VIRGOS

VIRGOS
part 22.



"wa jinjja?" Hebo Mira.


Mereka berdua mengangguk.


Mira seketika ingin ngereog saat itu juga disaat tau kalau mereka berdua kesini bersama.


Mira lagi ngebayangin gimana Romantic nya kalau teman nya itu dan kakak nya berpacaraan. Pasti sangat cocok.


Galvin yang mempunyai sikap perhatian, peka dan lembut di pertemukan dengan Kayla gadis Polos, luguh ga terlalup pecicilan seperti Mira.


Tiba tiba pintu Ruangan terbuka lagi memperlihat kan dokter beserta suster di belakang nya.


"Permisi maaf menganggu,tapi Pasien akan di periksa dulu." ujar Dokter itu dengan sopan.


Mereka yang ada di ruangan itu cuman mengangguk lalu membiar kan Dokter tersebut memeriksa Kondisi Mira.


beberapa saat Dokter itu sudah selesai itu memeriksa Mira.


"Kondisi pasien sudah membaik kalau kalian ingin membawa nya pulang sudah bisa." ucap nya lalu pamit pergi dari sana.


Dokter pun sudah melepas infus yang berada ditangan Mira tadi.


"Iyeaaah Mira udah bisa pulang, Mira kangen sama kasur Mira." Hebo Mira membuat nya mendapat kan toyeran Sang kakak.


"Baru sembuh jangan mulai pencicilan nya" peringat Galvin pada sang Adik.


"Iya iya" Ujar Mira.


"sekarang ganti baju kamu nih, Kakak tadi nyuruh bik Inah. bawain baju ganti buat kamu" Galvin memberi kan sebuah paperbang itu kepada sang Adik.


Mira berentak kan tangan nya kearah Galvin sudah pasti untuk Membantu nya jalan kearah toilet.


Galvin pun selalu siap menangkap tubuh sang adik dan membawa nya ke toilet untuk mengganti pakaian.


"OK makasih Kak."ucap Mira lalu masuk kedalam Toilet.


sebenar nya dia juga bisa jalan sendiri ketoilet tapi mau gimana Mira ingin manja dulu Sama Galvin. Toh ga ada juga yang larang kalau dia perlakukan manja dengan sang Kakak.


"Mira kamu pulang nya sama Renza kakak mau antar Kayla pulang dulu." ujar Galvin pada sang adik.


Mira melirik Renza yang juga menatap nya. Mira membuang muka cepat cepat.


"Eh Marvin mana ?dari tadi gue ga lihat orang nya." Tanya Galvin melirik sekililing nya tak mendapat kan batang hidung teman nya yang dingin itu.


"Marvin sudah pulang Kayak nya deh soal nya tadi izin nerimah telfon tapi ga balik balik, Nanti lo kabarin di Gc bilangin ke Anak anak yang lain kalau Mira udah keluar" jelas Renza di Angguki oleh Galvin.


"ya udah gue jalan duluan ya, pembayaran sudah gue urus semua nya" sahut Galvin lalu melirik Kayla.


Galvin mengelur tangan nya kearah Kayla. Kayla pun menangkap nya lalu naik keatas motor.


"kita duluan iya, Za jangain adek gue" pinta Galvin pada Renza.


Renza pun hanya mengangguk.


Galvin pun melaju kan motor sport nya pergi dari aera Rumah sakit itu.


Setelah beberapa saat kepergain Galvin, Keheningan diantata Renza dan Mira muncul.


"ya udah lah lo ga mau pulang Mau berdiri mulu disitu?"Tanya Renza lalu menarik Tangan Mira untuk menuju parkiraan motor.


Renza memakai Kan Helm yang selalu dia bawa beberapa Hari ini entah untuk siapa.


Renza tanpa izin memakai kan nya kearah Mira. sang empuh pun cuman nurut di perlakukan gimana tak banyak bicara.


Renza mengelur kan tangan ke arah Mira.Mira yang bingung menatap Renza.


"gue bisa kak soal nya gue pake celana kok bukan Rok." Ucap Mira tak membalas urulan tangan dari Renza dan langsung naik keatas motor.


Hem


Renza hanya berdehem saja lalu naik ke atas motor sport nya.


sebenar nya sedikit Malu di benak nya karena sempat di tolak oleh Mira.


Dia pun melaju kan motor nya dengan kecepatan Normal. Dijalan cuman ada keheningan tak ada diantara Mereka memulai percakapan duluan.


Mira sudah perpegangan di pinggang Renza jadi ga bisa lagi Renza mencari topik.


"mau Singgah disana dulu ga?" Tanya Renza mencoba memecah kan keheningan di antara Mereka.


Ia memberhentikan motor nya lalu menunjuk semua taman yang Indah dan banyak penjual jajanan di pinggir jalan tersebut.