VIRGOS

VIRGOS
kepanikan Renza.



Mira terkena Air panas yang sempat dia masak namun karena mengobrol Mira tak sadar bahwa sedang memasak Air.


Galvin yang ingin mengampiri sang adik namun tak jadi karena udah di duluangi oleh Renza.


"lo coroboh banget sih ini tangan lo kan jadi luka" Renza memegang tangan Mira lalu mencilum nya keair dingin.


Mira cuman bisa terdiam melihat Renza memperlakukan nya seperti itu.


"bik tolong ambilin kota P3K"teriak Renza yang masih mecilum kan tangan Mira di Air dingin.


Galvin dan Mama Rina saling tatap melihat Renza perhatian dan panik melihat Mira.


mereka tertawa kecil akan kah bisnis mereka bakal berhasil?.


"ini den" bik Linda menyodor kan kotak P3K itu pada Renza.


pertama tama dia melap tangan Mira mengundangan kan pakaian yang dia pake lalu mengambil kotak P3K itu lalu mengeluar kan sebuah betadine.


Mira meringis kesakitan di saat Renza Mulai mengoles kan nya.


"tahan"


setelah Renza selesai mengoles kan betadine dia memperban luka tersebut.


padahal luka Mira yang terkena Air panas cuman kecil namun Renza begitu panik terlihat dari raut wajah nya, atau jangan jangan Renza.....


Yak cuman Renza yang tau Readers tak boleh kepo.


Mira memandang Renza yang sedang memperban memer yang ada ditangan nya.


"dia bisa perhatian juga ya"batin Mira tersenyum tipis.


Galvin dan Mama Rina tak tinggal diam mereka memotrek mereka.


"udah woi bucin nya kapan Kita pergi nya Za"


Renza menoleh kearah Galvin lalu kembali menatap Mira.


Renza yang baru saja sadar apa yang lakukan tadi Refleks melepaskan pegang nya di tangan Mira.


"ga usah geer gue ngasih gini lo karena ini Rumah gue takut lo kritis kan gue yang tanggung"ketus Renza lalu pergi dari sana.


"Ma Renza pamit"


Renza menarik tangan Galvin keluar dari rumah nya.


"woi anjir santai lo narik gue kekencangan"Galvin menipis tangan Renza yang berada di perlanggan tangan nya.


Renza hanya terdiam lalu buru buru menaiki motor nya lalu menacap nya pergi dari sana meninggal Galvin.


dia tau Galvin akan menggoda atau meledek nya karena hal yang tadi dia lakukan.


"dih kagak jelas, kalau suka sama adik gue Ma bilang gapapa kali gue bakal Restuin" ujar Galvin melihat Renza sudah pergi lebih dulu.


dia menaiki motor nya lalu melaju kan motor nya mengikuti Renza.


sesampai nya mereka di markas mereka berdua menyuru anggota lain berkumpul.


"ada apa bos?" tanya Alex.


"ya nih tiba tiba nyuruh ngumpul ada masalah?"


Renza menggeleng "bukan. gue mau memberi tau ke kalian, bahwa gue dan Galvin berniat bersedehkah ke anak panti dan anak anak jalanan di luar sana, yang berkenan ingin menyumbang silahkan yang tak mau juga tak masalah,kalian menyumbang seadaanya dan seikhlas kalian aja "jelas Renza.


mereka diam beberapa menit lalu Marvin mengeluar dan meletakan kan ATM milik nya didepan meja.


"isi nya memang tak banyak tapi uang nya Halal"sahut Marvin.


yang lain pun mengikuti Marvin ada yang langsung memberikan uang khes ada pun menstrafers ke Renza.


"Good job makasih atas kerja sama nya" ujar Renza.


"kita akan mengikuti apa yang bos mau apa lagi ini tentang kebaikan mendapat kan pahala dari Allah insyallah kita tak akan menolak nya"


Renza tersenyum.


"ok gue bakal membagi tugas Buat kalian"


"kalau gue tugas kan kalian terjung ke jurang gapapa dong?" tanya Renza.


"gak gitu juga bos"kompak mereka.


"lo belii peralatan sembangko"pinta Renza menunjuk kearah ucup.


"Siap bos" ucup mengambil duit yang disodor kan kepada nya dia pun pergi dari Markas.


setelah kepergiaan ucup Renza menunjuk Jaya "jay lo pergi ke katering pesan nasi dus"


jay pun mengangguk lalu ikut keluar dari markas seperti ucup


"kalian ber enam ikut gue" pinta nya kearah ke enam teman nya.


mereka ber enam hanya mengangguk.


"kalian tetap disini"perintah nya lagi pada Anggota nya yang lain.


*************


Renza mengajak ke enam teman nya ke sebuah panti.


"ini panti yang sering gue datangi untuk memberi sembangko ke anak Anak yang berada di panti ini"


"wah ternyata lo udah sering kesini Terus ngasih sumbangan tapi kenapa lo ga ngasih tau kita kita ah? ga setia kawan lo"cibir Samuel.


"stttt diam woi"sahut Daniel.


mereka pun berjalan ke arah panti itu.


"Assalamualaikum" salam Renza di ikuti dengan yang lain.


"Walaikumusslam eh Nak Renza ayo masuk" ujar seseorang wanita yang berupakan Ibu panti. "ada teman nya juga toh Ibu kira kamu sendiri seperti biasa" sambung ibu panti tersebut melihat mereka ber enam.


mereka menunduk sopan lalu ikut masuk kedalam.


"tumben baru mampir lagi nak" kata ibu kantin menaroh teh dimeja.


"Papa Renza meninggal bu maka nya Renza tidak datang kemari"


"innalillahi wainnalillahi rojium turut berduka cita ya semoga Papa kamu tenang di sana, sebentar ibu akan menyuruh Anak panti Ibu berdoa untuk Papa kamu"


"iya bu makasih, pertama tama saya ingin berbicara atas kedatangan aku dan teman teman ku kesini"


"bicara apa?" Tanya Ibu panti.


"seperti ini bu nanti Anggota geng motor Renza ingin bersedehkah kepada anak Anak panti, Renza harap ibu menyampaikan anak panti untuk bersiap dan anak Anak panti tolong di atur ya bu"


"Ya Allah makasih banyak buat kalian yang baik hati, ibu akan mengurus nya"


"bu Ibu tak bertanya kekami atau gimana gitu?kita kan anak anak geng motor anak nakal suka balapan" ujar Felix.


Ibu panti itu tersenyum kearah Felix.


"kenapa? kalian Kira Ibu akan tak suka kalian kalau kalian itu anak geng motor maksud nya?gapapa Ibu maklumi itu kan hobi kalian? kalian udah melakukan sesuatu seperti bersedehkah kepada anak yatim piatu itu udah membukti kan bahwa kalian itu anak anak baik baik"


mereka bernafas lega lengah mendengar nya.


"Ka en akhir nya datang, Iyan kangen tau sama Kaka en"ujar salah satu bocah laki laki yang berusia 4 tahun mengampiri Renza.


"Maaf ya jagoan Kaka en baru datang soal nya Kaka en sibuk"Renza mengambil Anak kecil itu dan mendudukan nya di pangkuan nya.


"kaka en ndak bawak makanan ya buat Iyan sama yang lain iya? karena Iyan tak lihat"tanya Iyan.


"heem Kaka en bawa kok tapi sebentar malam baru nyampe nya karena teman kaka en baru mau beli makanan nya"


Iyan menatap satu satu teman Renza.


"mereka teman teman kaka en? kok serem apa lagi yang itu" tunjuk Iyan ke Alex.


...----------------...


selamat membaca teman teman, thor Up 2 bab di hari ini,mon maaf kalau banyak typo nya,thor udah membaca berulang kalau Ada yang typo maaf ya 😁🙏