
Semua siswa akan di bagi kelompok. Kelas 10,11,12 bisa dicampur kelompok nya, yang terpenting setiap kelompok bisa saling menjaga mau dengan Junior atau pun senior sendiri.
Mereka semua di persilahkan mencari kelompok mereka masing masing sesuai keinginan mereka.
Karena guru guru sangat tau bahwa Murid ingin bersama kelompok dengan teman yang dia sukai. Jadi guru guru memberi izin agar anak anak yang memilih sendiri teman kelompok nya, Asal kan di antara kelompok itu tidak ada cewek dan cowok, Iya guru guru memisah kelompok cewek dan cowok.
Kelompok Renza ada Keenam teman nya dan Arkana juga ada disatu kelompok dengan mereka karena Galvin yang memanggil nya, Renza sangat tidak suka kalau Arkana berada di kelompok nya namun dia baru ingat kalau mereka semua mempunyai utang budi kepada nya, kalau bukan karena Arkana mereka tidak tau bagaimana nasib Mira saat ini kalau benar benar ,e'en SC Galileo menjalan kan rencana nya.
Sedang kan kelompok pilihan Mira ada Kayla, Meisya yang merupakan senior mereka dan dan dua dari kelas 10 Ia itu Irana, Alana Dan Salsa dan tiga orang lain nya.
begitu pun dengan Siswa lain mencari teman kelompok nya menimal 8-10 orang.
"APAKAH ANAK ANAK SEKALIAN SUDAN MEMILIH KELOMPOK MASING MASING?" Tanya Pak Amir menggunakan Mic.
"Sudah Pak"Teriak Mereka secara bersamaan.
"OK GURU GURU SUDAH MENYIAM KAN LAPANGAN LUAS UNTUK KALIAN SEMUA SESUAI KELOMPOK UNTUK MEMBUAT TENDAA DISANA, KITA SUDAH MRNDAPAT KAN IZIN DARI WARGA SINI UNTUK KITA TEMPATI LAPANGAN TERSEBUT.
"JADI BAPAK DAN IBU HARAP, KALIAN HARUS MENJAGA LAPANGAN ITU DENGAN BAIK DAN JAGA KEBERSIHKAN KALIAN, JANGAN BUAT KERIBUTAN DI DESA INI,
"KALIAN SEMUA BERBARIS DENGAN SESUAI KELOMPOK KALIAN DENGAN TERATUR, UNTUK SETIAP KELOMPOK DISEDIAH KAN SATU PANITIA DAN SATU KETUA KELOMPOK UNTUK MENJAGA ANGGOTA NYA MASING MASING.
"BAPAK TANYA APAKAH KALIAN SUDAH MENDAPAT KETUA MASING MASING?" Tanya pak Amir.
"Sudah pak" Teriak para Siswa bersamaan.
"OKA MARI KITA KELAPANGAN TERSEBUT, SEKALI LAGI BAPAK MINTA KALIAN BERBARIS DENGAN TERTIB JANGAN SALING MENDORONG OK"
"Ok pak " teriak mereka lagi dengan kompak.
"Anjir tahan taik jangan cuman lo pegang bangsat" Ujar Felix emosi karena, Alex cuman memegang ujung kayu tanpa menahan membuat kayu itu hampir jatuh semua di perbuat Alex.
"Astaghfirullah Aky mulut nya dikondisi kan sedikit" Sahut Daniel mengelus dada nya.
"Bacot deh lo, kalau lo ada diposisi gue, gue pasti kan, Lo akan buat satu manusia taik ini kesungai biar di ambil arus," ketus Felix. "Astaghfirullah Felix pacar jisoo ga boleh gitu, Bagaimana pun Alex ketoprat ini adalah teman lo, walaupun hidup nya cuman beban." Felix mengelus dada nya berusaha sabar.
Sedang kan Alex di raut wajah nya tak ada sedikit pun merasa bersalah membuat satu teman nya emosi.
Renza menoyel kepala Felix." Lo yang buat emosi diri lo sendiri, ini kan tendaa nya tinggal lo buka otomatis bakal berdiri tegang sendiri" Jelas Renza.
Felix menyengir membuat gigi ramping nya kelihatan jelas.
"Nah ambil ini lo bakar sosis itu, ini biar gue yang buat tendaa nya." Renza memberi kan 8 buah sosis kepada Felix.
Felix pun mengambil sosis itu Dari Renza.
"Samuel anak taik, Tolong dong ambil kompor listrik nya," Pinta Felix sedikit berteriak agar Samuel mendengar nya.
"Kok gue? lo kan punya kaki ambil sendiri, lo ga lihat gue lagi apa?" Ketus Samuel.
Samuel sedang membantu bantu Galvin dan Arkana sedang mengerjakan tugas di kertas yang di beri kan Guru pada setiap kelompok.
"Iya udah Cimol tolong ambilin kompor nya." Pinta Felix.
Marvin yang mengambil satu tendaa itu tak menoleh ke arah Felix sedikit pun, dia berjalan kearah kelompok Mira untuk memasang kan tenda untuk nya. Karena perintah Renza.