VIRGOS

VIRGOS
part 27



Siap siap Daniel berteriak bahwa bos nya sudah mempunyai kekasih.


"Woi bos kit-,"


Renza menutup mulut Daniel menggunakan tangan nya agar sang empuh tak mengeluar kan dan melanjut kan kalimat nya.


Mereka semua menatap Renza dan Daniel.


Renza nyengir kuda." Apah? kalian kenapa natap gue kayak gitu?."Tanya Renza yang masih membengkap mulut Daniel.


"Lepasin woi gue kagak bisa nafas taik," Teriak Daniel namun hanya terdengar kecil karena tangan Renza begitu kekar membengkap mulut nya.


Daniel memukul mukul tangan Renza agar Renza melepas kan nya, namun Renza belum juga melepas kan nya.


"Kak Renza lepasin itu, Kak Daniel susah bernafas," Pinta Mira pada Renza.


Renza pun Refleks melepas kan bengkapan nya di mulut Daniel, Dengan cara mendorong nya.


Daniel pun terjungkal kesamping dan jatuh kelantai disaat Renza mendorong tubuh nya.


"Aduh," Ringis nya disaat bokong nya mendarat sempurna di lantai Resto tersebut.


"Kak Daniel gapapa?," Tanya Kayla yang mengulurkan tangan nya kearah Daniel ingin membantu nya berdiri.


disaat Daniel ingin membalas uluran tangan Kayla, Tiba tiba Galvin menepis tangan Daniel dan mendorong nya.


"Anjir sialan," Ucap Daniel disaat lagi dan lagi terjatuh kebelakang.


"Kak Galvin kasian tau," Ketus Kayla dan Mira bersamaan.


"Ga dia kebal kok," Skak Galvin duduk kembali ditepat nya.


Karena tak ada yang membantu nya berdiri akhirnya Daniel berdiri sendiri lalu kembali duduk disamping Renza.


"Ayo lah pulang gue bosen lihat wajah kalian pada selain wajah dek Mira dan dek Kayla," Ujar Alex.


PLAK.


PLAK.


Alex mendapat geplakan dua Kali dari Renza dan Galvin disaat bersamaan.


"Ca aelah cemburu sih boleh tapi kalau ga ada hubungan mah ga boleh," Ucap Felix.


"Bacot," Sahut Renza dan Galvin secara bersamaan.


"Kayak nya ketua dan wakil kita ada yang sedang jatuh cinta nih," Sindir Samuel.


"Tapi bukan nya Renza udah punya? yang nama nya Cla Cla itu," Batin Daniel.


Marvin berdiri dari duduk nya. " gue mau pulang," Ujar nya pergi dari sana meninggal kan yang lain.


"tunggu Mol" Felix mengambil ponsel nya diatas meja. " gue pulang duluan ya gaes," Pamit nya berlari mengikuti Marvin.


Yang lain pun begitu, Akhir nya mereka semua pulang dari sana.


Renza mengantar Mira, Pulang begitu pun dengan Galvin mengantar Kayla pulang dulu baru dia kembali ke Rumah.


Galvin tiba tiba memberhenti kan motor nya. lalu melepas kan jaket milik nya.


Kayla yang melihat itu bingung.


Galvin memakai kan jaket nya ketubuh Kayla. " Angin malam ga baik buat kesehatan," Ujar Galvin dan kembali naik keatas motor dan melaju kan nya.


seketika Pipi Kayla seperti kepiting rebus disaat itu juga di perbuat oleh Galvin.


"Owh iya gue pernah lihat lo di Club lo ngapain disana? udah Lama tapi," Ujar Galvin.


Kayla di tanya itu pun diam sesaat, harus kah dia mengatakan nya ke Galvin bahwa diri nya bekerja sebagai pelayan disana?.Tapi apakah Galvin akan mempercayai nya?Bagaimana kalau Galvin tak mempercaya nya lalu dia akan menjauh kan nya oleh teman nya Mira?.


"Kayla?."Panggil Galvin.


"I y a Kak?."


"Kamu ga mau ngejawab pertanyaan ku?."Tanya Galvin.


"hem itu, sebenar nya aku kerja di sana sebagai pelayan Kak soal nya aku harus membiayai pengobatan Ibu ku yang lagi sakit dan sebagai penjanggal kehidupan ku juga sehari hari,"


"Owh, masih kerja disana sampai sekarang?." Ucap Galvin."


"ga Kak, sekarang aku ga kerja disana lagi," Jawab nya.


Galvin berucap dalam hati. "Alhamdulillah kan apa yang gue bilang Kayla bukan kupu kupu malam"


Beberapa saat mereka telah sampai dirumah Kayla.


"Kakak ga mau singgah dulu?."Tanya Kayla menawar.


Galvin hanya bergeleng kepala. " lain Kali iya gue singgah nya ini udah larut malan, ga baik anak cowok masuk kedalam rumah anak cewek larut malam gini takut tetangga salah paham"


Galvin tersenyum lalu melepas kan helm di kepala Kayla, dia juga membantu Kayla merapi kan rambut nya yang berantakan.