
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Dua pasang kekasih sedang menikmati kebahagiaan karena akan menjadi seorang ayah dan ibu .
Daniel dan Anna terlihat seperti dulu , tidak ada lagi kemarahan atau kebencian dari hati mereka. mereka berfikir bahwa dengan adanya calon bayi ini , akhirnya mereka kembali akur dan romantis , apa lagi Daniel dia tidak menyangka bahwa Anna nya dulu telah kembali untuknya dan dia sangat bersyukur atas semua itu .
sedangkan Anna ,entah kenapa semenjak tahu bahwa dia hamil ,rasanya dia ingin tetap terus bersama laki laki yang menjadi ayah bayinya. dan dia akhirnya menerima apapun resiko yang akan di hadapinya kelak asal dia dan Daniel tetap bersatu melewati semua ini , karena hati Anna tak bisa berbohong , dia sangat mencintai laki laki itu .
" apa sebaiknya kita membeli perlengkapan bayi , sayang !" ucap Daniel saat berhenti karena lampu merah. mereka sudah di dalam perjalanan untuk pulang , karena Anna tidak harus rawat inap jadi di perbolehkan pulang.
" Daniel , ini masih terlalu dini,sebaiknya nanti saja kita masih mempunyai banyak waktu untuk itu. jadi kita fokus dulu untuk merawat calon anak kita" ucap Anna lembut kepada laki laki di sampingnya itu kemudian mulai membelai perutnya yang masih rata.
" aku sudah tidak sabar Anna , tenanglah kita akan membesarkan bersama " Daniel mengatakan dengan ikut membelai perut yang belum terlihat berubah sama sekali.
.
.
.
.
.
Cristine saat ini berada di kediaman keluarga Bram kusuma , dia sedang berhadapan dengan sang tuan besar rumah itu.
" katakan Cristine , apa yang membuatmu kemari malam malam seperti ini ?" tanya sang kakek yang melihat calon cucu menantunya itu diam tanpa mengucapkan satu katapun.
Cristine tampak meremas kedua tangannya , dia bingung harus bicara seperti apa dulu melihat tatapan seorang Bram saat ini sangatlah menakutkan.
" hahhhh. sebenarnya ada apa Cristine , katakanlah jangan takut ,aku tidak akan memakanmu !" ucap kakek pelan dan sedikit di selingi candaan agar wanita muda di depannya ini berhenti takut.
" emm.kek apa boleh aku meminta bantuan dari kakek ? ini ada kaitannya dengan Daniel dan wanita bernama Anna ." ucap Cristine pelan dan hati hati .
" apa kau tau tentang wanita bernama Anna sayang?" tanya kakek penasaran sejauh mana Cristine tau tentang Anna.
" sebenarnya waktu itu Daniel menceritakan semuanya pada ku kek , tentang dia dan wanita itu !" Cristine berbicara sambil menunduk.
Bram menghela nafasnya , dia tidak percaya Daniel sudah membocorkan rahasia yang selama ini Bram wanti wanti.
" lalu apa yang kau inginkan dari laki laki tua ini Cristine ?" tanya kakek .
" bolehkah aku egois kek? aku terlalu mencintai Daniel sampai aku tahu Daniel mencintai orang lain saja , aku tetap ingin memiliki Daniel seutuhnya kek. apa aku salah dan egois kek ?" jelas Cristine , dia mengungkapkan perasaan yang selama ini ingin dia utarakan .
Mendengar penuturan Cristine , Bram seolah senang dan menang , tadi dia sangat khawatir jika Cristine ingin membatalkan perjodohan ini , tapi kenyataanya wanita ini justru menginginkan hal yang sama dengan dirinya .
" apa kau yakin tidak akan kecewa dan menyesal dengan keputusanmu Cristine !" tanya Bram sekali lagi untuk meyakinkan keputusan Cristine .
" iya kek,aku yakin maka dari itu aku datang untuk meminta bantuan kakek , agar aku dan Daniel segera menikah. maukah kakek menolongku ?" Cristine sangat yakin dengan keputusan yang dia ambil , ambisinya saat ini hanya ingin menjadi istri Daniel , dia yakin bahwa dia bisa membuat Daniel mencintainya.
" baiklah , tentu saja kakek mau , kau tenang saja kakek akan membuat Daniel menikahi mu apapun caranya !" ucapan seorang Bram dengan senyum devil membuat bulu kuduk Cristine langsung merinding .
Apa yang di rencanakan seorang Bram ? jika di lihat dari senyum yang mengerikan itu sudah di pastikan Bram akan merencanakan sesuatu yang berbahaya , karena sejatinya seorang Bram itu sangatlah kejam , dia akan melakukan cara apapun untuk mendapatkan keinginannya meski cara kotor.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Disinilah Jonathan berada di negara kelahirannya , dia hidup di Indonesia sudah sangat lama semenjak dia duduk di bangku SD sampai remaja , setelah itu orang tuanya pindah lagi ke Korea karena bisnis yang tidak bisa di tinggal terlalu lama . sampai suatu hal terjadi di saat Jonathan lulus sekolah ayahnya menyuruh dia untuk kembali ke Korea karena ingin menjadikan Jonathan pengganti nya di perusahaannya , karena penolakan putra satu satunya membuat sang ayah murka , akhirnya dia berhenti membiayai kuliah putranya itu .
Namun sang ibu tidaklah Setega itu , diam diam dia sering mengirimi putra sulungnya itu uang . karena Jonathan memang sudah cerdas dari kecil dia mendapat beasiswa , dan uang yang dikirim untuk biaya kuliah dia gunakan untuk membuka usaha , awalnya usaha kecil kecilan tapi sekarang usahanya sudah besar , dan itu adalah coffe yang saat ini di jalaninya .
karena usaha Jonathan dari dulu , Maka tidak ada yang tahu sama sekali tentang keluarga Jonathan yang asli , karena yang orang lain lihat jonathan laki laki biasa yang hidup pas Pasan dari dulu , di bangku SMA dia mengenal Anna , hanya saja dia tidak berani mendekat karena Anna memang sudah menjadi kekasih Daniel kala itu . dia hanya mengagumi dalam diam dan berharap suatu saat mereka bisa di pertemukan.
doanya seolah terkabul , saat itu dia mencari seorang karyawan untuk bekerja di coffe barunya , dan saat itulah Anna datang dan melamar . Jonathan terkejut bahwa wanita yang selama ini dia impikan akhirnya di pertemukan walau hanya sebagai atasan dan bawahan tapi Jonathan bersyukur akan itu , dan saat itu mereka akrab dan menjadi sahabat , meskipun pepatah bilang tidak ada persahabatan antara laki laki dan perempuan.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
salam dari author.terima kasih sudah mampir membaca karya saya....