
"Mira kita mau ngapain kesini?" tanya Kayla di saat Mira membawa nya ke salon.
"maker over lo biar orang orang tau kalau sahabat gue ini cantik nya luar dalam"
"ta-" Kayla yang ingin protes tak jadi Kala Mira menarik tangan nya masuk kedalam salon.
"mbak buat teman saya ini menjadi cantik secantik nya ok?"pinta Mira pada pelayan salon yang ada disana lalu menduduk kan Kayla.
Setelah beberapa saat Kayla telah selesai di dandang sangat cantik.
Mira membalikan badan nya ke arah Kayla yang Ia sudah anggap sebagai sahabat nya itu "masyallah sahabat siapa sih ini cantik bangat, besok besok terus dandang kaya gini supaya orang tak ada lagi yang menghina sahabat gue nanti gue ajarin kalau lo kagak bisa" tutur Mira pada Kayla" nanti gue deketin ah sama Kak Galvin Kayak nya cocok" gumam nya melihat Kayla.
Kayla hanya tersenyum kecut ke arah Mira " kita pulang yok Ra"
Mira mengeleng "masih ada jangan pulang dulu kita kesana" tunjuk Mira menarik tangan Kayla pada Mall yang bersembrangan dengan salon.
"Ayok pilih Kay biar gue yang bayar semua nya tenang aja"
"gk ra kagak usah"tolak Kayla tak enak.
"kalau lo tolak berarti lo bikin gue marah" sahut Mira pura pura marah dan membalikan badan nya membelakangi Kayla.
"ya udah gue terima asal kamu tidak marah, makasih iya ra" Kayla lalu membalikan badan Mira menghadap nya Membuat Mira menahan tawa nya.
"tapi kamu yang pilihin iya" pinta Kayla lalu Di angguki oleh Mira.
Mira pun memilih kan macam pakaian hingga sepatu tas untuk Kayla... membuat Kayla membulat sempurna.
"Mira itu ter la lu banyak" ujar nya kaku melihat Mira mengambil barang semacam nya untuk nya, Kayla sangat tau itu sangat mahal.
"stttt diam kalau kagak mau gue marah sama lo selama nya, ikutin aja" balas Mira yang masih memilih kan semacam tas buat Kayla membuat Kayla pasrah.
"Kay kita kopel yok pake ini" ujar Mira mejulur kan tas mini berbentuk Beruang ke arah Kayla. membuat Kayla mengangguk patah patah.
asal kalian tau Mira itu tipe orang yang bisa tomboy bisa feminim orang nya.
setelah selesai berbelanja di butik Mereka masuk dulu di suatu cafe.
saat di cafe Mira tak sengaja melihat Galvin dan lima teman nya juga berada di sana.
Mira pun menarik tangan Kayla menuju Tempat dimana Galvin dan kelima teman nya duduk sambil tertawa.
"permisi apa kita boleh duduk disini?" tanya Mira membuat mereka ber enam menoleh ke arah nya.
"Mira?" Tanya Felix.
"Bukan ini bukan Mira, udah tau malah nanya lagi"balas Mira dan duduk di tempat kosong dekat Renza. "geser dong kak" pinta Mira membuat Renza mendegus kesal lalu menggeser kursi nya.
"Kayla duduk di dekat kak Galvin" tunjuk Mira dimana ada tempat kosong didekat Galvin membuat Kayla menatap nya Agar cari tempat duduk yang lain aja namun Mira Pura pura tak melihat nya.
Kayla pun pasra duduk didekat Galvin begitu canggung bagi nya dan tak menyakah Ia bisa sedekat ini dengan Mereka yang udah jelas jelas para cowok popular di Sma pelita bangsa.
"lo Kenapa sih harus datang kesini? ganggu mood aja tau gak" sahut Renza yang tak Suka Mira ada didekat nya.
"kenapa sih? orang kagak ganggu kak Renza pun cuman minta gabung aja kan kita satu geng kan" jawab Mira membuat Renza memutar bola mata nya malas.
"gimana Keadaan Kak Marvin?"tanya Mira kepada ke enam orang yang berada didekat nya itu.
"masih sama belum sadar dari koma" ujar Daniel.
"kasian Kak Marvin doa in aja supaya dia cepat sadar nya"
"Amiin" ucap mereka bersamaan.
"Mira kamu kenapa bisa disini?"tanya Galvin pada adik nya.
"tadi kan Mira ajak Kayla shopping karena aku dan Kayla lapar kami singgah dulu di cafe ini tidak sengaja lihat kalian jadi nya gabung deh"
Galvin pun manggut manggut mengerti dengan ucapan Mira kemudian Galvin menatap Kayla yang berada di samping nya "dia yang ada di bar itu gk sih? apa gue salah lihat tapi benar dia cewek yang di bar waktu itu gue tangkap basa Pak Arya berselingkuh dengan ****** sialan itu" batin Galvin
Mira yang melihat Galvin menatap Kayla tanpa beralih sedikit pun menatap Kayla membuat Mira berkomentar "sut sut jangan di tatap mulu belum halal" sindir Mira membuat Galvin membuang tatapan nya kearah lain.
setelah beberapa Lama mereka di cafe berbincang begitu Lama mereka memutus kan bersiap untuk pergi dari cafe itu.
"Mira kamu Di antar sama pak ujang kan? tidak perlu Kakak antar pulang?" tanya Galvin.
"kalian mau ke markas kan? Mira ikut tapi kalian duluan aja soal nya Mira antar Kayla pulang dulu Bay, sekalian mau ambil motor "pamit Mira lalu mengajak Kayla keluar duluan dari cafe dia lupa kalau Mama Kayla Saat ini Sedang sendiri Di rumah.
iya disaat pulang sekolah mereka ke rumah Mira dulu Buat berganti pakaian dan menyimpan motor nya memutus kan bahwa super yang mengantar mereka.
********************
Mereka telah sampai didepan kontrakan Kayla yang di bilang kecil dan sempit menurut Mira Ia lihat.
"ini rumah lo Kay? "tanya Mira disaat Kayla turun dari mobil bersama Dengan Mira turun di pintu sebelah kiri.
Kayla mengangguk "Ayok masuk ra maaf iya kontrakan aku kecil tak sebanding tempat tinggal mu"
"iya gapapa ayok"Mira tersenyum bangga bisa berteman dengan Kayla kenapa tidak bangga? menurut nya Kayla itu tak malu dan jujur gimana kondisi nya membuat Mira kagum dan bangga bisa berteman dengan orang seperti Kayla.
Mereka pun masuk terlihat Mama Kayla yang duduk di sofa tanpa menyambut kedatangan mereka.
"maaf Mira Mama gue dia buta dan tak bisa mendengar dia juga lumpuh " ujar kayla melihat Mira menatap Mama nya.
"benar kah?" Mira membulat sempurna ternyata yang Dia dirasa tak sebanding rasa Sakit yang Di rasa kan Kayla.
"lo kuat ya Kay" Mira mengelus bahu Kayla membuat Kayla tersenyum kecut.
"maaf iya Mira kamu harus berteman dengan orang seperti ku kagak ada yang bisa di banggain" lirih Kayla.
"Kata siapa lo kagak bisa di banggain? bahkan lo jadi anak yang tak pantang menyerah mengurus ortua lo aja udah pantas untuk di bangga kan"
"owh iya papa lo memang tidak Ada Di rumah? atau dia masih kerja?"
Kayla menatap Mira tersenyum tipis "Papa aku udah meninggal kini aku cuman tinggal berdua doang bersama Mama aku"
"maaf iya Kay gue kagak tau" ujar Mira tak enak.
"gapapa orang kamu kagak tau jadi kamu kagak salah Mira"