VIRGOS

VIRGOS
Ulang tahun Marvin.



Mereka ber enam sedang berada didepan apertemen Marvin. Bukan untuk menemui Marvin, Marvin sekarang tidak ada di apertemen nya. Namun ada sesuatu yang ingin mereka ambil didalam. Siapa lagi kalau bukan hewan tersayang Marvin.


"Buruan mikir. Kode nya apa?" Tanya Samuel yang sedang mondar mandir.


Mereka semua sedang berfikir. Tiba tiba sesuatu terlintas diotak Galvin. Dia pun maju.


"Bismillah." Galvin memasukan kode. Semoga saja apartemen milik Marvin ke buka.


"Anjir ke buka cok," ujar mereka tak menyangka.


Galvin masuk bersama Felix. Sedang kan keempat teman nya menunggu di luar.


"Paus mana anjir?" Tanya Felix tak mendapat kan. Hewan yang berjenis kucing itu.


"Coba lo periksa di kolong bawa meja cepatan, gue cari didalam kamar Marvin!" Pints Galvin.


Felix pun menganggukk.


Galvin belum pernah masuk kedalam kamar milik Marvin. Kalau mereka nginap di sana. Marvin melarang mereka untuk tidur didalam kamar nya. Itu yang membuat Galvin ragu untuk memasuki kamar itu. Takut ada privasi Marvin didalam kamar tersebut.


"Vin buruan taik,"teriak Alex dari luar.


Dengan ragu dia memutar kenop pintu kamar Marvin. Kamar Marvin sudah kebuka setengah. Namun baru Galvin hendak masuk. Tiba tiba Felix bersuara.


"Nah ini dia. Kucing beban keluarga. " Felix menggendong kucing yang berwarna putih, bulu yang lebat, dan tentu nya bersih.


Galvin menutup kembali kamar itu. Dia berlari kearah Felix. "Ayo buruan." Galvin berlari keluar apertemen di ikuti oleh Felix yang menggendong kucing yang bernama paus itu.


Mereka ngos ngosan setelah sudah berada di lantai bawa apertemen.


"Ini kucing siapa yang mau pegang? kalau dia kabur di atas motor gue?"


Renza turun dari motor nya lalu mengambil kucing itu dari Felix. Dia menaro kucing itu didepan. Kucing itu sangat enteng. Sekali Kali dia bersuara. Disaat Renza melajukan motor itu.


Alasan mereka mengambil kucing Marvin untuk membuat kejutan. Hari ini tepat hari ulang tahun Marvin. Mereka ingin ngeprank sahabat nya dan, membuat nya panik sebentar karena kehilangan hewan kesayangan nya itu.


Mereka sudah sampai di Markas yang sudah di dekor begitu bagus. Marvin akan di ganggu oleh Ucup dan Jaya agar tak datang ke markas dulu.


********


"Ga. Kita cuman gabut!" ujar mereka.


Marvin memutar bola mata nya malas." Mending lo pada pergi! gue mau masuk!" ketus Marvin.


"Gue ikut!" ujar Ucup.


"Gue juga!"


"Gue ga nerima tamu." Marvin.


"Ya udah kita tunggu disini aja"


Marvin yang geram sama mereka pun. Masuk kedalam Apertemen milik nya. Tak lupa dia menutup pintu dengan keras. Membuat kedua manusia yang berada diluar, kaget.


"Anjing . SiCimol bisa buat jantung gue terbang"sahut Jaya memegangi dada nya.


"Lebay lo Jayapura"


Didalam Marvin membuka baju nya, dan Melempar nya kesembarangan arah di dalam kamar tersebut.


"Hari ini, hari ulang tahun Marvin yang ke delapan belas tahun. Pah." Marvin menidur kan badan nya keatas kasur milik nya. Sambil memegang satu bingkai foto.


Marvin menghapus air mata nya. Dia bangkit dan dari tidur nya.


"Happy birthday Arvin." Marvin bernyanyi dengan tawa piluh yang dia keluar kan dari mulut nya.


"Sialan, Anjing. Kenapa lo bisa ada di dunia ini?kenapa lo bisa bertahan selama ini?" Tanya nya pada diri nya sendiri. Dia mengacak acak rambut nya.


"Gue benci dunia ini. Dunia ini jahat sama Arvin papa. Arvin mau ketemu sama papa. "ujar nya.


Marvin menghapus dengan kasar air mata nya. Dia keluar dari kamar dimana dia mengeluar kan air mata nya. Dan menghimpas kan rasa yang dia rasa kan didalam kamar itu.


"Paus," teriak Marvin mencari kucing nya. Biasa nya kucing itu bakal keluar, kalau Marvin memanggil nama nya. Atau bermeong menanggapi Marvin.


"Ck. Paus mana?" Marvin mulai was was. Tak mendapati Paus.