
Renza menaikan alis nya memandang Mira yang tak sedikit pun menoleh kearah nya, Membuat sesuatu terlintas di pikiran nya.
Renza pun sekali membalik badan Mira, Membuat Mira sudah berbalik badan kearah nya.
Renza menaro tangan nya didagu gadis itu, Agar pandangan hanya tertujuh pada nya.
Terlihat pipi Mira sedikit Merah bak kepiting rebus.
Renza refleks mengunyel unyel pipi Mira. "Lucu banget," Gemass Renza. Membuat sang empuh mendengus kesal.
"Kak udah deh," Ujar Mira benar benar dibuat bullsing.
"Kenapa hem?" Tanya Renza tersenyum nakal, Ada rasa bangga bisa membuat Mira seperti sekarang.
Tanpa disadari mereka berdua, ternyata dari kejauhan segerombolan manusia manusia kepo sedang mengintip mereka.
"Anjay bos kita sudah ter Mira Mira." Ujar Samuel antusias.
"Udah dimabuk cinta ini mah," Tambah Felix.
"Bos kita bisa bikin anak orang salting juga iya?" Alex merekam mereka berdua.
"Dek Alana kapan kita seperti?" Tanya Daniel disela sela hebo nya mereka semua.
Alana menoleh kearah Daniel. " Gue sama lo? Kayak nya cocokan gue sama jaemin deh,"
"Gantengan gue Kali dari pada oppa oppa korea mu itu dek manizzz," Daniel mengidap kan satu mata nya kearah Alana, Disaat itu juga Alana serasa ingin muntah.
"Pede lo tingkat neptunus," Cibir Salsa.
disisi lain ada perasaan yang sedikit sakit melihat mereka berdua, Siapa lagi kalau bukan Arkana.
Arkana memutus kan pergi dari sana dari pada hati nya makin sakit.
Galvin yang melihat kearah Arkana, Tentu dia sangat peka apa yang dirasa kan Arkana..
Hati mana yang tak sakit? melihat mantan kekasih terindah nya, Yang sudah ada kebahagian baru?.
"Gue berharap rasa sakit lo itu ga membuat kekacau nanti nya Ar." Gumam Galvin. Dia pun kembali ngintip dengan teman teman nya.
Mereka berturut turut seperti tangga di balik pepohonan yang ada disana.
Bahhh
Seseorang mengaget kan mereka semua, Membuat mereka terjatuh bertumpu tumpu ketanah, yang paling parah adalah Alex Karena dtindih Samuel, Daniel, Dan Felix.
Sedang Kan Marvin terjatuh dan ketindih tubuh Salsa, Hanya saja Salsa menahan tangan nya di tanah agar tak bersetuhan dengan Marvin.
Irana, Alana, Dan Meisya tidak terjatuh hanya saja kaget.
Irana membalikan badan nya kearah belakang.
Buh
"Anjir lari anjir, Orang gila woi," Ujar Irana menyeret tangan Alana untuk berlari.
Mereka yang ada disana menoleh ternyata benar, Seorang bapak bapak dengan pakaian robek robek dan rambut gondrong berantakan. Yang sudah siap mengejar nya.
Alex, Samuel, Felix serta Daniel seketika melupakan rasa sakit nya, Mereka berlari sekencang Kilat.
Felix berhenti sebentar lalu mengendong tubuh Meisya, Karena gadis itu hanya lemot ditempat.
Galvin Dan Marvin pun menarik dua gadis yang masih ada disana agar berlari.
"Woi budak cinta, Lari woi ada kembaran Alex." Teriak Daniel kepada kedua manusia yang sempat mereka intipi tadi, Daniel saat ini tengah digendong Samuel.
Renza dan Mira saling menatap melihat para teman nya berlari dengan panik. Mereka masih mogok di tempat karena tak tau unsur nya.
"Kak, Mereka kenapa?" Tanya Mira pada Renza dengan bingung.
Renza menaikan satu bahu nya. " Ga tau, Mungkin mereka lagi lomba lari."
"Tapi mereka kayak kelihatan panik gitu"
Tiba tiba mereka melihat Marvin dan Gavin serta kedua teman Mira yang ikutan berlari tergesa gesa, Dibelakang nya terdapat orang gila tersebut yang terus mengejar mereka.
Renza dan Mira saling adu tatap dan....., Mereka seketika tertawa bahwa teman mereka berdua reenters di kejar orang gila.
"Kok bisa sih rombongan di kejar? apa mereka ganggu iya orang gila itu?" Mira masih tertawa sampai sampai air mata nya jatuh.
"Entah, Kayak nya mereka kena asab," Jawab Renza berhenti tertawa lalu menatap Mira yang terus tertawa.
Benar sih kata Renza. Mereka sedang kena asab karena ngintip orang lagi pedekatean.
...----------------...
...nah Thor Up, Ayok spam komen, Biar thor makin semangat.😍...