VIRGOS

VIRGOS
ngidam Dance K-pop.



Mereka ngos ngos san, sambil membunyi kan bel apartemen milik Renza.


Saat di lobby apartemen. Mereka di kejar, anjing. Sampai masuk kedalam lift, yang bikin malu adalah, Mereka jatuh bersamaan, di depan banyak orang.


Beberapa saat. Apartemen itu di buka oleh Renza. Belum sempat disuruh masuk, kelima manusia itu, sudah menerebos. Bahkan bahu Renza agak sedikit terdorong karena mereka.


"Lah, lo pada kenapa dah? Latihan jadi anjing?" tanya Renza.


Mereka tidak menjawab pertanyaan Renza. Mereka langsung membuanh bongkok mereka di sofa.


Mereka menyimpan belanjaan mereka, diatas meja.


Renza dan Mira saling tukar pandang. di apertemen sebelum nya disaat Mereka berlima belum ada, keempat teman Mira sudah berpamitan pulang. Jadi saat itu tertinggal mereka berdua.


"Ta-tadi, ki-kita be-berlima, di-kejar an-jing," ujar Felix berbata bata.


"Terus yang aku suruh beli, aman kan?" tanya Mira. Dengan wajah yang panik memandang mereka Berlima.


Perkataan mereka. Mampu membuat mereka terbelalak. Bukan nya mereka yang di tanya in kondisi nya, malah khawatirin belanjaan nya.


"Lah, seharus nya kita dong di khawatirin, bu ketua! Bukan seblak nya, dan yang lain bla bla. Itu!" ketus Samuel.


"Dih, emang kalian kenapa? Di gigit anjing?Kalian kan selamat! Jadi, Mira cuman nanya, yang Mira suruh pesan!" balas nya. Cemberut.


"Aman kok!" sahut Felix menunjuk ke arah meja.


Disaat mereka di kejar anjing, bahkan jatuh. Bukan diri mereka yang mereka lindungi, tapi semua pesanan Bumil.


Dengan wajah yang berbinar.Mira menuju ke depan meja, untuk melihat semua yang dia suruh pesan tadi, pada mereka. Namun saat sudah melihat nya. Tiba tiba.


Mira merubah ekspresi nya, dia menjauh kan kantong plastik itu, dari diri nya. Ia berlari kekamar mandi, Karena merasa mual.


Huek.


Renza dan teman nya langsung bertukar pandang. Sebelum mereka mengikuti Mira.


Renza memijat tekuk leher Mira.


"Minum dulu!" Mahen menyodor kan segelas air putih, yang dia ambil.


Renza pun mengambil segelas air itu. Lalu menyuruh Mira meminum nya.


"Kalian makan saja itu semua! Mira ga mau!" ujar nya naik kegendongan Renza.


Mereka saling tukar pandang dengan memalas. Saat itu lah senyum mereka berlima menjadi Seblak, batagor, dan bakso.


**************


"Terus kamu mau makan apa sayang?" tanya Renza prustasi.


Mira hanya menggeleng. "Mira sudah makan nasgor buatan kak Meisya!" jawab nya. "Sekarang Mira mau, kalian dance kpop!"


Perkataan Mira. Membuat mereka berenam, membulat kan mata nya.


"Kakak juga?" tanya Renza, dan hanya di angguki oleh Mira.


"Yang benar saja! Kami tidak tau!" sahut Samuel.


"Tau kok, kalau kalian belajar. Nanti Mira kasih waktu satu jam. Untuk pelajari dance nya! Kalian mau kan?" ujar Mira menatap mereka dengan lekat.


"Ga!" balas Marvin singkat.


Perkataan Marvin. Membuat mata Mira berkaca kaca. Dan beberapa saat ruangan itu penuh tangisan Mira. Membuat keenam cowok itu prustasi.


"Ok ok, kita bakal lakuin!" ujar mereka secara bersamaan.


Mira pun berhenti menangis. Ia menghapus air mata nya dengan kasar, menggunakan hoodie yang dia pake. Membuat pipi memerah.


"Sayang, jangan kasar kasar gitu ngelap nya!" ketus Renza. Mengusap pipi cubi Mira dengan lembut.


"Beneran iya, kalian mau!" ujar Mira. Dan hanya di angguk ragu oleh mereka.


"Orang ambil emang ada kelainan nya iya?" bisik Alex, pada Renza.


"Sensitif banget iya!" sambung Felix. Sambil memakan seblak.


Renza hanya mengangguk. Andai anak yang di kandung Mira bukan anak nya. Mungkin emosi nya sudah meluap luap, namun dia tahan, karena demi anak nya dan kekasih nya. Mungkin begini rasa nya menjadi papa muda. Dia harus banyak bersabar.


Dengan hati yang gembira, Mira membuka ponsel milik Renza, dan mencari dance kpop yang akan mereka berlima ikuti.


Ponsel milik nya sengaja dia matikan, agar Galvin. Tidak bisa melacak lokasih nya.