
Setelah mereka semua telah sampai, mereka di harap kan kembali teratur turun dari bus agar panitia bisa menghitung kembali jumlah siswa yang ikut.
Setuasi disana sangat padat disaat para siswa sudah pada turun dari bus, Ada yang saling mendorong satu sama lain membuat mereka ada yang jatuh.
Mira yang juga hampir terjatuh ketanah basa namun, cepat cepat seseorang menarik tangan nya, Membuat badan nya kembali lurus.
Mira melihat kearah orang yang menolang nya, ternyata yang menolong nya adalah. " Ar-ka-na?" Ucap Mira berbata bata.
Arkana tersenyum kearah Mira lalu dia menarik tangan nya agar menjauh dari kerumunan orang orang.
"Apa kabar?"Tanya Arkana melepas kan tangan nya di tangan Mira.
Mira masih terdiam di tempat, Pikiran nya saat ini sedang bergelut.
Tentu Mira tak lupa dengan Arkana yang merupakan mantan kekasih nya yang bertahun tahun bersama nya, Namun hari itu Mira memutus kan hubungan mereka karena tak sanggup ldran dengan Arkana. Takut Mira di sakiti oleh Arkana karena komunikasih mereka sangat jauh, takut Arkana akan bosan dan bisa jadi dia akan diselingkuhi.
Padahal Arkana tak akan pernah seperti itu, Arkana seorang lelaki yang setia. Namun gimana lagi? Mira memaksa ingin memutus kan hubungan mereka, jadi Arkana hanya menerima keputusan Mira dengan sangat baik.
Dia berfikir kalau dia memaksa Mira dan mengikuti kemauan nya, Sama saja dia menyakiti orang tersayang nya dengan cara menekan Mira tetap berada di genggaman nya.
Mira menjalani hidup nya di Australia sambil berusaha melupakan Arkana, Dan disaat hati nya udah tertutup rapat dan sudah bukan Arkana lagi didalam nya. kenapa Arkana kembali lagi dan menampakan diri nya ?.
"Ra?" Panggil Arkana karena Mira tak merespon diri nya malah mendiam.
Mira tersentak kaget dan sedikit sadar karena panggilan Arkana.
"Baik, diri sendiri gimana?" Tanya Mira yang sedikit canggung.
"Sedikit ga baik" Jawab nya.
"Kok bisa?"
Kalau di tanya apakaha Arkana masih menaro hati pada Mira sampai sekarang?, Maka jawaban iya!. Arkana belum bisa menggantikan posisi Mira dalam hidup nya.
Arkana jujur ingin Mira kembali kepelukan nya namun, Arkana tak akan membuat hal yang busuk dan berugi kan orang lain demi kemauan nya.
Dia ingin Mira yang mau kembali dengan sendiri nya kepada nya, tapi kalau Mira tak ingin maka dia tak akan memaksa. Dia akan menjalani hidup nya dengan perlahan lahan melupakan Mira dan kembali membangun hidup baru, tanpa ada Mira didalam cerita hidup nya yang baru tersebut.
"Kok bisa disini?"Tanya Mira pada Arkana.
"Aku baru pindah ke sekolah Sma pelita bangsa sekitar tiga hari ini, tau tau nya kamu juga sekolah disana, dunia sempit iya?" Ujar Arkana.
Mira hanya tersenyum kecut mendengar perkataan terakhir Arkana, benar dunia sangat sempit bagi mereka yang kembali di pertemukan dengan status seperti awal pertemua mereka dulu.
"Iya" Jawab Mira.
Tanpa Mira dan Arkana sedari ternyata dari kejauhan ada seseorang yang sedang panas dingin melihat mereka berdua, Siapa seseorang itu?.
Tentu saja Renza, Sicowok yang mempunyai gengsi setinggi langit.
Renza memang sedari tadi mencari keberadaan Mira dari gerombolan Siswa. tapi dia melihat Mira bersamaa dengan cowok lain, Serasa hati nya sedang panas dingin melihat nya.
Ingin rasa nya dia menghampiri mereka dan menarik tangan Mira ikut pergi dengan nya, Namun apa Kata Mira dan laki laki yang ada bersamaa nya kalau dia mengambil paksa Mira?, Padahal diri nya bukan siapa siapa bagi Mira.
"Lo kenapa sih Ren?ga jelas lo ah" Gumam nya mengurutuk dan berjalan menghampiri keenam teman nya, yang sedang duduk beristirahat sebelum mereka semua kembali dipanggil.
Mereka ber enam melihat ketua nya yang kusut itu pun Heran.
"Kenapa muka lo kusut gitu?" Tanya Felix.
"Ga" Jawab Renza singkat.