VIRGOS

VIRGOS
Marvin?



Saat ini tepat di mana hari, Mira dan Renza melaksanakan pernikahan. Masalah tentang pemberitahuan pada mama mereka masing masing memang mendapat omelan namun itu hanya bersifat sementara, seperti apa yang di katakan Galvin hari lalu.


Renza sangat semangat saat ini, didalam ruangan tengah di hias oleh Kelima teman nya.


Namun disisi lain ia berkeringat hebat, bahkan kelima teman nya menahan tawa melihat komuk sahabat nya itu.


"Ck, keringat lo keluar mulu bangsad!" sahut Samuel.


"Ck, diam anjir gue gugup!!" ucap Renza menatap Samuel dengan tatapan tajam.


"Btw hijab kabul udah hafal bang?" tanya Daniel.


"Hafal lah! Dari kemarin kemarin gue sudah berusaha menghafal nya!" ujar nya songong.


"Gue mau rapi rapi ah, pasti di luar banyak janda pirang montok asoy," sahut Alex menyisir rambut nya didepan cermin besar yang ada tepat didepan nya.


"Tipe Alex tante girang gaes!" seru Felix.


"Tante yang make up nya mirip ondel ondel?" masukan Marvin.


"Bisa jadi gitu!" ujar Felix dan Daniel ketawa terbahak bahak.


"Ondel ondel anjir!"


Mereka yang tengah asik ketawa. Tiba tiba ponsel salah satu dari mereka berdering. Ponsel itu milik Renza.


"Ocak!" ujar Renza pada teman nya. Ocak salah satu teman geng nya.


"Coba angkat Ren, siapa tau ada hal yang penting!" saran Daniel.


Renza hanya mengangguk. Dia pun menjawab panggilan dari Ocak.


"SIALAN, KENAPA LO GA NGEJAR MEREKA HA? APA YANG GUE SURUH KAN SAMA LO DAN YANG LAIN HA?" teriak Renza, membuat kelima teman nya kaget, dan bingung.


"Maaf bos, kita ga bisa. Takut kami melawan, kami kehilangan jejak nya ! Sekarang ibu ketua ada di JALAN XXXXXX gudang kosong, kita tetap memantau mereka kok!" balas Ocak sembrang sana.


Renza melempar ponsel nya kelantai dengan sangat keras. Dia keluar dari ruangan itu tanpa menjawab satu kalimat pun pada teman teman nya.


Mereka berlima yang ikutam panik pun. Mengikut Renza dari belakang.


Renza mengendarai motor nya diatas rata rata. Perasaan panik menghantui nya. Ya takut Mira dan calon anak nya kenapa napa.


Renza menyelip pengedaraan lain. Membuat banyak umpatan yang dia dapat.


Sedang disisi lain ada Mira yang disekap beberapa pria dengan tubuh iya kekar dan satu wanita paru baya yang duduk santai di kursi yang sudah di siap kan untuk diri nya.


"Lepasin gue bajingan!" teriak Mira merontak. Di aera perut nya terasa keram. Ia menangis hesteris takut kenapa napa pada anak nya.


"Kak Galvin, kak Renza. Tolongin Mira dan dedek!" teriak Mira dalam hati. Dia terus berdoa.


"Mir-" Belum sempat melanjutkan ucapan nya. Galvin mendapat kan jebakan, Galvin tergantung keatas, karena menginjak tali yang sudah di siap kan untuk nya.


"Hahaha, akhir nya kedua tikus masuk perangkat kucing." Wanita paru baya itu ketawa. Siapa lagi kalau bukan Karina? Monyet yang berubah menjadi manusia.


"Lepasin adek gue ja*ang," teriak Galvin dari atas.


"Kak Galvin!" teriak Mira disaat melihat kakak nya di gantung.


"Kemari lah bawa pistol itu," perintah Karina. Anak buah nya pun mengangguk dia memberi kan satu pistol.


Anak buah nya melirik ke arah Mira. Karina pun tersenyum miring. Tangan nya sudah terangkat siap siap melepaskan peluru didalam pistol itu.


Saat sudah peluru itu sudah terlepas, seketika Galileo maju kedapam Mira, membuat Karina panik.


"Leo, awas sialan!" teriak Karina pada anak nya namun Galileo masih berdiri disana.


Dor.


Suara tembakan. Namun aneh nya bukan Galileo yang tertembak tapi.....


"MARVIN!!!" teriak Galileo dan yang lain yang baru saja datang.


Karina menjatuh kan pistol nya. Dia terduduk.


Marvin ambruk, disaat tembakan itu mendarat didada nya.


"Leo," ujar Marvin tersenyum kearah Galileo yang sedang memangku kepala nya.


"Telfon ambulance anjing!" teriak Galileo pada yang lain yang hanya diam, mereka syok melihat itu.


Felix mengangguk, dengan tangan bergetar dia merai ponsel nya. Namun Marvin mengambil ahli ponsel tersebut.


"Jangan!" ujar nya dengan suara lemas nya.


"gue capek!" sahut nya.


"Maka nya ayo gue panggil ambulance!" balas Felix.


Marvin menggeleng. "Renza tolong jagain Mira! dan keponakan gue!" Marvin menatap Renza yang datang bersama Mira dan Galvin. Yang sempat Renza lepaskan.


"Galvin, Mira! Gue minta maaf sama kalian atas perbuatan mama gue!" ujar nya dengan darah terus mengalir didada nya.


"Gue bakal maafin lo, kalau lo mau kita bawa kerumah sakit iya?" Galvin memegang tangan Marvin.


"Gue ga mau!" ujar nya. Ia melirik kearah Felix. " Felix ambil ginjal gue," ujar nya. Membuat mereka semua mendapat kearah Felix.


Felix memang hanya mempunyai satu ginjal. Ginjal yang Satu nya rusak, tapi dia merahasiakan ini pada teman teman nya. Entah mengapa Marvin mengatahui nya.


"Galvin, donorin mata gue ke ibu Kayla!" Ucap Marvin.membuat mereka kembali pada Marvin.


"Maksud lo apa anjing?Lo masih mau pake itu semua! Jangan gila deh! Alex tolong telfon Ambulance!" teriak Renza.


"Gue mau istrirahat Ren, gue capek!" kata nya Marvin batuk batuk. "Dada gue sakit!" ujar nya lagi.


"Kak..."Marvin menatap keatas melihat Galileo yang menahan air mata nya. "Tolong jagain Salsa gue! Buat gue ya!"


"Dan buat kalian berenam, kalian boleh masuk kedalam kamar gue! Kalian lihat iya isi nya!" ujar nya.


Setelah mengucap kan itu mata Marvin mulai tertutup. Membuat mereka panik dan beberapa saat di gudang itu penuk tangisan.


...----------------...


...Halo gaes mungkin beberapa dari kalian yang membaca cerita ini dan sangat kecewa kalau end nya seperti ini!🤧...


Makasih yang membaca cerita author sampai sejauh ini. Cerita VIRGOS ini mungkin sampai disini aja iya!


Yang berkeenan boleh singgah ke novel baru author berjudul Badboy Suamiku.