VIRGOS

VIRGOS
Mata ternodai



"kak Ren, mending Kk makan dulu deh! Biar aku yang jaga Mira," ujar Kayla.


Renza menggeleng. " Gue ga lapar," balas nya.


"Ya udah. Ini makanan buat Mira." Kayla menaro nampang berisi makanan ke atas nakas. Iya pun pergi dari sana.


"Sayang kamu makan dulu iya? Sudah itu kamu minum obat." Renza mengambil nampang berisi makanan itu di atas nakas.


Mira hanya mengangguk. " Tapi kaka makan juga iya?" ujar Mira.


Renza hanya mengangguk. Dia memasukan makana itu kedalam mulut Mira. Mira pun mengunya nya sampai habis.


Mira membalas menyuapi Renza menggunakan tangan nya sendiri. Renza dengan bahagia menerima suapan itu.


"Kamu ga jijik emang?" Tanya Renza. Sambil mengunya.


"Ga, dulu aku sering ngasih makan kaya gini buat Ar-," ucapan Mira berhenti, disaat dia menyadari nya ucapan nya.


Wajah Renza yang tadi bahagia menjadi murung seketika disaat tau siapa nama yang akan di sebut Mira.


"Maaf kak Renza!" ujar Mira menundukkan pandangan nya kebawah, merasa bersalah.


Renza tidak merespon ucapan Mira. Membuat Mira semakin bersalah. Seharus nya dia tidak berkata seperti itu pada Renza.


"Kak Renza, Mira minta maaf," ujar nya sekali lagi.


Renza yang mendengar suara tangisan membuat nya tersadar. Dia menoleh ke arah Mira yang sedang menangis.


Renza yang panik pun menyimpan makanan yang terisi piring,kembali di nakas. Ia memegang kedua pipi Mira.


"Kok nangis?" tanya Renza.


Renza menghela nafas dalam dalam. "Sayang! Pelan pelan ngelap nya, lihat wajah kamu merah kan!" Renza menghapus air mata Mira dengan lembut. "Kamu ga perlu minta maaf sayang!" Renza memeluk Mira.


"Udah nangis nya, mau yang lain bilang, aku buat kamu nangis, terus kalau Galvin marah sama kaka gimana?" ujar Renza.


Mira hanya mengangguk dia menghapus air mata nya." Mira ga bakal ngomong gitu lagi! Mira janji. Tapi kalau Mira lupa,dan ngomong gitu lagi, Mira bakal janji lagi sama kakak." Mira nyengir kuda ke arah Renza. Terlihat sangat lucu bagi Renza.


"Berarti kamu mau ngomong lagi gitu? Berati Arkana masih ada di hati kamu dong? Belum sepenuh nya milik kaka!" ketus Renza, pura pura marah. Ia membalikan badan nya ke arah lain. Membuat Mira seketika panik.


Mira refleks memeluk tubuh Renza dari belakang. "ih, mana ada. Kalau aku masih ada rasa sama dia, mana mungkin Mira nerima kaka? Pasti Mira bakal milih dia dari pada kaka. Tapi bukti nya! Mira lebih milih kaka kok! Bukan dia. Jadi dia udah ga ada dalam hati Mira, yang ada sekarang cuman kaka Abi!" ujar Mira, yang masih memeluk Renza dari belakang.


Mira juga membuat nama kusus buat Renza, Mira memanggil Renza dengan sebutan kaka Abi. Renza setuju setuju aja, nama itu keliatan lucu menurut nya.


Ucapan Mira membuat Renza, tersenyum. Walaupun ia bukan yang pertama. Tapi insyallah dan semoga, dia yang terakhir yang Mira cintai.


"Kaka beneran ga percaya sama Mira?" tanya Mira. Renza hanya menggeleng kan kepala nya.


"Mira harus apa lagi. Buat kakak percaya?" tanya nya lagi.


"Ga tau, pikir aja sendiri!"ketus Renza. " Awas ih. Aku mau keluar, kamu panggil aja mantan terindah kamu itu! Suruh dia suapin kamu makan, kalian bisa saling suap suap kan pake tangan. Kamu ga jijik kan?" jelas Renza, ketus.


Mira melepas kan pelukan nya. Membuat Renza, dag deg an sendiri, gimana kalau Mira melakukan yang dia seruh kan?


Dug.


Renza seketika membeku, disaat kecupan mendarat di kening nya, dan bibir nya. Iya! pelaku nya adalah Mira.


Bibir nya terasa dingin dan basa. Disaat Mira mendalam kan ciuman nya. Sebagai lelaki normal Renza tidak tertinggal diam. Dia membalas, ia sampai mendudukan Mira di pangkuan nya. Dan menikmati bibir yang terasa manis menurut nya.


"Astaghfirullah. Mata gue ternodai mak,"sahut Salsa dan Irana, disaat mereka dengan jelas tak sengaja, melihat Mira dan Renza berciuman.