram menyunggingkan senyumnya.


" Jika kau sudah tahu ,kenapa kau masih memanggilku tuan? Bukankah memanggil kakek seperti Daniel akan lebih seperti keluarga?" Bram mengatakan bukan untuk Anna,melainkan untuk memperdalam aktingnya.


Anna menoleh tidak percaya pada apa yang dia dengar " Apa boleh saya memanggil kakek ?" Tanya Anna ragu.


" Tentu saja ,sebentar lagi kau akan menjadi istri Daniel sudah seharusnya kau memanggil kakek juga !" Lagi lagi Bram tersenyum membuat Anna yakin ini bukanlah mimpi.


" Terima kasih tu,,maksud saya kakek,terima kasih sekali lagi karena sudah merestui kami dan ,,mau menerima saya !" Anna terdengar sangat bahagia sekali.


" Tidak perlu sungkan ,aku kesini hanya untuk melihatmu dan memberitahumu bahwa pernikahan kalian aku yang akan mengaturnya! Apa kau setuju?" Jelas Bram langsung karena itulah tujuan awal dia datang kemari.


" Benarkah kek? Tapi saya belum membahas ini dengan Daniel " Ucap Anna .


" Maka dari itu kau kabari Daniel ,dan beri tahu dia apa yang aku katakan tadi!" Ucap Bram berhenti sejenak.


" Aku akan pergi sekarang!" Lanjut Bram .


Anna sangat sopan itulah yang dinilai dari diri Bram ,namun dia masih mengutamakan bibit bobot untuk menjadi kriteria keluarga,apalagi ini menyangkut dua perusahaan yang dibangun oleh dua orang sahabat.Dia tidak rela jika salah satu perusahaan jatuh ke tangan orang lain.


" Baik kek, terima kasih sudah mau mengunjungi saya ! Hati hati di jalan !" Anna mengucapkannya dengan senyum tulusnya membuat hati Bram sedikit goyah.


Tanpa menjawab Bram langsung keluar ,hanya anggukan dan senyum kilas saja yang dia berikan.Melihat senyum tulus wanita tadi membuat hati Bram hampir luluh,dia berfikir andai Anna berasal dari keluarga terpandang ,maka dengan senang hati dia akan menerimanya.Namun takdir berkata lain,dan dia harus tega menghalangi mereka bersama.


.


.


.


.


"Kak Jo ,apa kau akan pulang sekarang?" Jesica datang menghampiri sang kakak yang sedang berkemas.


Jonathan menghentikan aktivitasnya sejenak dan menoleh " Iya sayang,kakak harus kembali sekarang ,karena tanpa kakak coffe tidak bisa berjalan baik,karena belum ada yang bisa kakak percaya untuk mengelola coffe !" Ucap Jonathan kepada sang adik yang terlihat sedih.


" Kita baru saja bertemu sebentar,tapi sudah mau berpisah lagi dengan mu kak " Ucap Jesica lirih.


"Bagaimana jika kau ikut kakak ke Indonesia ,lagi pula kau sudah tidak bersekolah !" Ucapan Jonathan membuat Jesica berbinar dan dengan semangat dia mengangguk.


" Boleh kak aku ikut! Tapi apa diijinkan oleh ayah dan ibu ?" Ucap Jesica.


" Nanti kakak yang akan minta ijin !" Ucap Jonathan tenang.


" Baik kak,terima kasih banyak.Aku sayang kakak " Jesica memeluk Jonathan.


.


.


.


.


.


.


Sudah malam tapi Daniel tidak kunjung pulang,Anna terlihat mondar mandir menunggu Daniel,karena hp Daniel tidak aktif dari tadi.


Sementara itu Daniel yang sedang di dalam perjalanan tiba tiba berhenti dan melihat seorang wanita yang sedang kesulitan sepertinya ban mobil wanita itu bocor. Semakin Daniel melihat semakin jelas siapa wanita itu,dia adalah Cristine .Wanita yang sejak itu dia sakiti dan pergi begitu saja tanpa meminta penjelasan lagi dari Daniel.


" Cristine!!! " Sapa Daniel ,membuat wanita itu menoleh.


" Daniel " Lirih Cristine .


" Sepertinya mobilmu tidak baik baik saja.Kau mau kemana,biar aku antar !" Ucap Daniel .


" Ti..iidak perlu , aku bisa menunggu taxi datang " Tolak Cristine.


" Ini sudah malam,tidak baik wanita sendirian di tempat sepi seperti ini.Ayo masuklah! Ada hal ingin aku bicarakan denganmu juga" Pinta Daniel dengan sungguh sungguh .


Cristine tampak berfikir sejenak,dia ragu tapi dia juga takut jika harus berada disini sendirian.


" Baiklah " Akhirnya Cristine pasrah dan masuk ke mobil Daniel.


Mereka sama sama diam dengan pikirannya masing masing.


" Cristine ,aku minta maaf soal waktu itu " Ucap Daniel tiba tiba membuat Cristine menoleh .


" Aku tidak bermaksud menyakiti dan mempermainkan mu ,tapi aku tidak bisa melanjutkan perjodohan ini,kau sudah tahu bukan alasanku kenapa!" Lanjut Daniel serius.


Cristine masih mendengar apa yang ingin dibicarakan laki laki disampingnya itu.Dia sudah tahu semuanya dari kakek Bram meskipun itu kebohongan ,tapi dihatinya dia tersenyum.


Karena dia percaya kepada kakek Bram ,bahwa Daniel tidak akan menikah dengan Anna .


" Lupakan Daniel,aku tidak ingin membahasnya.Karena aku sudah ikhlas " Ucapan Cristine membuat hati Daniel sedikit bersalah.


" Karena aku percaya,sesuatu yang memang milikku akan kembali untukku dan sebaliknya ,sesuatu yang bukan milikku dia akan terlepas dengan sendirinya " Ucapan Cristine bagaikan sebuah pepatah.


" Terima kasih Cristine , kau pantas mendapat laki laki yang lebih baik dariku !" Ucapan terakhir Daniel sebelum sampai di rumah Cristine .


" Terima kasih atas tumpangannya ,dan selamat untuk hubungan kalian !" Cristine langsung keluar dari mobil setelah mengucapkan kata terakhir tanpa menunggu jawaban Daniel.


Daniel hanya tersenyum kecut,dia sudah lega karena sudah meminta maaf langsung kepada wanita yang telah dia sakiti secara tidak sengaja.Dia akan fokus kepada hubungannya dengan Anna .Memikirkan Anna tiba tiba Daniel ingat bahwa Anna sudah menunggunya sejak dia pulang ,dan ini bahkan sudah hampir tengah malam.Danile harap Anna tidak marah karena ini juga bukan sengaja Daniel bertemu Cristine dan mengantar wanita tersebut pulang terlebih dahulu.


.


.


.


.


.


.


.


" Daniel ,,,Sejak kapan aku tertidur dan dia,,," Anna bangun dan terkejut karena dia sudah berada dikamar dengan Daniel disampingnya.Mungkin dia tertidur dan tidak tahu Daniel sudah pulang karena saking lamanya dia menunggu laki laki ini pulang.


.


.


.


.


.


.


.


Salam dari saya Author 🙏