
.
.
Hai teman teman, terima kasih sudah mau menunggu lanjutan ceritanya!
.
.
.
Daniel masih berkutik di ruangannya sendiri,dia sangat sibuk sekali karena ingin menyelesaikan pekerjaannya tepat waktu.
Sebentar lagi dia akan menikah,dia harap selama proses nanti tidak ada yang mengganggu perihal kerja.
" Ternyata sudah malam ya ,,!" Ucap Daniel saat melihat arlojinya.
Tok tok tok,,
" Maaf tuan mengganggu,,tapi tuan besar saat ini ada diluar !" Ucap Sam hormat.
"Kakek,,? Suruh dia masuk saja Sam !" Jawab Daniel .
" Baik tuan ,,! " Sam keluar dan mempersilahkan kakek Daniel masuk.
"Silahkan tuan ,," Ucap Sam .
Bram tampak masuk dengan sang asisten pribadinya .
" Aku terkejut kakek datang malam malam seperti ini,,Apa ada sesuatu yang penting kek ?" Tanya Daniel langsung.
" Kakek hanya mampir,,apa tidak boleh ?" Jawab Bram santai.
" Tentu saja boleh,hanya tidak biasa saja !" Ucap Daniel .
" Kakek ingin memberitahu bahwa persiapan pernikahanmu sudah 80% selesai !" Ucap Bram membuat Daniel menoleh sesaat.
" Terima kasih kek,,Anna pasti akan bahagia mendengar ini !" Jawab Daniel tersenyum.
" Tentu saja harus,,karena aku melakukan semuanya demi kalian (demi memisahkan kalian tanpa menyalahkan ku nanti ) Dan calon cicitku !" Ucap Bram penuh dengan kepalsuan.
" Tadi siang aku dan Anna sudah mencoba beberapa gaun, dan Tante Luna menitipkan salam untuk kakek !" Ucap Daniel .
" Benarkah? Sudah lama kakek tidak bertemu dengannya !" Ucap Bram.
" Nanti kalian akan bertemu di hari pernikahanku ,tenang saja kek !" Ucap Daniel tersenyum.
" Kau benar sekali ,oh iya Daniel jangan lupa kau tuliskan daftar nama yang akan kau undang nanti ,biar kakek langsung memesannya !" Ucap Bram .
" Pasti kek,nanti aku kirim daftar nya ke pak Kim !" Jawab Daniel.
" Baiklah,aku akan pulang sekarang !! Ayo Kim !" Ajak Bram berdiri.
" Baik kek,,hati hati dijalan !" Ucap Daniel .
Hanya dibalas anggukan kepala.
Setelah kepergian kakek,Daniel melanjutkan pekerjaannya lagi.
Kemudian dia ingat belum mengabari Anna,dan langsung membuat panggilan .
Memanggil!!!
" Hallo Daniel !" Sapa Anna disana.
" Iya Anna,aku ingin mengabari mu sepertinya aku akan pulang malam ,karena masih banyak sekali yang harus aku urus disini !" Ucap Daniel jujur.
" Jadi kau lembur? Baiklah tidak apa apa Daniel,lanjutkan saja aku akan menunggumu disini !" Ucap Anna lembut.
" Iya sayang,jangan lupa makan malam dulu ,jangan menungguku ,oke !" Ucap Daniel .
" Iya Daniel,kebetulan aku tadi sudah makan malam !" Jawab Anna.
" Good girl,,kalau begitu hati hati dirumah jangan buka pintu untuk siapapun ,aku usahakan cepat selesai !" Ucap Daniel.
" Iya sayang,,yasudah kau lanjutkan kerjanya dan cepatlah pulang ,semangat sayang !" Ucap Anna penuh perhatian.
" Terima kasih sayang,i love you Anna !" Ucap Daniel tulus.
" Love you more Daniel !" Jawab Anna dengan senyum.
Daniel merasa akhir akhir ini harinya sangat membahagiakan , bukan hanya tentang Anna namun keberhasilan kerja sama dengan perusahaan Korea pun berjalan dengan baik.
"Tuan,,!" Panggil Sam namun Daniel masih melamun.
" Tuan Daniel ,,!" Panggil sekali lagi ,namun hasilnya sama.
" Ada apa dengan tuan Daniel ?" Tanya Sam didalam hati.
Drrtt drrrtttt
Bunyi ponsel Sam bergetar .
Sebuah ide terlintas di otak Sam untuk mengerjai sang bos.
" Hallo nona Anna ,ada apa ?" Sam mengangkat dan menyebutkan nama kekasih bosnya itu,dan benar saja sang bos langsung menoleh tajam kearah sang asisten.
" Siapa Anna,hei Sam kau sudah gila ya aku bibimu !" Jawaban orang disana yang tak lain adalah bibinya.
"Ada apa Anna menghubungimu ? " Tanya Daniel curiga.
Sam melihat kembali ke layar kemudian dia menepuk jidatnya " Astaga tuan,maafkan saya karena salah mengira,saya kira nona Anna ternyata bibi saya tuan !" Ucap Sam berakting.
" Kau ini masih muda tapi sudah pikun,apa kau tidak bisa membaca nama dilayar ponselmu itu !" Ucap Daniel emosi.
" Alasan saja,,!" Omel Daniel.
Sam kemudian mematikan ponselnya tanpa menjawab panggilan sang bibi,Sam pikir untuk menghubunginya nanti saja di luar.
"Eh dasar edan,apa anak itu tidak waras main mematikan sepihak !" Omel orang yang mengaku bibi Sam .
" Tunggulah diluar sana,aku jadi tidak mood satu ruang denganmu !" Usir sang bos.
" Baik tuan,saya ke sini hanya ingin memberitahukan bahwa tuan Alex ingin diundang ke acara pernikahan tuan dan nona nanti tuan !" Ucap Sam serius.
" Benarkah ? Kabar yang sangat baik Sam,kau masukan ke daftar tamu nanti !" Ucap Daniel tersenyum.
" Baik tuan,saya permisi !" Ucap Sam mengangguk.
" Kau boleh disini ,bantu aku menyelesaikan semua ini !" Perintah Daniel sebelum Sam keluar.
" Tadi tuan bilang tidak ingin satu ruangan dengan saya tuan !" Ucap Sam berani.
"Kau berani melawan ?" Ucap Daniel melotot.
"Tidak tuan,saya hanya berbicara apa adanya !" Sam semakin berani .
"Sudahlah lakukan saja yang ku suruh,lagi pula mood ku sudah baik karena kabar yang kau katakan !" Ucap Daniel tanpa melirik sang asisten.
" Baik tuan !" Ucap Sam ,di dalam hati dia tersenyum mengejek karena berhasil mengerjai sang bos .
.
.
.
.
.
.
Ditempat lain Bram tampak sedang menghubungi seseorang dengan sangat serius.
" Kau sudah siap dengan rencana ini ?" Tanya Bram.
" Sudah tuan,tenang saja saya sudah menaruh cctv diruang rias !" Jawab orang disana.
" Bagus,buatlah semurni mungkin,jangan sampai ada yang curiga !" Ucap Bram tersenyum puas.
" Baik tuan,rencana ini tidak akan ada yang tahu ,karena saya sudah menggantikan para petugas dengan orang orang saya !" Ucap seseorang disana.
" Aku serahkan rencana ini denganmu,jangan kecewakan aku Zian !" Ucap Bram serius.
" Baik tuan,,!" Jawab orang yang bernama Zian itu.
Bram mematikan ponselnya segera ,lalu mengalihkan pandangannya kearah Kim.
" Kau dengar Kim! Aku tidak akan menyakiti wanita itu,aku hanya ingin menjauhkan nya dengan Daniel !" Ucap Bram tiba tiba .
" Saya paham tuan,saya hanya berharap anda tidak menyesalinya nanti !" Jawab Kim singkat namun lagi lagi membuat hati Bram tersindir.
" Tenang saja,aku akan tetap mengawasi semuanya meskipun wanita itu tidak jadi menikah dengan Daniel !" Ucap Bram.
" Kenapa tuan ?" Tanya Kim penasaran.
" Karena aku tahu ada cicitku ditubuh wanita itu,jadi aku akan tetap mengawasi dia sampai cicitku lahir !" Ucap Bram .
" Ternyata anda masih peduli dengan bayi di rahim nona Anna tuan !" Ucap Kim tersenyum.
" Kau kira aku sejahat itu terhadap anak yang belum lahir itu !" Ucap Bram tidak terima.
" Saya tahu tuan adalah orang yang baik !" Ucap Kim tulus.
" Sudahlah,sebaiknya kau istirahat aku juga akan tidur.Rasanya tubuh tua ini sudah sering lelah !" Usir Bram kepada asistennya itu.
" Baik tuan,selamat malam !" Pamit Kim keluar.
" Dia pikir aku tidak menginginkan cicit,? Tentu saja aku menantikan kelahirannya.Dasar Kim bodoh " Ucap Bram sendiri saat asisten nya sudah keluar.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Aku usahakan up double ya,tapi nanti siang!
Terima kasih
Salam dari saya Author 🙏