VIRGOS

VIRGOS
Permasalahan body



"Woi woi, masa," ujar Felix.


Mereka bertujuh menatap ke arah Felix.


"Naon?" Tanya Mira.


"Gue dapat foto cimol, ma cewek!" jawab Felix.


Marvin membulat tapi hanya sebentar.


"Siapa?lo tau nya dimana?" Tanya Alex penasaraan.


"Ga tau! tau di sepupu gue, soal nya dia masuk di gc. Viral siswa populer sma pelita bangsa."


"Coba lihat lihat!" Daniel menyenggol badan Renza dan Marvin, buat kedepan Felix.


"Di ponsel sepupu gue najis, bukan di gue!" ujar Felix.


Alex, Daniel memalas. Padahal kan mereka udah kepo.


"Kalian boloon atau memang ga ada otak?" Tanya Samuel.


Mereka menatap Samuel dengan tatapan bingung. Tak tau maksud kata kata Samuel.


Samuel memutar bola mata nya keatas. "Kan si cimol ada disini. Kenapa lo mau nyari bukti susah susah? mending tanya langsung ke orang nya aja!" pekik Samuel.


"Lah iya! benar benar si Alex udah pikun " ujar Mira.


"Lah kok babang?" protes Alex.


"Terus nyalahin siapa?" Tanya Mira.


"Kenapa ke babang Alex sih? suka ya? ya udah sini jadi pacar babang," seru Alex. Disaat itu lah, ia mendapat kan tatapan tajam dari seseorang, siapa lagi kalau bukan Renza.


"Ca aelah bercanda!" ujar Alex cepat cepat.


"Udah udah mending kita introgasi Marvin!" sahut Galvin, buka suara.


"Nah mol, cewek itu siapa? wah lo punya cewek ga ngasih tau kita, ga setia kawan lo bro," pekik Felix.


Marvin hanya memalas. 'Susah banget jadi orang ganteng. Dikit dikit aja langsung viral!' ujar nya dalam hati.


"kepo?" ucap Marvin singkat.


"Tapi bentar deh, kak Felix ada foto nya ga?" Tanya Mira.


"Ada!" jawab Felix.


Plak.


Daniel dan Alex memukul kepala Felix.


"Tadi kata lo ga ada sialan!"


"Dih, gue kira kalian mau lihat di grup nya! bukan foto nya! maka nya gue bilang ga ada!" carca Felix. Tak ingin disalah kan.


"Ogah! pukul aja gapapa! emang pantas!" sahut Renza.


Samuel menurun kan tangan nya. ia duduk kembali.


Felix pun memperlihat kan foto paparazzi yang dikirm. Salah satu murid sma pelita bangsa.


Marvin hanya diam. Bukan tak ingin memberi tau teman nya. Hanya saja dia ingin, para teman nya berusaha.


Mira Merebut ponsel itu dari Felix.


"Kok ga asing iya sama perempuan nya?" gumam Mira.


Foto paparazzi itu. Hanya terfoto bagian belakang dan dari samping, namun dari samping cuman wajah Marvin yang terlihat. Karena hari itu, Salsa sedang berada didekapan Marvin. Jadi otomatis wajah nya tidak terlihat.


"Eh bentar, kok kaya?"


Selain Marvin. Mereka ber enam menatap Mira dengan kepo, mereka seakan menunggu jawaban.


"kaya apa dek?" Tanya Galvin.


"Badan nya memang mirip perempuan kok!" ujar nya. Membuat keeanm orang tersebut menepuk jidat. Padahal mereka sudah menduga duga, dengan hasil jawaban Mira.


"Tau!" ketus Samuel.


"Ga bercanda bercanda. Body nya mirip...." Mira brrhenti berucap.


"Body manusia!" jawab Felix nebak nebak. Yang akan di jawab oleh Mira.


"Ck memang! tapi body nya mirip kak Salsa!" ujar Mira, tepat sasaran.


"Emng eak?" Tanya Alex.


"emeg eek." Daniel mengulangi kata kata Alex.


"Iyeak," jawab Mira.


"Beda jauh!"sahut Renza.


"Ck, sama loh sama badan,body,bodo. Kak Salsa, kalau ga percaya ya udah!" Mira melampar dengan pelan ponsel itu kearah Felix. Felix pun dengan secepat kilat menangkap ponsel nya.


"Tapi emang beda jauh dedek!" seru Samuel.


"Dih udah di bilangi juga. Kalian ga tau gimana! kalian kan cowok protok, mana tau!" pekik Mira.


"Protok apa?" Tanya Daniel.


"Kamu nanya?"


"Padahal ma beda jauh!" ujar Felix.


"Dih. ngelut yok!" Mira berdiri. Dan maju kearah Felix. Felix pun refleks bersembunyi dibelakang Marvin.


Marvin hanya menaikan bahu nya. Tidak mempedulikan mereka yang begitu mempermasalah kan hal kecil. Ia meneguk habis pop ice milik Felix, yang belum dia sentuh sedikit pun karena permasalahn body.