
Hari berganti hari. Kini Renza sudah mengyakin kan diri nya untuk pergi ke rumah Mira, dia akan menanggung semua apa yang Galvin berikan pada nya. Yang jelas ia cuman ingin berusaha mempertahan kan hubungan nya dengan Mira maupun Galvin.
Renza datang sendiri. Dia belum memberi tau sang mama tentang permasalahan ini. Walaupun mama nya selalu menanya kan Mira. Kenapa tidak lagi berkujung kerumah nya. Renza terus mencari banyak alasan untuk membuat mama nya berhenti.
Bukan tidak ingin memberi tau mama nya. Namun belum saat nya dia kata kan. Setelah Renza sudah mengambalikan setuasi seperti semulah. Baru lah dia kata kan.
Renza menarik nafas dalam dalam. Disaat dia sudah berada di depan gerbang rumah sang kekasih.
"Ok. Lo bisa!" Renza menyamangati diri nya sendiri. Ia melangka masuk. Kebetulan gerbang itu terbuka.
Renza terus saja mengeluar kan keringat dingin.
"Nak Renza?" sahut mama Anita yang kebetulan berniat ingin menutup pagar. Namun di kejut kan kedatangan calon mantu idaman nya.
Renza refleks membersih kan tangan nya di hoodie yang dia pakai. Ia mencium tangan wanita paru baya itu.
Mama Anita tersenyum mengembang.
"Akhir nya kamu datang juga, tante tunggu loh, kedatangan kamu," ujar mama Anita tersenyum manis.
Renza hanya membalas senyuman kembali. " Gimana keadaan tante? Maaf baru bisa datang." Renza menggaruk belakang kepala nya yang tak gatal.
"Tante sudah baik, seperti yang kamu lihat sekarang,"jawab mama Anita. "Gapapa pasti kamu capek habis liburan, begitu pun dengan Mira dan Galvin, yang jarang keluar alasan masih capek!"
Renza hanya tersenyum canggung.
"Ya ayo masuk nak. Mira dan Galvin ada di kamar nya, nanti ku panggil kan iya!"
Renza hanya mengangguk, ia duduk disofa yang ada di rumah tersebut.
Mama Anita seneng banget, kedatangan spek menantu idaman nya.
"Kalau tante udah tau tentang apa yang Renza lakukan pada anak tante, pasti tante tidak bersikap seperti ini," batin Renza merasa bersalah.
"Galvin, Mira. Coba kalian turun, jangan di kamar mulu bertelur!" teriak mama Anita di ambak tangga.
"Galvin,Mira!" teriak mama Anita sekali lagi, disaat kedua anak nya tak ada yang merespon nya.
Tiba tiba Mira keluar dari kamar nya. Yang masih menggunakan seragam sekolah nya.
"Mama kenapa teriak teriak? Kaya ada kebakaran aja, Mira kan mau tidur!" gerutuk Mira kesal. Akhir akhir ini diri nya sangat hobi tidur, keluar kamar hanya untuk makan dan ke sekolah saja.
"Kenapa belum ganti pakaian?" tanya mama Anita. Memegang pingang nya sambil melihat penampilan putri nya.
"Mira kan ngantuk!" ujar nya, nyengir kuda.
"Iya iya!" Mira mencium pipi mama nya. Lalu berlari masuk kedalam kamar nya kembali.
"Dasar!" mama nya hanya geleng geleng kepala. Melihat tingka anak nya.
****************
Setelah selesai mandi, Mira memakai baju tidur bermotif bunga, warna pink, baju tidur itu, baju langsung seperti dres. Rambut ia ikat gulung, sehingga leher nya ter eskpor.
Gadis itu menurun ngi anak tangga dengan santai, tidak tau orang yang bertamu itu adalah Renza.
Baru saja dia usai melewati anak tangga. Tiba tiba dia..
Huek.
Mira segera berlari ke arah dapur. Renza yang tidak sengaja mendengar suara,langsung beranjak dan mengikuti arah suara itu.
Huek.
Mira sangat mual. Namun tidak ada yang dia muntah kan sedikit pun.
Tiba tiba seseorang meminyat tekuk leher nya. Membuat Mira menoleh kan kepala nya ke atas.
"K-a Ab-, Renza!" ujar nya berbata bata. Dia kembali mual dan huek. Kali ini sebuah cairan putih keluar dari mulut Mira.
"Minum dulu!" Renza memberi kan air putih ke arah Mira. Mira pun buru buru meminum air itu.
Renza tanpa izin, melap bibir Mira, menggunakan kain yang sering dia bawa.
"Kaka ngapain kesini sih?" tanya Mira.
"Kaka rindu sama kamu!Keputusan kaka udah bulat! Kaka mau nikah sama kamu!" ujar Renza mantap.
"Kan Mira sud-,"
Bug.
Belum sempat melanjut kan ucapan. Mira tiba tiba ambruk pingsan, untung saja jatuh nya ke lengan Renza.
...----------------...
...Apa mungkin bibit Renza lansung jadi secepat itu? Thor malah kasian sama Mira. Kalau itu terjadi 😞...