VIRGOS

VIRGOS
part 24



Selain Marvin mereka yang ada disana menatap Felix dan Samuel secara bergantian.


Yang di tatap pun nyengir kuda.


"Maksud kalian berdua apa?." Tanya Renza dan Galvin secaa bersamaan.


Felix menyenggol Samuel menggunakan bahu nya.


Mereka berdua membengkap mulut masing masing, Bisa bisa nya mereka keceplosan.


"Ya Tuhan ku pasrah kan diri ku kepada mu." Batin Samuel.


"Siapa pun selamat kan kami berdua" Mohon Felix bergumam.


"Kalian mau berangkat atau cuman duduk disini mulu?." Ujar Renza.


Felix dan Samuel yang mendengar itu saling tatap lalu menghembus kan napas lega.


Untung lah Renza tak marah kepada mereka kalau terjadi bisa melayang nyawa mereka disaat itu juga di perbuat Sang ketua.


"Kak Galvin bawa motor Mira kan balik ke Rumah kan?." Tanya Mira pada sang Kakak disaat mereka semua sudah berada didepan Rumah.


Galvin menggeleng lalu nyengir kuda kearah sang adik. "Kakak lupa kamu di bonceng Renza aja iya?."


Ck.


Mira berdecak malas dengan jawaban sang kakak.


"Iya Kali Mira nebeng mulu," Kesal Mira berentak kan kaki nya ke tanah.


"Iya besok Kita ke Markas untuk ambil motor kamu." Galvin berusaha membujuk Mira dengan senyum manis nya. Berharap sang adik luluh.


"terserah."Ujar Mira ingin kembali masuk kedalam Rumah namun ditahan oleh Kayla.


"Aku rela ikut demi kamu ra masa kamu ninggalin aku sendirian bersama kakak kamu dengan teman nya?." Ujar Kayla menatap Mira dengan lekat.


Mira baru ingat bahwa dia juga punya Rencana buat deketin sang kakak dan teman nya ini.


Mira mengangguk. " baik lah gue ikut sama kalian," Ujar nya kembali lagi kedepan Rumah.


"Nah gitu dong baru adek kakak,"Sahut Galvin.


Mira dengan wajah murung nya mendekati Renza lalu menyodor kan Tangan nya ke arah Renza.


Renza yang bingung pun menangkap tangan Mira menggunakan tangan nya.


"Helm nya bukan tangan kak Renza," Ketus Mira.


Dia pun mengambil helm yang berada di jok belakang motor nya dan berniat memakai kan nya ke kepala Mira namun Mira cepat cepat mengambil ahli helm itu.


"Biar gue sendiri aja yang make gue bukan anak balita!." Skak nya lalu memakai helm itu dengan wajah yang terlihat kesal.


Renza hanya ter kekeh melihat wajah Mira yang begitu gemasa bagi nya disaat terlihat kesal dengan bibir yang di manyukan ke depan.


"Ayo cepat." pinta nya Sewot, yang sudah berada di atas motor Renza.


Renza pun buru buru menaiki motor sport nya lalu melajukan nya duluan dari teman teman nya.


"Anjir ninggalin" Ujar Alex.


"Nama nya juga udah sama pawang nya ca aelah biasa pasangan bucin" Jawab Daniel.


Galvin memain kan ponsel nya mengirim semua hasil gambar yang dia dapat ke Mama Rina dengan senyum mengebang di bibir nya.


Dia kembali menyimpan ponsel nya ke saku celana nya lalu melirik teman teman nya.


Dia menaiki motor sport nya lalu melirik Kayla. dia mengelur kan tangan nya kearah Kayla untuk membantu Kayla naik keatas motor milik nya.


disaat Kayla sudah berada diatas motor dia melirik lagi persatu teman nya agar segera melaju bersama.


Mereka pun pergi dari aera Rumah Galvin dengan motor masing masing.


*******


Di perjalana hanya ada hening di antara kedua manusia ini.


"Kok diam mulu biasa nya cerewet?."Gumam Renza yang Rindu kebiasaan Mira kalau lagi bersama nya terus saja mengomel.


"Lo kenapa Sariawat?." Tanya Renza sedikit berteriak ke kebelakang agar Mira bisa mendengar apa yang dia Ucap kan.


"Ga" Jawab Mira singkat.


"Terus kenapa diam mulu dari tadi?."Tanya nya lagi.


"Emang harus terus ngomong iya?."Tanya Mira balik.


"Ga sih,"


"Ya udah diam aja,"ketus Mira.


Baru beberapa saat hening. Renza Udah ga mengeluar kan Kata sedikit pun.


"Kak Renza berhenti,"Teriak Mira menepuk bahu Renza.