
"Kenapa bro?."Galvin menggandeng bahu Felix yang kelihatan capek itu.
Felix melirik Galvin."Capek , si mei mei acara ga datang lagi" keluh nya.
"Lo naksir Bulan mei? wa dua rius anjir?" hebo Alex dan Samuel yang barusan ikut gabung berjalan bersama menuju parkiran motor.
Bug
Bug
Felix menendang Alex lalu menendang Samuel.
"dih amit amit gue naksir sama mei mei si cerewet itu" cibir Felix, jalan duluan meninggal kan teman nya yang makin nambah beban pikiran nya saja.
"idih awas lo seperti Renza Kata nya ga naksir tapi sampe sekarang kemabuk Mira Mira" teriak Alex.
plak
tiba tiba kepala Alex ada yang pukul dari belakang.
"tadi ngomong apa ulangin lagi?"Tanya Renza yang datang dari belakang nya.
"mamak tolongin Ale" teriak Alex berlari menjauh dari sana.
Mereka bertujuh telah sampai di parkiraan.
"kecuali Renza udah ga ada yang ke Rumah Sakit lagi?"tanya Galvin memakai Jaket nya.
Kecuali Renza mereka yang Ada disana geleng geleng kepala.
"ga Vin gue pulang dulu dapat kompor Gas gue udah 2 hari ga pulang ke rumah"sahut Alex.
"gue juga Vin lo tau kan senin depan kita stody tour jadi gue banyak tugas yang di berikan bu jelita" sambung Felix.
"Kalau Kita berdua mau singgah di markas dulu lalu langsung kerumah sakit sesusai perintah Bos Renza"
"gue ikut Vin" ujar Marvin menaro kembali ponsel nya kedalam saku celana nya.
Galvin mengangguk.
"ya udah kita ber empat pulang dulu ya" sahut Felix.
Setelah kepergian mereka ber empat kini mereka bertiga yang siap siap untuk pergi dari sana.
"kalian jalan duluan aja"pinta Galvin disaat melihat kedua teman nya yang menatap nya.
"Kenapa?" Tanya Renza.
"Ga kalian jalan duluan aja sana"
"Kayla" Teriak Galvin melihat Kayla yang ingin melangka kan kaki nya keluar dari gerbang sekolah.
Kayla membalikan kan badan nya, pikir nya Galvin tadi cuman bercanda untuk mengajak nya pergi bersamaa. padahal Galvin bisa memberi tahu saja Alamat Rumah Sakit dimana Mira di Rawat saat ini.
"Eh Kak Galvin" basi Kayla padahal tadi dia memang melihat Galvin namun dia pura pura keluar dari gerbang, tau tau nya Galvin menyadari nya.
"jadi kan jengukin Mira? gue udah nungguin lo lama disini masa lo tinggal pergi aja" ketua Galvin.
"Maaf kak" Kayla menundukkan Pandangan nya.
Galvin menarik tangan Kayla dengan lembut menuju keparkiraan motor. Galvin memakai kan Kayla helm.
"tau naik sendiri?" Tanya Galvin.
Kayla Mengangguk patah patah sebenar nya dia juga tak tau apa kah dia bisa menaiki motor sport Galvin?.
Kayla berusaha menaiki motor Galvin namun hasil nya dia hampir terjatuh namun cepat cepat Gavin menangkap tubuh mungil nya.
ck
Galvin berdecak kecil.
"Sok sok an sih kan tadi gue nanya lo bisa ga naik nya lo malah mengangguk kepala." Omel Galvin.
Galvin pun mengaangkat tubuh kecil Kayla menaiki motor nya.
Kayla hanya diam membisu.
"Anjir ini anak lucu banget." batin Galvin.
"Kak Galvin kenapa?" Tanya Kayla melambai kan Tangan nya didepan wajah Galvin, Karena sedari tadi Galvin Terus memandang nya.
Galvin membuang muka setelah sadar apa yang telah dia lakukan.
"Gapapa." Jawab nya singkat lalu menaiki motor nya.
Galvin pun melaju kan motor nya keluar dari perkiraan Sekolah Sma pelita bangsa. Ia sedikit menekan gas agar Kayla tersentak untuk memeluk pinggang nya.
"Maaf, maka nya pegangan biar ga terbang" ujar Galvin sedikit berteriak.
"iy-ya Kak"
jujur Saat disetuasi seperti Kayla begitu gugup apa lagi kini Ia bisa merasa kan bau maskulin yang di pake oleh Galvin.
kalau ini mimpi Kayla berharap dia tak akan bangun dari mimpi itu.
Momen ini akan menjadi sejarah istimewa dihidup nya, tak akan pernah dia lupakan.